PACARKU DOSEN TAMPAN

PACARKU DOSEN TAMPAN
⁴⁶


__ADS_3

Setelah membersihkan diri dan juga sholat Salsa pun segera ikut bergabung dengan keluarga nya yang lain, di rumah nya masih ramai dengan beberapa tamu dan juga kerabat dekat mereka.


Salsa menghampiri teman-temannya yang masih ada di sana, mereka semua memutuskan untuk tidak pulang dan membantu apa saja untuk acara nanti sore.


"Bu dosen udah ganti baju aja.. " goda Yesi


"Emang kenapa kalau aku ganti baju masalah buat situ.." sahut Salsa sambil tersenyum.


"Ya nggak juga sih.."


"Jangan mulai deh Si.." sahut Arini yang sejak tadi hanya diam saja


"Eh laki loe nggak di tawarin makan apa minum gitu, jauh-jauhan mulu dari tadi" kata Nina sambil tersenyum


Salsa pun melihat Gilang yang sedang mengobrol bersama Denis dan juga beberapa teman yang lain, bahkan Salsa hanya kenal beberapa saja dari mereka.


Ketika Salsa sedang melihat Gilang dan teman-temannya, Gilang juga melakukan hal yang sama dia melihat ke arah Salsa dan pandangan mereka saling bertemu satu sama lain.


Gilang langsung tersenyum ketika Salsa sedang memperhatikan nya, dan senyuman itu langsung menular begitu saja kepada Salsa.


"Mbak di panggil ibu tuh" kata Haikal yang tiba-tiba saja datang entah dari mana


"Mau ngapain...??"tanya Salsa sambil melihat ke arah adiknya itu.


"Ya mana aku tahu mbak.. Udah sih kesana dulu aja nanti juga mbak tahu sendiri"


Dengan terpaksa Salsa pun bangun dan segera pergi menemui ibunya, tidak lama dia sudah kembali dan segera menghampiri Gilang.


"By kamu mau istirahat dulu nggak..??" tawar Salsa


"Bener tuh dek, Gilang mesti istirahat dulu apalagi kondisi nya masih belum pulih benar.."kata Denis sambil melihat Gilang


Denis tahu sahabatnya itu masih sangat lemah, tadinya Denis tidak akan membawanya pulang secepat ini dari rumah sakit. Biar bagaimana pun juga Gilang adalah sahabat baiknya, tapi Gilang terus memaksa untuk pulang apalagi ketika dia tahu Salsa sangat mengkhawatirkan keadaan nya.


"Ya udah yuk by, kamu istirahat dulu aja lagian acara resepsi nya juga masih lama"


Akhirnya Gilang pun mengikuti Salsa, kalau boleh jujur dia memang sudah sangat lelah padahal acara nya masih lama.


Sesampainya di dalam kamar Salsa langsung mempersilahkan Gilang untuk beristirahat.


"Kamu istirahat saja dulu by, nanti kalau sudah waktu nya acara di mulai aku akan membangunkan kamu" kata Salsa sambil merapikan tempat tidur nya.


"Terima kasih sayang, maaf beberapa hari ini Hubby sudah membuat kamu khawatir"kata Gilang yang langsung menggenggam tangan Salsa


"Tidak apa-apa by, yang penting sekarang kamu baik-baik saja dan sudah ada di sini"


"Hubby akan menjelaskan semuanya, kenapa Hubby bisa sampai seperti ini"

__ADS_1


belum juga Gilang mulai bercerita Salsa sudah lebih dulu menghentikan nya.


"masih banyak waktu untuk kita berbagi cerita, sekarang kamu istirahat saja dulu.. nanti kita bicara lagi kalau semua ini sudah selesai"


"Baiklah" kata Gilang sambil tersenyum


Gilang pun mulai berbaring dengan nyaman sedangkan Salsa langsung pergi dari kamar itu untuk kembali bergabung bersama teman-temannya yang lain.


Setelah kepergian Salsa tidak lama Gilang pun mulai terlelap, kondisinya masih benar-benar sangat lemah dan bahkan kaki nya pun kembali terasa sakit karena terlalu lama berdiri.


Arini yang melihat sahabatnya itu kembali turun segera menghampirinya.


"Kamu nggak istirahat juga Sa..?"tanya Arini ketika sudah berada di hadapan Sabahat nya itu


"Nanti saja,"


"Sa.."


"Hmmm"


"Dia bilang nggak kemana saja selama ini..??" tanya Arini penasaran


Salsa menggelengkan kepala nya sebagai jawaban.


"Kamu nggak nanya penjelasan nya sama dia..?"


