
Hari ini Gilang sudah berada di rumah Salsa, mereka akan pergi ke kampus bersama dan sepulangnya mereka dari sana, mereka akan langsung ke salah satu butik langganan keluarga Salsa.
"Pagi by " sapa Salsa sambil menarik kursi yang berada tepat di samping Gilang
"Pagi juga bunny " jawab Gilang sambil tersenyum kearah Salsa.
Salsa pun meminum segelas susu setelah itu dia menatap Gilang.
"Apa.. ??" tanya Gilang karena Salsa terus melihat kearah nya
"Berangkat sekarang aja yuk by" ajak Salsa
"Nggak sarapan dulu bunny??"
"Kamu kaya nggak tahu Salsa saja Lang, dia mana mau sarapan kalau ada jadwal kuliah pagi.. " kata Denis yang baru saja datang dan memilih duduk di hadapan adik kesayangannya itu.
"Diih Nyamber aja.." cibir Salsa sambil tangannya tidak lupa mengambil roti yang sudah di siapkan Bu Rina sebelum nya.
"Lah emang iya kan, kamu mana pernah sarapan di rumah kalau ada kelas pagi" bela Denis yang tetap tidak mau kalah dengan adik kesayangannya itu.
"Iyain aja deh biar cepat "sahut Salsa sambil tersenyum
"By yuk berangkat sekarang, ntar telat lagi kita"
Gilang pun menganggukan kepala nya sebagai jawaban.
Akhirnya Salsa dan Gilang pun berpamitan kepada semua orang Yang ada di sana.
Di dalam mobil seperti biasa Salsa memakan sarapannya.
"By, Kamu coba deh roti lapis ini sangat enak sekali "
Gilang pun membuka mulutnya dan memakan roti lapis yang yang dibawa oleh Salsa, sepanjang perjalanan mereka terus saja bersenda gurau.
Sesampainya di kampus, Salsa dan Gilang pun berpisah.
Salsa pun segera masuk kedalam kelas nya, karena sebentar lagi kelas akan segera di mulai.
"Pagi semua..?" sapa Salsa kepada teman-temannya yang sudah berada di kursi mereka masing-masing.
"Pagi juga Bu dosen" ledek Arini sambil tersenyum kearah Salsa,
"Diih apaan sih, nggak jelas banget"sahut Salsa sambil duduk di samping Arini.
__ADS_1
"Ya kan memang benar, sebentar lagi kamu bakalan jadi nyonya Gilang"tambah Yesi.
"Ya tapi kan nggak gitu juga kali, kalian ini suka ada-ada aja" sahut Salsa sambil tersenyum kearah teman-temannya.
Obrolan mereka pun akhirnya terhenti karena dosen sudah masuk kedalam kelas.
Tidak terasa waktu pun berjalan dengan sangat cepat, jam sudah menunjukan pukul 1 siang dan Salsa baru saja menyelesaikan mata kuliah nya yang terakhir.
"Kantin yuk?" ajak Nina
"Kalian aja deh ya, aku harus pergi soalnya" tolak Salsa sambil merapikan tas milik nya
"Tumben loe buru-buru banget Sa, biasanya juga kita nongkrong dulu di kantin?"tanya Yesi penasaran
"Iya sorry, lain kali aja soal nya aku harus pergi sama ayang aku"sahut Salsa sambil tersenyum.
"Nah tuh orangnya, udah jemput loe Sa" kata Arini sambil melihat kearah pintu kelas mereka
Teman-teman Salsa pun melihat kearah yang sama dan benar saja di sana sudah ada Gilang yang sedang melihat kearah Salsa sambil tersenyum.
"Tuh kan udah di jemput aja"sahut Salsa pelan
"Ya udah sana, jangan sampai ayang nya nunggu lama" ledek Nina dan mereka semua pun tertawa mendengar perkataan Nina barusan.
"Iya hati-hati"sahut Arini
Salsa hanya melambaikan tangan nya sebagai jawaban, dia pun berjalan kearah Gilang.
