
Salsa terbangun dari tidur panjang nya, karena kelelahan dia langsung tidur begitu saja. Entah sampai jam berapa semalam mereka melakukan nya, yah jelas saat ini Salsa merasa seluruh badan nya terasa sangat hancur.
Gilang tidak pernah puas menyerangnya, tapi di juga tidak bisa menolak keinginan suaminya itu karena dia juga menginginkan nya.
Salsa melihat ke samping nya, Gilang sudah tidak ada disana.
"Kemana perginya pagi-pagi seperti ini"guman Salsa sambil melihat jam yang ada di samping nya.
Jam baru saja menunjukan pukul 6.30 pagi, di saat Salsa akan turun dari tempat tidur pintu kamar nya terbuka dan Salsa juga dapat melihat kalau itu Gilang.
"Selamat pagi sayang" sapa Gilang sambil menghampiri Salsa yang kini sedang duduk di atas tempat tidur.
"Pagi hubby, kamu dari mana pagi-pagi gini..?" tanya salsa sambil melihat kearah Gilang.
"Hubby habis dari dapur dan sengaja membuat sarapan ini untuk kamu" Gilang pun meletakan piring yang di bawanya di samping tempat tidur setelah itu dia mulai duduk di dekat Salsa.
"Kamu ko nggak bangunin aku sih by..?"
"Hubby lihat kamu sangat nyenyak sekali tidur nya, jadi Hubby tidak tega buat membangunkan kamu." Gilang pun mengelus pipi Salsa dengan sangat perlahan.
"Siapa yang sudah buat aku kaya gini..?"
"Iya maaf, semalam Hubby terlalu bersemangat jadi ya gitu deh" kata Gilang sambil tersenyum
"Oh iya tadi Hubby sengaja masak nasi goreng kesukaan kamu" tambah Gilang
Salsa langsung memeluk Gilang dia benar-benar sangat beruntung memiliki suami seperti Gilang, walaupun terkadang sikap nya selalu dingin tapi itu sama sekali tidak berlaku untuk Salsa.
Gilang akan bersikap lembut dan penuh perhatian ketika bersama nya.
"Terima kasih hubby, kamu memang yang terbaik"
"Sama-sama sayang"balas Gilang sambil mengecup kening Salsa.
"Ya sudah kalau gitu aku mau mandi dulu baru setelah itu makan" Salsa pun bergegas berdiri tapi Gilang kembali menahan nya.
"Apa by..?" tanya Salsa heran dengan kelakuan suami nya ini.
"mau Hubby mandiin nggak... ?" tanya Gilang dengan sebuah senyuman yang menghiasi wajah nya.
"Nggak usah, Hubby tunggu saja disini, nanti yang ada aku mandi nya tambah lama" bisik Salsa
Gilang yang mendengar perkataan istri nya langsung tersenyum, rencana nya sudah di ketahui oleh Salsa.
"Beneran nih nggak mau aku bantu..?" tanya Gilang yang masih berusaha untuk ikut masuk ke kamar mandi
__ADS_1
" Nggak usah aku masih bisa sendiri" setelah mengatakan itu Salsa segera pergi meninggalkan Gilang sendiri.
Melihat tingkah istrinya seperti itu Gilang malah tertawa dengan keras, Gilang pun langsung merapikan tempat tidur dan mengganti seprei nya.
Gilang menyelesaikan pekerjaannya bertepatan dengan di bukanya pintu kamar mandi, salsa tersenyum melihat Gilang melakukan pekerjaan nya.
"Kamu sudah menggantinya by..?"
"Sudah sayang, ya sudah ayo sarapan" ajak Gilang
Mereka berdua pun mulai duduk di kursi yang berada tidak jauh dari sana, Gilang menyuapi Salsa dengan penuh perhatian.
"Kamu sudah makan by..?"