"Iya itu harus, dia sudah buat kamu kacau beberapa hari ini dan dia kembali dengan keadaan seperti itu"


"Iya nanti aku pasti tanya sekarang temenin aku makan yuk laper nih"


Akhirnya Arini dan Salsa pun berjalan ke arah ruang makan dan di sana mereka mulai makan sambil bercerita.


Waktu berjalan dengan sangat cepat, Salsa baru saja selesai di rias. Begitu pula dengan Gilang yang baru saja selesai berganti baju.


Gilang melihat ke arah Salsa, hari ini Salsa benar-benar terlihat sangat cantik dan anggun bahkan Gilang tidak bisa berpaling dari Salsa.


Salsa yang melihat Gilang sedang melihat ke arahnya langsung bertanya.


"Ada apa by, kenapa kamu lihat aku seperti itu...??"


"Tidak ada, Hubby sangat heran saja kenapa hari ini kamu begitu sangat cantik"


Salsa langsung tersenyum mendengar perkataan Gilang barusan.


"Jadi hari ini saja nih aku cantik nya, sebelum-sebelumnya aku tidak cantik..??"


"Bukan begitu sayang, setiap hari kamu selalu cantik dan itu yang membuat ku sangat takut" Gilang pun memeluk Salsa dari arah belakang.

__ADS_1


"Kamu takut apa by..??"


"Aku takut kamu di ambil orang lain dan pergi meninggalkan Hubby"


"By aku tidak akan pergi kemana pun, aku sudah menjadi milik kamu dan selamanya akan seperti itu"


"Terima kasih sayang" tanpa ragu Gilang mengecup kening Salsa di saat yang bersamaan pintu kamar terbuka


"Sorry mbak ganggu tapi acara akan segera di mulai"kata Siska yang datang pada waktu yang kurang tepat


Gilang dan Salsa pun melihat kearah suara sambil menganggukan kepalanya, sedangkan Salsa malah bersembunyi di belakang tubuh Gilang. Dia benar-benar sangat malu saat ini.


"Ayo sayang kita harus segera turun" kata Gilang sambil membantu Salsa berdiri


Mereka bertiga pun jalan beriringan, sesampainya di taman belakang semua pasang mata langsung tertuju kepada mereka bertiga.


Pasangan pengantin itu pun langsung menyapa para tamu undangan, dengan menghampiri setiap meja yang ada di sana. Acara terus berjalan sampai malam hari.


Dan tepat jam sepuluh malam acara pun berakhir, semua orang mulai masuk ke dalam kamar mereka untuk beristirahat begitu pun Salsa dan juga Gilang.


Saat ini Gilang sudah berada di atas tempat tidur sambil menunggu Salsa keluar dari kamar mandi, tidak berselang lama Salsa pun keluar dan tersenyum ke arah Gilang yang sedang melihat kearah nya.


"Kamu belum tidur by..??"


"Hmmm Hubby nunggu kamu sayang, sini.." Gilang menepuk tempat di sebelah nya yang masih kosong


Tanpa ragu Salsa pun menghampiri Gilang dan duduk di samping laki-laki yang kini sudah sah menjadi suami nya itu.


Gilang langsung memeluk Salsa dengan erat.


"Terima kasih sudah mau menjadi pendamping Hubby dan sabar menunggu Hubby kembali" kata Gilang dengan di akhiri sebuah kecupan di kening Salsa.


"Terima kasih juga karena kamu kembali by, kamu tahu selama beberapa hari ini aku takut kamu benar-benar pergi meninggalkan aku sendiri"


"Itu tidak akan terjadi sayang, jadi apa yang akan kita lakukan malam ini..??" tanya Gilang sambil menatap Salsa


"Sebaiknya kita istirahat karena ini sudah sangat malam dan kamu juga belum sembuh betul"


"Apa kamu tidak mau kita melakukan sesuatu dulu sebelum tidur..?"


"Melakukan apa..??" tanya balik Salsa sambil melihat Gilang


Gilang pun mendekatkan wajah nya dan langsung mengecup bibir mungil Salsa, cukup lama mereka melakukan nya. Karena merasa sudah mulai kehabisan nafas Gilang pun mulai melepaskan Salsa.


"Kita akan tidur dan besok Hubby akan menjelaskan kepada kamu kenapa Hubby menghilang beberapa hari ini"


"Ya"jawab Salsa yang masih kaget dengan apa yang Gilang lakukan barusan, ini memang bukan yang pertama bagi mereka tapi entah kenapa Salsa merasa ada perasaan yang berbeda ketika Gilang mengecup bibirnya kali ini.

__ADS_1


Dan akhirnya mereka pun tidur sambil saling berpelukan satu sama lain.


__ADS_2