"Tumben jemput aku sampai kesini, biasanya juga kan nunggu deket mobil" kata Salsa heran
"Nggak apa-apa lagi pengen aja, udah selesai kan kelas nya?"tanya Gilang sambil menggenggam tangan Salsa
"Udah ko"
"Ya udah kita berangkat sekarang aja ya, biar nggak kemaleman pulang nya"ajak Gilang
Mereka pun akhirnya pergi dari tempat itu, sepanjang jalan Gilang tidak melepaskan tangan Salsa barang sedetik pun dan itu membuat beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang melihat nya merasa iri.
Mereka sangat berharap berada di sisi Gilang atau pun Salsa.
Begitu pun dengan Dafa yang melihat kedekatan mereka saat ini, dia merasa sakit hati melihat kedekatan kedua nya tapi mau bagaimana lagi Salsa lebih memilih laki-laki itu di banding dengan dirinya.
Bahkan dia sudah kalah sejak awal, karena tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan perasaan nya kepada Salsa.
__ADS_1
"By kita makan dulu ya"ajak Salsa
"Mau makan dimana?" tanya Gilang sambil melihat kearah pujaan hatinya itu
"Makan bakso di depan aja gimana?"
"Ya udah kita kesana" jawab Gilang sambil tersenyum
Mereka pun segera meninggalkan area kampus.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Tidak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat, Gilang dan Salsa juga baru saja selesai mencoba beberapa gaun pernikahan untuk akad dan juga resepsi nanti, cincin juga sudah mereka beli.
Dan sekarang mereka sedang berada di mobil, di dalam mobil seperti biasa tidak pernah sepi dengan suara-suara mereka, sehingga perjalanan terasa sangat singkat bahkan mereka sampai tidak sadar kalau sudah sampai rumah Salsa.
Gilang pun memberanikan diri untuk membuka suara nya sambil tangan yang satu menggenggam erat tangan Salsa.
"Bunny"panggil Gilang
"Iya by ada apa?" sahut Salsa sambil melihat kearah Gilang
"Besok sama satu Minggu kedepan kamu berangkat sama pulang kuliah nya sendiri dulu ya, Hubby ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan secepat nya" kata Gilang dengan suara yang agak pelan tapi masih bisa di dengar oleh Salsa.
"Kamu mau kemana by, luar kota atau masih di dekat-dekat sini juga?" tanya Salsa kembali.
Memang sudah tidak asing bagi Salsa jika Gilang tidak menemani nya selama beberapa hari bahkan berminggu-minggu, karena selama mereka berhubungan Gilang sudah sering melakukan nya.
Dia akan pergi selama beberapa hari dan setelah urusan nya selesai dia akan segera kembali.
"Hubby mesti ke Singapura"jawab Gilang sambil melihat kearah Salsa
""Ya udah, tapi Hubby nanti di sana hati-hati ya jaga kesehatan nya juga. Nggak usah mikirin yang disini biar aku sama yang lain yang urus"kata Salsa sambil tersenyum.
"Iya, makasih ya sayang dan maaf Hubby harus ninggalin kamu sebentar"sesal Gilang
"Nggak apa-apa by, aku ngerti ko"sahut Salsa sambil tersenyum manis kearah Gilang
Setelah berpamitan Gilang pun segera pergi meninggalkan sang kekasih yang sudah sampai di rumah dengan selamat.
Salsa terus saja melihat kepergian Gilang sampai mobil yang di bawa oleh Gilang benar-benar sudah tidak terlihat lagi oleh nya.
Sejujurnya Salsa sangat ingin Gilang tetap berada di sisinya, mengurus semua kebutuhan pernikahan mereka bersama-sama, tapi mau bagaimana lagi pekerjaan Gilang juga jauh lebih penting karena itu untuk masa depan mereka berdua.
__ADS_1
Setelah puas memandang kearah dimana mobil Gilang menghilang Salsa pun segera masuk kedalam rumah. dia ingin segera beristirahat agar besok dia lebih bersemangat lagi menghadapi hari-harinya tanpa Gilang selama seminggu kedepan.