
Setelah menempuh perjalanan yang sangat melelahkan akhirnya mereka sampai juga di depan rumah Salsa.
" By makasih ya buat hari ini aku seneng banget.. " kata Salsa sambil tersenyum
" Syukurlah kalau kamu senang, ya sudah sebaiknya kamu segera masuk, hubby langsung pamit ya.. Titip salam saja buat orang rumah.. " kata Gilang sambil mengelus rambut Salsa.
" Kamu nggak mau mampir dulu by.. ? "
" Sudah malam sayang, lagian kamu juga pasti sangat lelah dan ingin istirahat.. "
" Ya udah deh, kamu bawa mobil nya pelan - pelan aja... Terus nanti kalau sudah sampai rumah langsung kasih kabar ke aku ya by... "
" Iya sayang, ya udah gih sana masuk, selamat malam bunny.. " kata Gilang di akhiri dengan sebuah kecupan di kening Salsa.
" Selamat malam hubby.. " kata Salsa sambil tersenyum.
Dia pun turun dari mobil Gilang dan mulai berjalan ke arah pintu, tidak lama mobil Gilang pun mulai meninggalkan rumah Salsa.
Salsa membuka pintu dan langsung masuk, saat dia sedang berjalan ada suara yang mengagetkannya.
" Dari mana saja kalian.. ? "
Salsa melihat kearah suara dan terlihat Denis sedang melihat ke arah nya sambil melipat kedua tangan nya.
" Eh abang belum tidur.. ? " tanya Salsa sambil mendekat kearah Denis.
" Mana mungkin abang bisa tidur kalau adik abang yang satu ini belum pulang, sekarang jawab pertanyaan abang habis dari mana kalian sampai pulang malam seperti ini.. ? "
" Habis jalan bang, Gilang ngajak aku jalan ke pantai, udah ya bang Salsa mau ke kamar cape banget.. " Salsa pun pergi meninggalkan Denis yang masih saja melihat kearah nya.
Sesampainya di dalam kamar Salsa langsung bersih - bersih dan berganti baju, setelah semua selesai dia pun naik ke atas tempat tidur.
Salsa mengambil handphonenya yang berada di atas nakas di samping kirinya, dia langsung melihat pesan dari Gilang yang mengatakan kalau dia sudah sampai di rumah nya dengan selamat.
Setelah selesai membalas pesan Gilang, Salsa kembali meletakan handphonenya di atas nakas.
Karena dia sudah sangat lelah Salsa pun langsung terlelap.
Sedangkan di tempat lain,
Gilang baru saja selesai membersihkan dirinya, dia langsung duduk di sofa yang ada di balkon kamarnya.
__ADS_1
Dia terus melihat langit malam yang di penuhi oleh bintang.
" Maaf kalau aku harus pergi, tapi sebelum aku benar - benar pergi aku ingin membuat kamu bahagia.. Aku tidak perduli nantinya kamu akan membenci ku atau malah tidak ingin bertemu dengan ku lagi, tapi satu hal yang harus kamu tahu aku sangat mencintaimu sepenuh hati ku.. " guman Gilang
Setelah puas menikmati malam Gilang pun memutuskan untuk segera tidur, karena hari juga sudah sangat malam.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Hari berganti hari bulan pun berganti bulan hari ini adalah hari pernikahan Denis, Salsa dan keluarganya sudah mulai bersiap begitu juga dengan Gilang.
Semalam dia di minta Denis untuk menginap di rumahnya karena hari ini Denis ingin sahabat nya itu menemaninya dalam acara akad nanti.
Setelah semua selesai mereka pun segera bergegas ke hotel, disana akan di adakan akad dan setelah itu langsung resepsi.
Denis yang satu mobil dengan kedua orang tuanya sedangkan Salsa yang semobil bersama Gilang dan juga sepupu Salsa.
Dan masih ada beberapa mobil lagi di belakang mereka, mereka pun mulai meninggalkan rumah.
Sesampainya disana mereka sudah di sambut oleh pihak pengantin wanita, dan acara akad pun akan segera di mulai.
