PACARKU DOSEN TAMPAN

PACARKU DOSEN TAMPAN
⁴⁹


__ADS_3

Sudah beberapa bulan berlalu dengan sangat cepat, Salsa juga sudah mulai terbiasa dengan status baru nya begitu juga Gilang yang sudah sembuh total dan bisa berjalan seperti biasa lagi.


Seperti biasa sebelum pergi ke kampus Gilang dan Salsa akan sarapan bersama, hari ini adalah hari yang istimewah bagi Salsa.


Karena tepat pada hari ini dia akan di wisuda, tentu saja Salsa sangat senang dan rencananya dia juga akan bekerja di kantor Denis.


"Selamat pagi" sapa Gilang sambil mencium kening istri nya


"Pagi juga by, kamu mau sarapan apa by nasi goreng apa roti..?"


"Nasi goreng dong, apalagi ini tuh masakan istri tercinta" kata Gilang sambil tersenyum


"Sayang hari ini jadi ke kampus..?" tanya Gilang lagi sambil menerima sepiring nasi goreng dari tangan Salsa


"Jadi dong by, masa aku nggak dateng.. Oh iya bibi sama paman juga katanya mau datang loh nanti"


"Serli...??"


"Dia juga datang by, mana mau dia melewatkan momen ini"


"Terus nanti kamu berangkat jam berapa yang..?"


"Sebentar lagi by, Hubby duluan aja lagian aku belum make up juga"


"Hubby tungguin ko sayang, lagian Hubby di sana juga nggak ada kerjaan"


"Ya udah kalau gitu aku mau siap-siap dulu"


"hmmm"


Salsa pun segera meninggalkan Gilang yang masih sarapan, dia bergegas masuk ke kamar dan merias wajah nya. Setelah satu jam akhirnya Salsa selesai juga dan bertepatan dengan Gilang yang juga masuk ke dalam kamar mereka.


"Ko Hubby nggak rela ya kamu keluar rumah" kata Gilang sambil memeluk Salsa dari belakang


"Loh kenapa by...?"


"Habis kamu cantik banget sih,"


Salsa yang mendengar perkataan Gilang hanya bisa tersenyum sambil membalikan badan nya.


"Aku kan memang cantik, makanya dosen killer di kampus suka sama aku"

__ADS_1


"Iya juga sih, tapi untung kamu nya mau ya sama dosen killer itu"


"Kan aku juga suka sama dosen killer itu makanya mau"


"Yang.."panggil Gilang sambil mengeratkan pelukan nya


"Kenapa by...?"


"Hubby punya sesuatu untuk kamu" kata Gilang sambil mengeluarkan sebuah amplop di kantung celana nya


"Apa itu by..?" tanya Salsa penasaran


"Kamu lihat aja" kata Gilang yang langsung menyerahkan amplop itu


Salsa pun menerima dan langsung membukanya dengan tidak sabar, dan dia sangat senang sekaligus terkejut ketika melihat isi amplop itu.


"Ini serius by..?" tanya Salsa memastikan


"Serius dong sayang, kamu kan pengen sekali pergi ke sana dan anggap saja ini bulan madu kita.. Ya Hubby tahu seharus nya kita pergi bukan madu nya dari awal tapi kan waktu itu Hubby nya lagi kurang sehat dan sekarang ini moment nya pas banget"


"Makasih ya by, ini hadiah yang paling aku suka" Salsa pun mengecup bibir Gilang tanpa malu-malu dan tentu saja Gilang membalas nya dengan senang hati.


"Ya sudah kita berangkat sekarang aja yuk, sudah selesai kan..?" ajak Gilang


Mereka pun mulai pergi berjalan beriringan ke arah garasi, hari ini Salsa benar-benar sangat bahagia selain kuliah nya yang sudah selesai dan mendapat pekerjaan baru dia juga akan pergi ke Korea untuk berbulan madu dengan suami tercinta.


Sudah sangat lama sekali dia ingin pergi kesana, sepanjang jalan mereka terus saja membahas apa yang akan di lakukan di sana nanti nya.


Tidak butuh waktu lama akhirnya mereka sudah sampai di depan kampus Salsa, di parkiran juga mereka melihat keluarga mereka yang baru saja sampai.


"Kalian baru datang..?" kata Denis yang langsung memeluk adik tercinta nya


"Iya biasa lah cewek dandan nya lama banget" kata Gilang sambil melirik Salsa


"Udah lama..?" tanya Salsa balik tanpa mau membalas perkataan kakak dan juga suami nya itu


Setelah itu dia pun menyapa serli yang juga datang bersama paman dan bibi Gilang.


"Hai ser, apa kabar..?"


"Baik, selamat ya akhirnya wisuda juga" kata Serli sambil memeluk Salsa

__ADS_1


"Apa kabar yang di dalam sini..?" tanya Salsa sambil mengelus perut Serli yang sudah besar


"Alhamdulilah mereka baik, kamu sendiri gimana udah ada tanda-tanda nya belum..?" tanya balik Serli sambil menatap Salsa.


"Belum nih doain aja ya" sebenarnya Salsa agak kecewa dia sudah sangat ingin merasakan hamil tapi Tuhan belum memberikan nya hal itu.


Padahal mereka termasuk sering melakukan hubungan itu, ya sejak Gilang di nyatakan sembuh dia tidak pernah absen menyentuh Salsa terkecuali kalau Salsa sedang datang bulan saja baru dia libur.


"Sabar aja, nanti juga pasti dapet.. Usaha aja yang kenceng" goda Serli


"Apaan sih, udah ah mendingan kita masuk" ajak Salsa


Mereka pun langsung masuk ke salah satu gedung yang akan menjadi tempat acara berlangsung.


Kedua keluarga duduk di kursi yang sudah di sediakan, Gilang pergi ke belakang panggung dan Salsa sendiri lebih memilih bergabung bersama teman-temannya yang lain.


Acara demi acara terus berlangsung dengan sangat meriah, Gilang juga tidak pernah berpaling dari istri nya itu.


"Hai Sa, selamat ya..?" kata Dafa sambil menjabat tangan Salsa.


" Iya terima kasih, selamat juga buat kamu"


"Sudah ini kamu mau kerja dimana..?" tanya Dafa lagi


"Aku mau kerja di kantor nya bang Denis, kebetulan di sana lagi ke kurangan orang juga terus kamu sendiri mau kemana habis ini..?"


"Aku paling ngurus kantor papah, sudah lama papah minta aku buat gantiin beliau"


"Ya itu bagus, lebih baik bantu papah kamu dari pada kamu harus kerja ke orang lain"


"Iya kamu bener, oh iya Sa kalau kapan-kapan aku mau ketemu kamu atau ada perlu apa gitu aku masih bisa hubungin kamu kan..??"


"Iya tentu saja boleh," sahut Salsa sambil tersenyum


"Suami kamu nanti gimana marah nggak..??"


"Ya nggak lah, selama itu baik dia pasti dukung dan ngijinin ko"


"Oh sukur deh kalau gitu. aku takut aja nantinya dia salah paham sama aku kalau ngajak istri nya ketemuan"


Mereka pun terus mengobrol dan tentu saja tidak hanya berdua tetapi dengan teman-teman Salsa yang lain nya juga, dan semua itu tidak luput dari penglihatan Gilang yang berdiri tidak jauh dari sana.

__ADS_1


Gilang senang istrinya itu selalu tersenyum seperti itu, Gilang merasa sangat beruntung memiliki istri sebaik Salsa.


__ADS_2