PACARKU DOSEN TAMPAN

PACARKU DOSEN TAMPAN
15


__ADS_3

" By kamu mau mampir dulu nggak.. ? " tanya Salsa ketika mereka sudah sampai rumah.


" Kayanya hubby langsung pulang aja ya, oh iya besok kamu ke kampus berangkat jam berapa.. ? " tanya Gilang.


" Paling jam 9 nan.. "


" Ya nggak bisa jemput dong, hubby malah harus berangkat pagi.. " kata Gilang sedikit kecewa.


" Ya udah nggak apa - apa kan masih bisa ketemu disana. Ya udah kalau gitu aku masuk ya, terus nanti kalau udah sampai rumah kabarin ya.. "


" Iya bunny ku sayang, salam ya buat orang rumah.. " kata Gilang sambil mengusap rambut Salsa.


Salsa pun tersenyum sambil menganggukan kepala nya sebagai jawaban, lalu dia pun turun dari mobil.


Tapi dia tidak langsung masuk, Salsa ingin melihat Gilang dulu.


Gilang pun melambaikan tangannya lalu pergi dari sana.


" Assalamualaikum.. " salam Salsa setelah masuk ke dalam rumah.


" Waalaikumsalam.. " jawab Denis dari dalam


" Kamu udah pulang Sa.. ? "


" Udah bang.. " jawab Salsa sambil berjalan ke arah dapur.


" Masak apa mah.. ? " tanya Salsa yang melihat ibu nya sedang memasak.


" Sayur asem.. " jawab mamah tanpa melihat Salsa


" Salsa bantuin ya mah.. "


" Boleh sayang.. "


" Mah tumben masak banyak banget.. ? " tanya Salsa heran.


" Oh itu, keluarga Siska malam ini mau makan malam disini. Sekalian mau membahas persiapan pernikahan abang kamu.. "


Salsa pun langsung membantu mamahnya dia sudah terbiasa berada di dapur, saat dia sedang di dapur handphonenya berbunyi.


Salsa pun segera mengambil handphone nya itu, dia melihat siapa yang sudah menghubunginya.


Senyum nya mengembang ketika tahu siapa yang menghubunginya, dia buru - buru menekan tombol hijau.

__ADS_1


Gilang: " Assalamualaikum bunny.. "


S**alsa: " Waalaikumsalam hubby, kamu udah sampai di rumah.. ?"


G**ilang : " Sudah baru aja sampai, makanya hubby langsung telepon kamu, kamu lagi ngapain.. ? "


S**alsa : " Syukur deh kalau kamu udah sampai rumah. Aku lagi bantuin mamah masak buat entar malam "


Gilang : " Memang kamu bisa masak.. ? "


S**alsa : " Ye jangan di tanya gini - gini juga masakan aku enak tahu.. "


G**ilang : " ya udah kapan - kapan masakin aku ya, ya udah sana bantuin mamah lagi, hubby juga mau mandi dulu.. "


S**alsa : " Iya entar kapan - kapan aku masakin kamu, ya udah aku bantuin mamah lagi ya. assalamualaikum hubby "


G**ilang** : " Waalaikumsalam bunny "


Setelah selesai berbicara dengan Gilang, Salsa pun kembali ke dapur, ternyata disana juga ada Denis.


" Telepon dari Gilang.. ? " tanya Denis penasaran.


" Iya.. " jawab Salsa sambil melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda


" Abang boleh nanya sesuatu nggak sama kamu Sa.. ? "


" Kamu sama Gilang ada hubungan apa sih, kok abang perhatiin kamu semakin deket sama dia.. ? " tanya Denis penasaran


Salsa pun diam, dia tidak tahu harus menjawab apa karena keluarganya tidak ada yang tahu soal hubungan mereka dan hanya satu orang yang tahu, itu juga baru tadi pagi.


" Kalau Salsa jujur abang marah nggak.. ? " tanya Salsa ragu.


" Kenapa harus marah memang kalian ngelakuin kesalahan apa sampai bisa membuat abang marah.. ? "


Mamah melihat kedua anaknya sedang berbicara serius dia hanya akan menjadi pendengar saja dulu.


" Seharusnya bukan Salsa yang ngomong, kak Gilang pengen ngomong sendiri sama abang. Tapi abang udah nanya duluan ke Salsa.. "


" Sa udah jangan berbelit - belit langsung jawab aja sebenarnya kalian ada hubungan apa.. ? " potong Denis


" Salsa sama kak Gilang pacaran.. " jawab Salsa pelan tapi masih bisa di dengar oleh mamah dan kakaknya


" Sejak kapan.. ? " tanya Denis lagi

__ADS_1


" Baru beberapa hari yang lalu.. "


Setelah Salsa mengatakan itu Denis hanya diam saja, Salsa jadi bingung sendiri harus bagaimana.


" Abang marah ya..? " tanya Salsa sambil terus melihat Denis.


" Abang nggak marah Sa, cuma abang seneng aja kalau kamu sama Gilang.. Dia anak yang baik, abang dan keluarga kita juga sudah kenal sama dia cukup lama.. Abang harap kamu sama dia bahagia ya.. " kata Denis sambil mengelus rambut Salsa.


Salsa pun tersenyum dan langsung memeluk abangnya itu.


" Ya sudah sebaiknya kita lanjutin kerjanya nanti keburu keluarga mbak Siska datang.. " kata Denis


Mereka pun kembali melanjutkan pekerjaan mereka, setelah masakan mereka semua selesai dan tertata rapi di meja makan Salsa pun pamit untuk pergi ke kamarnya.


Sesampainya di dalam kamar, Salsa langsung masuk kedalam kamar mandi dia sudah merasa tidak nyaman karena badannya sudah lengket semua.


Tiga puluh menit kemudian Salsa pun keluar dari kamar mandi, dia terlihat sudah lebih segar.


Setelah selesai berganti baju dia pun langsung duduk di atas tempat tidur sambil membuka laptopnya.


Dia tidak ingin menunda lagi tugas - tugasnya, apa lagi salah satu nya tugas dari Gilang, bisa - bisa tuh orang menelan Salsa hidup - hidup.


Cukup lama Salsa berada di kamarnya sampai dia mendengar pintu kamarnya di ketuk dari arah luar.


Tok...tok..tok..


" Masuk aja nggak di kunci.. " kata Salsa setengah berteriak


Tidak lama Salsa melihat pintu kamarnya terbuka dan Haikal pun langsung berbicara.


" Mbak di panggil mamah buat makan malam.. " kata Haikal


" Iya sebentar lagi mbak turun, kamu duluan saja.. " kata Salsa tanpa melihat ke arah Haikal


" Ya sudah tapi jangan lama - lama itu keluarga mbak Siska udah nunggu.. " tambah Haikal


" Iya mbak matiin dulu laptop kamu duluan aja nanti mbak nyusul.. " jawab Salsa sambil melihat Haikal


Haikal pun kembali turun kelantai bawah, dan menemui keluarga nya yang lain.


" Mbak kamu mana sayang.. ? " tanya mamah


" Sebentar lagi turun mah.. " jawab Haikal

__ADS_1


Dan benar saja tidak lama Salsa pun turun dan menghampiri tamu - tamu nya.


Mereka pun segera berjalan ke arah ruang makan, dan malam itu dua keluarga berkumpul menjadi satu.


__ADS_2