Salsa melihat ke arah Gilang sambil tersenyum, Gilang yang merasa di perhatikan pun langsung melihat ke arah Salsa.
" Kenapa kamu lihat hubby kaya gitu, apa kamu mau juga menikah seperti mereka.. ? " goda Gilang
" Sabar ya bunny nanti aku akan lamar kamu. Yang terpenting sekarang kamu fokus saja dulu sama kuliah kamu, nanti akan ada saat nya kita juga akan seperti mereka.. " jawab Gilang
Mereka pun tersenyum bersama, setelah puas mereka kembali melihat ke arah Denis yang sudah memulai ijab kabul nya.
Setelah selesai acara ijab mereka semua kembali berganti baju untuk menghadiri acara resepsi.
Salsa juga ikut berganti baju dengan gaun yang berwarna hitam, dia terlihat sangat dewasa dan juga semakin cantik ketika mengenakan gaun itu.
Sedangkan Gilang menggunakan kemeja berwarna putih dan juga jas berwarna senada dengan Salsa.
Mereka terlihat sangat serasi, banyak yang melihat mereka berdua dengan tatapan iri dan juga kagum.
Gilang merangkul pinggang Salsa, dia pun mulai membisikan sesuatu di telinga Salsa.
" Kamu sangat cantik, kamu lihat bahkan para tamu undangan saja sampai menatap kamu seperti itu.. Sepertinya aku harus lebih berhati - hati.. " bisik Gilang.
Salsa tersenyum mendengar perkataan Gilang barusan.
__ADS_1
" Apa kamu tidak sadar by, lihat para wanita itu juga menatap kamu. Seakan - akan kamu adalah mangsa mereka.. " bisik Salsa
" Apa kamu cemburu.. " bisik Gilang
Bukan nya menjawab Salsa hanya mengangkat kedua bahunya sambil tersenyum.
Di saat mereka sedang bersama datang Arini dan juga Wulan.
" Akhirnya kalian datang juga.. " kata Salsa menyambut kedua sahabat nya.
" Ya masa bang Denis nikah kita nggak dateng sih.. " jawab Arini
Arini dan Wulan melihat Gilang berada di sana, sehingga mereka pun menyapa Gilang sambil tersenyum.
" Malam pak, bapak disini juga ternyata.. ? " tanya Wulan
" Memang kenapa kalau saya ada disini.. ? " tanya balik Gilang dengan dingin nya
Wulan dan Arini yang melihat sikap Gilang seperti itu merasa takut sendiri, sedangkan Salsa hanya bisa geleng - geleng kepala melihat kelakuan kekasih nya.
" By jangan gitu dong, lihat kamu buat mereka takut.. " kata Salsa
Tapi Gilang malah menatap Salsa dengan sangat tajam.
" Oh iya, Maya sama Nita mana kok gue belum lihat.. ? " tanya Salsa mengalihkan perhatian mereka.
" Katanya sih mereka lagi otw kesini.. " jawab Arini
Di saat mereka sedang berbincang Dafa datang dan menyapa ketiga teman nya.
"Hai guys, makasih ya Sa udah ngundang aku ke acara abang kamu.. " kata Dafa sambil mengecup tangan Salsa.
" Sa, kamu sangat cantik sekali malam ini, aku sampai nggak ngenalin kamu tadi.. " tambah Dafa.
Gilang yang melihat kekasih nya sedang mengobrol dengan seorang laki - laki langsung mendekat dan merangkul pinggang Salsa dengan sangat erat hingga tidak ada jarak di antara mereka.
Dafa yang melihat itu sangat tidak menyukainya, kalau dia tidak ingat sedang berada di sebuah pesta pasti dia sudah menghajar dosen kurang ajar ini, yang sudah berani merangkul wanita yang ada di hadapan nya.
" Jangan tebar pesona.. " bisik Gilang
" Aku nggak tebar pesona by.. " jawab Salsa yang sama berbisik nya.
__ADS_1
" Itu barusan apa.. ?? Aku nggak suka dia mencium tangan kamu seperti itu, kamu itu kekasih aku jadi cuma aku yang berhak.. " jawab Gilang.