
Tidak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat dan sampai sekarang hubungan Salsa dan Gilang tidak ada yang tahu kecuali keluarga dekat dan juga tentunya Arini.
Mereka sangat pandai menutupi hubungan mereka jika di area kampus, Salsa masih saja berbaring di atas tempat tidur matanya masih sangat berat untuk di buka.
Tapi dia merasa ada sebuah tangan yang terus membelai rambutnya.
" Bu Salsa masih ngantuk, biarin Salsa tidur lagi.. " guman Salsa tanpa berniat membuka matanya.
Dan lagi - lagi Salsa merasa pipi nya di usap dengan sangat lembut.
" Hmmmm.. Bu hari ini Salsa libur nggak ke kampus, jadi Salsa mau tidur aja.. " lagi - lagi Salsa tidak membuka matanya
" Mau sampai kapan bunny tidur seperti ini.. ? " kata Gilang dengan suara yang sangat pelan.
Ya Gilang lah yang sudah membangunkan Salsa sejak tadi, dia sengaja datang pagi - pagi kerumah kekasihnya hanya untuk mengajak nya pergi ke suatu tempat.
Tapi setelah sampai disini Salsa malah masih terlelap.
" Ko ibu suaranya kaya Gilang.. ?? " guman Salsa heran
" Bunny ayo bangun sayang, kalau nggak bangun nanti hubby kasih hukuman ya. " kata Gilang sambil terus mengusap pipi Salsa
Salsa pun membuka matanya dengan sempurna karena dia yakin kalau kali ini dia sedang tidak bermimpi.
Dan benar saja dia dapat melihat sosok Gilang sudah duduk di samping nya sambil menatap nya dan jangan lupa kan tangan Gilang yang masih mengelus pipi Salsa.
" Hubby.. ?? " guman Salsa sambil membenarkan posisi nya yang kini menjadi duduk menghadap Gilang.
" Kalau bukan hubby lalu kamu ingin siapa. ? " tanya Gilang asal
" By aku nggak mimpi kan, kamu beneran hubby. ? " tanya Salsa masih tidak percaya
" Iya sayang ini hubby apa perlu bukti. ? " tanya Gilang sambil tersenyum
Salsa melihat jam yang ada di sudut kamar nya dan sekarang baru saja jam 6 pas hari ini dia juga tidak ada jadwal kuliah lalu kenapa kekasihnya ini sudah ada di dalam kamarnya.
Dan salsa pun baru ingat sesuatu, dia baru saja bangun tidur dan Gilang melihat penampilan nya yang seperti ini.
Salsa langsung menarik selimut dan menutup semua badan nya, pagi ini dia sangat malu karena Gilang melihat penampilan nya yang sekarang ini.
" Bunny kenapa kamu bersembunyi di situ.. ? " tanya Gilang heran
" Hubby iih, aku malu kamu lihat aku baru bangun tidur.. " rengek Salsa di balik selimut
__ADS_1
Gilang terkekeh mendengar rengekan kekasihnya itu.
" Sayang walau pun kamu baru bangun tidur tapi kamu terlihat sangat cantik ko.. " kata Gilang sambil tersenyum
" Tapi tetap saja by, aku malu.. " sahut Salsa.
" Sayang kenapa mesti malu toh nanti juga aku bakalan lihat kamu seperti ini setiap hari.. " kata Gilang sambil menarik selimut yang di pakai Salsa sampai terlepas.
Gilang dapat melihat wajah Salsa yang sudah merah dan itu sangat lucu dan menggemaskan di mata Gilang.
" sudah sekarang kamu sebaiknya mandi hubby tunggu di bawah, " kata Gilang sambil mengelus pipi Salsa.
" Ya udah kalau gitu Salsa mandi dulu ya by.. " sahut Salsa yang langsung turun dari tempat tidur nya.
" Hmm jangan lama - lama ya mandinya nanti kita terlambat. "
" Memang kita mau kemana by. ? " tanya Salsa penasaran
" Nanti juga kamu tahu dan sebaiknya kamu sekarang mandi sebelum hubby tinggal.. " ancam Gilang dan sukses membuat Salsa berlari ke arah kamar mandi.
