PACARKU DOSEN TAMPAN

PACARKU DOSEN TAMPAN
⁴⁴


__ADS_3

Seharusnya malam ini Salsa bahagia, karena tepat tengah malam nanti usia nya bertambah dan besok adalah hari pernikahan nya dengan orang yang sangat di cintai.


Tapi salsa tidak merasa bahagia sama sekali, dia bersedih karena Gilang tidak kunjung datang. Dia juga khawatir kalau besok Gilang juga tidak akan datang.


Setelah makan malam Salsa segera masuk ke dalam kamar nya, malam ini dia ingin beristirahat lebih cepat. Dia berharap ketika besok dia bangun semua nya sudah kembali seperti sebelum nya.


Saat tengah malam Salsa mendengar pintu kamar nya di ketuk berulang kali, dengan malas Salsa pun bangun dan membuka pintu.


Terlihat Haikal berdiri disana dengan wajah tidak berdosa nya.


"Ada apa sih dek, malam-malam begini kamu bangunin mbak..??"


"Mbak ikut aku dulu deh sebentar" sahut Haikal yang langsung menarik tangan Salsa.


Mereka berjalan menuju ke taman belakang, tempat di mana akan di langsung kan acara pernikahan nya besok. Salsa hanya bisa pasrah ketika adik nya itu membawa nya kesana, sudah cukup lama Salsa tidak menginjakan kaki nya di taman ini.


Dia hanya takut kembali sakit dan sedih ketika berada di taman ini, di sini nantinya akan menjadi tempat yang bersejarah bagi dia dan juga Gilang, tapi semenjak Gilang menghilang dia benar-benar tidak pernah datang kesini.


Tidak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai juga di taman belakang, kini taman itu sudah di sulap dengan sedemikian rupa untuk acara akad dan resepsi besok.


Banyak bunga yang menghiasi tempat itu, untuk sesaat Salsa terpana dengan hasil nya. Dia tidak menyangka tempat ini akan sangat indah seperti ini.


Haikal menghentikan langkahnya dan mengeluarkan sesuatu dari kantung baju nya, Salsa yang melihat itu langsung waspada.


"Mau ngapain kamu dek..?"


"Mbak tenang saja, percaya sama aku deh pokok nya" sahut Haikal sambil tersenyum


"Nah itu dia masalahnya, mbak tuh nggak percaya sama kamu.. Kamu pasti mau isengin mbak lagi kan..??" tanya Salsa curiga


"Mbak ko mikir nya jelek banget sama adek sendiri, aku tuh sayang sama mbak masa mau isengin mbak nya sih.." sahut Haikal dengan wajah yang di buat sesedih mungkin


"Ya habis kamu kan memang suka seperti itu sama mbak.."


"Sudah ah, pokoknya kali ini mbak harus percaya sama aku. Aku janji mbak pasti suka dan kalau mbak nggak suka mbak bisa ngelakuin apa aja sama aku.."

__ADS_1


"Beneran mbak bisa ngelakuin apa aja nih sama kamu...?"tanya Salsa memastikan


"Iya bener, asal mbak nggak suka dengan apa yang aku mau kasih lihat ke mbak.."


"Ya sudah, tapi jangan yang aneh-aneh ya.. kalau nggak kamu tahu sendiri akibat nya nanti.." ancam Salsa sebelum Haikal menutup mata nya.


"Iya bawel banget sih"


Setelah selesai menutup mata Salsa, Haikal memegang tangan Salsa dan membawa nya dengan sangat hati-hati. Tidak lama mereka pun sudah sampai.


"Kita sudah sampai, tapi sebelum aku suruh mbak buka penutup mata nya mbak jangan buka ok.. "


"Iya.."


Setelah memposisikan Salsa dengan benar Haikal langsung menjauh dari sana, tapi sebelum itu tidak lupa dia juga meminta Salsa membuka penutup mata nya.


Salsa langsung membuka nya, hal pertama yang dia lihat adalah sebuah meja dan di atas nya ada kue ulang tahun yang bertuliskan nama nya. Di atas meja itu juga ada sebuket bunga mawar putih, bunga kesukaan nya.


Salsa berjalan kearah meja itu, mengambil bunga dan menghirup wanginya, di saat yang bersamaan ada suara yang berasal dari arah belakang nya.


Salsa sangat mengenal suara itu, dia segera membalikkan tubuhnya dan segera melihat ke arah belakang. Benar saja di sana sudah berdiri orang yang selama ini membuat nya sangat kacau.