"Nanti saja Hubby gampang"
"Eh nggak bisa gitu dong, kita makan sama-sama saja lagian ini juga terlalu banyak buat aku sendiri"
Salsa langsung mengambil sendok yang sedang di pegang Gilang dan mulai menyuapi suami nya itu, dan jadilah mereka saling menyuapi satu sama lain.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Siang ini baik salsa maupun Gilang sama-sama berada di rumah, karena salsa sudah lulus kuliah jadi dia sedikit bebas. Sedangkan Gilang memang sekarang kampus sedang libur dan pekerjaan nya di kantor juga tidak terlalu banyak.
"By.." panggil Salsa
"iya bunny ada apa..?"
"Aku bosen nih, boleh keluar sebentar nggak..??"
"Memang kamu mau kemana..??"
"Hmmmm cari udara segar saja, mungkin ke taman depan"
"Ya udah Hubby anter"
"Aku sendiri juga bisa by.."
"Hubby anter nggak ada tawar menawar lagi.." kata Gilang dengan tegas sambil menatap Salsa.
"Iya iya Hubby yang anter, ya udah ayo kita berangkat sekarang"
Gilang pun langsung mematikan laptop nya dan bergegas mengambil kunci motor.
"Kita pergi nya pake motor..??" tanya Salsa sambil melihat ke arah Gilang
__ADS_1
"Iya bunny, kenapa kamu nggak suka..??"
"Bukan nya gitu by..."
"Ya udah kita pergi sekarang kalau memang nggak ada masalah, katanya tadi pengen udara segar. Pakai motor udara nya lebih berasa.."
"Iya aku tahu, orang waktu kuliah aku pake motor hampir tiap hari ko.. "kata Salsa pelan tapi masih bisa di dengar oleh Gilang
"Ya udah ayo, nanti ke buru siang tambah panas lagi"
Salsa pun langsung naik ke atas motor dan memeluk Gilang dari belakang, Gilang membawa motor dengan sangat santai jadi mereka dapat menikmati perjalanan mereka.
Tidak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai juga di taman, setelah Gilang memarkirkan motor nya mereka langsung masuk ke area taman.
Salsa memilih duduk di salah satu bangku yang ada di sana, bangku itu tepat menghadap ke arah anak-anak yang sedang bermain bola. ada juga yang sedang berlarian saling mengejar satu sama lain.
Salsa tersenyum melihat pemandangan indah ini, dia berharap Tuhan segera mengirim malaikat kecil kedalam kehidupan mereka.
"Pasti seneng ya by kalau kita sudah punya anak, dia akan berlarian kesana kemari." guman Salsa
"Hmmmm"
"Kapan ya by kita bisa merasakan itu...?"
"Sayang kita harus bersabar, suatu saat pasti dia hadir di tengah-tengah kita.."
"By..."
"Hmmmm"
"Kalau seandainya aku nggak bisa kasih kamu anak gimana..?"
"Sayang kita sudah sering membahas ini, seorang anak tidak perlu yang lahir dari rahim kamu, kita bisa adopsi salah satu anak yang tidak beruntung untuk kita rawat dan besarkan dan mungkin itu jalan kita untuk memiliki seorang anak.."
"Tapi kamu pasti pengen banget punya anak yang benar-benar keturunan kamu bukan dari adopsi"
"Sayang aku tidak akan mempermasalahkan hal itu, dari mana pun datang nya anak itu Hubby akan menyayangi nya. yang terpenting kita merawat nya bersama-sama dengan penuh cinta.." kata Gilang sambil tersenyum
Salsa pun ikut tersenyum dan langsung memeluk Gilang dengan sangat erat. Kalau bukan di tempat umum mungkin Salsa sudah memberikan kecupan di pipi Gilang sebagai hadiah.
"Terimakasih by..."
"Sama-sama sayang, dan kamu juga harus ingat tidak perlu memikirkan soal itu. Kita nikmati saja dulu waktu kita seperti ini karena kalau sudah ada seorang anak di tengah-tengah kita Hubby yakin kita akan sangat sulit untuk berduaan seperti ini"
Salsa langsung menganggukan kepala nya sebagai jawaban, dia akan berusaha untuk tidak terlalu memikirkan soal kehadiran seorang anak di tengah-tengah mereka walau dia sejujurnya sangat menginginkan itu.
__ADS_1