Gilang hanya tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu.
Setelah menunggu hampir 30 menit Salsa akhirnya turun juga, dia langsung berjalan ke arah ruang makan dan duduk di samping Gilang.
" Udah kamu sarapan dulu aja, kata ibu semalam kamu nggak makan malam dan sekarang pasti lapar kan.. ? " kata Gilang yang memang tidak berniat menjawab pertanyaan Salsa.
Semalam Salsa memang tidak ikut makan malam bersama keluarga nya karena sepulang kuliah dia mampir dulu ke penjual bakso langganannya yang tidak jauh dari area kampus.
Mereka pun akhirnya makan dengan tenang hanya terdengar suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring, sedangkan Gilang hanya meminum kopi nya yang sudah di sedia kan oleh calon mertuanya itu.
" By aku sudah selesai sarapan nya.. " kata Salsa setelah meminum habis susu nya.
" Ya sudah sebaiknya kita berangkat sekarang " kata Gilang sambil tersenyum ke arah Salsa.
" Dek kamu sudah selesai.. ? " tanya Gilang kepada Haikal yang tepat berada di hadapannya
" Udah ka.. " jawab Haikal.
" Om, tante kami berangkat dulu ya. " pamit Gilang sambil mencium tangan kedua orang tua Salsa secara bergantian di susul Salsa dan juga haikal.
" Hati - hati ya Lang, tante titip mereka " kata ibu Rina
" Iya tante " jawab Gilang sambil tersenyum.
__ADS_1
Setelah berpamitan mereka bertiga pun mulai berjalan ke arah parkiran dimana mobil Gilang sudah terparkir disana.
" By Haikal ikut sama kita. ? " tanya Salsa heran
" Iya sayang, nggak apa - apa kan.. ? Lagian kasihan juga hari ini dia nggak kemana - mana.. " jawab Gilang sambil membuka kan pintu mobil untuk kekasihnya
Salsa pun masuk dan mulai duduk setelah memastikan kekasihnya duduk dengan benar Gilang pun berjalan ke arah sisi lain mobil ini dan mulai duduk di samping Salsa.
" Sudah siap.. ? " tanya Gilang
" Siap " jawab Salsa dan Haikal secara bersamaan
" Dek ngapain sih loe ikut, ganggu orang pacaran aja.. "kata Salsa tanpa melihat ke arah belakang
" Dih orang ka Gilang yang ngajakin, gue mah hayu - hayu aja.. " jawab Haikal sekena nya
" Udah si yang biarin aja Haikal ikut kan kasihan dia di rumah sendirian.. " jawab Gilang
" Lah emang ayah sama ibu mau pada kemana.. ? " tanya Salsa
" Kali - kali biarin ayah sama ibu ngabisin waktu berdua ini kan hari istimewah buat mereka mbak.. " jelas Haikal
Salsa pun mengerutkan keningnya tanda belum mengerti.
" Susah emang ngomong sama orang yang lola kaya mbak.. " ledek Haikal
" Enak aja, loe ngomong macam - macam lagi gue turunin disini loe.. " ancam Salsa
" Diiih yang punya mobil aja nggak keberatan gue ikut. " kata Haikal tidak mau kalah.
" Udah - udah jangan debat, kalau kalian masih kaya gini mendingan kita pulang lagi aja nih. " ancam Gilang yang sudah kehabisan akal melerai kedua bersaudara ini.
" Jangan " teriak kedua nya secara bersamaan
" Ya udah kita bakalan diem " kata Salsa sambil menekuk wajahnya
" Gadis pintar.. " kata Gilang sambil mengacak - ngacak rambut Salsa.
" Iih hubby kan jadi berantakan rambut akunya.. " Salsa pun kembali merapikan rambutnya.
" Tetap cantik ko sayang.. " goda Gilang
Cukup lama mereka berada di dalam mobil Salsa yang tidak tahu mau di bawa kemana oleh Gilang hanya pasrah saja dia tahu kekasihnya ini pasti sudah menyiapkan sesuatu yang sangat istimewah di depan sana.
__ADS_1