"Hubby" panggil Salsa pelan sambil matanya terus melihat ke arah sosok laki-laki yang kini berdiri tepat beberapa langkah dari nya.


"Ya bunny, ini aku.. Maaf membuat kamu menunggu lama" kata Gilang yang juga tidak mengalihkan pandangan nya dari mata Salsa.


Salsa langsung berlari ke arah Gilang dan memeluk laki-laki yang sudah beberapa hari ini sangat di rindukan nya, Salsa menangis di dalam pelukan Gilang.


Dia takut ini semua hanya mimpi dan kalau benar ini mimpi Salsa tidak ingin bangun lagi, begitupun dengan Gilang yang kini sedang memeluk kekasih hati nya dengan sangat erat.


Berpisah dengan nya walau hanya sebentar saja membuat nya sangat tersiksa, setelah cukup lama mereka berpelukan Salsa melepaskan nya terlebih dahulu dan menatap Gilang dengan begitu dalam.


Tidak ada yang berubah dengan laki-laki yang ada di hadapan nya ini, hanya saja...


"Hubby ini kenapa...?? kamu kemana saja beberapa hari ini..? kamu tahu aku sangat mengkhawatirkan keadaan kamu, kamu jahat sama aku by.. kamu jahat" kata Salsa setelah kesadaran nya pulih dan dia juga melihat perban di kening Gilang. Dia juga baru sadar kalau Gilang berdiri menggunakan bantuan tongkat apa yang sebenarnya terjadi kepada kekasih nya itu.

__ADS_1


"Nanya nya satu-satu sayang, tapi yang harus kamu tahu Hubby tidak apa-apa, kamu tidak perlu khawatir beberapa hari lagi juga akan sembuh.." kata Gilang sambil tersenyum dan membelai pipi Salsa.


"Tapi by.." belum sempat Salsa meneruskan perkataannya Gilang sudah lebih dulu menutup mulut Salsa dengan mulut nya.


Salsa yang awal nya kaget lama kelamaan pun mulai menikmati suasana malam ini, Gilang tersenyum ketika berhasil membungkam Salsa dan kini dia tahu bagaimana cara nya menghentikan perkataan Salsa yang tidak ada habis nya.


"Sekarang kita rayakan dulu ulang tahun kamu ya, nanti setelah suasana nya memungkin kan baru Hubby akan cerita semua nya kepada kamu"


"Baiklah tapi Hubby harus berjanji untuk menceritakan semuanya kepada ku"


"Iya Hubby janji sayang, sekarang kita kesana dulu ya"


Salsa dan Gilang pun berjalan ke arah meja kecil yang berada tidak jauh dari tempat mereka tadi, tidak lama keluarga Salsa pun datang dan di sana juga ada Serli beserta suami nya.


Malam ini mereka merayakan hari ulang tahun Salsa dengan sangat gembira, begitu pun dengan Salsa dengan kembalinya Gilang itu membuat nya semakin bahagia, ini akan menjadi kado terindah untuk nya dan dia akan mengingat nya sampai kapan pun juga.


"Terima kasih sudah kembali" kata Salsa sambil tersenyum ke arah Gilang


"terimakasih juga sudah menunggu Hubby dengan sabar" sahut Gilang yang juga tersenyum kearah Salsa.


Salsa memeluk Gilang dengan sangat erat, dia berharap waktu tidak cepat berlalu dia benar-benar masih sangat merindukan kekasih nya itu.


Setelah cukup lama mereka berada di taman belakang akhirnya Gilang harus pulang juga, walaupun Salsa sangat tidak rela kalau Gilang pergi tapi dia sadar Gilang perlu beristirahat apalagi besok adalah hari yang sangat penting bagi mereka berdua.


"Besok tunggu Hubby ya.."kata Gilang sambil membelai rambut Salsa


"Iya aku pasti nunggu kamu by.." Salsa pun langsung memeluk Gilang dengan sangat erat.


"Sekarang kamu istirahat ya, hubby mau pulang dulu dan besok Hubby akan kesini lagi"


"Iya, kamu juga istirahat ya by.. aku akan menunggu kamu disini dan ingat jangan terlambat apalagi menghilang lagi seperti kemarin"


"Iya sayang, Hubby tidak akan terlambat atau pun menghilang lagi seperti kemarin.. kalau begitu Hubby pamit ya"


Gilang pun mengecup kening Salsa cukup lama setelah itu barulah dia meninggalkan rumah kekasihnya itu.

__ADS_1


Malam ini benar-benar malam yang sangat spesial bagi Salsa dan malam ini juga dia akhirnya bisa tidur dengan nyenyak.


__ADS_2