
Tidak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat, pernikahan Gilang dan Salsa juga tinggal menghitung hari tapi sampai saat ini masih belum ada kabar dari Gilang.
Bahkan rencana Gilang yang hanya pergi satu Minggu pun sudah lewat, seharusnya dia sudah kembali tiga hari yang lalu. Tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda dia akan kembali, bahkan ponselnya saja masih tidak bisa di hubungi.
Salsa dan keluarganya sangat khawatir dengan keadaan Gilang sekarang, mereka tidak tahu harus mencari Gilang kemana. Bahkan paman dan bibi Gilang pun sama sekali tidak mengetahui keadaan nya.
Salsa sempat berpikir untuk membatalkan acara pernikahan mereka yang hanya tinggal empat hari lagi, tapi Denis melarang nya dia berpikir sahabatnya itu pasti akan datang.
Saat ini Salsa sedang duduk di taman belakang rumah nya sambil melihat ke arah ponsel milik nya, dia selalu berharap kalau Gilang menghubunginya dan mengatakan kalau dia baik-baik saja.
Di saat dia sedang melamun ada seseorang yang menepuk pundak nya dan refleks salsa melihat ke arah samping kirinya, di sana sudah ada Serli yang sedang berdiri sambil melihat ke arah nya, dengan tatapan yang tidak bisa Salsa artikan.
"Hai Ser, kapan kamu datang..??" tanya Salsa sambil tersenyum
"Baru saja dan kata tante Rina kamu sedang di sini," jawab serli sambil duduk di samping Salsa.
"Ya aku mau di mana lagi, soalnya ibu dan Tante Wati sudah melarang ku untuk pergi kemana pun jadi ya dari pada bosan aku kesini saja. "
__ADS_1
Serli dapat melihat kesedihan di wajah Salsa, dia mengerti pasti saat ini Salsa sedang mengkhawatirkan saudara nya itu. Dia juga tidak habis pikir kemana pergi nya Gilang bahkan asisten Gilang pun tidak mengetahui nya.
Gilang meminta asisten nya untuk tetap tinggal di Jakarta dan mengurus pekerjaan Gilang di sana sedangkan dia pergi sendiri, Serli juga sudah pernah pergi ke Singapura.
Dia ingin melihat langsung keadaan Gilang disana, dengan berbekal alamat hotel yang di berikan asisten Gilang Serli dan suami nya kesana.
Tapi sesampainya di sana serli tidak dapat menemukan Gilang, karena selama ini dia tidak menginap di hotel yang di pesan asisten Gilang itu. Entah dia tinggal di mana selama beberapa hari ini.
Serli juga sangat khawatir dengan keadaan Gilang saat ini, tapi yang dia sangat khawatirkan adalah keadaan Salsa dia terlihat sangat sedih.
"Ada apa kamu kesini Ser..?" tanya salsa sambil melihat ke arah Serli
Salsa langsung menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dia juga mulai menundukan kepalanya, Serli yang melihat hal itu langsung memeluk Salsa dan mengusap rambut nya.
"Gimana kalau dia nggak pernah kembali, gimana kalau dia nggak datang pas acara pernikahan kami" kata Salsa yang sudah mulai menangis.
"Sabar Sa, aku yakin Gilang pasti datang. Aku kenal dia orang yang seperti apa dia bukan orang yang suka mengingkari janjinya sendiri, mungkin dia memang sangat sibuk atau bisa saja kan dia sedang berusaha menghubungi kamu"
__ADS_1
"Tapi ini sudah satu Minggu lebih dan dia masih tidak ada kabar juga, aku benar-benar khawatir dengan keadaannya, Ser kamu kemarin ke sana kan..? Apa kamu bertemu dengan dia..?"
Serli pun menggelengkan kepala nya sebagai jawaban.
"Bahkan selama ini Gilang tidak pernah menginap di hotel Yang seharus nya menjadi tempat tinggalnya selama di sana, kantor yang di sana juga hanya melihat Gilang di hari pertama saja selebihnya mereka tidak melihat Gilang lagi. Bahkan urusan kantor itu di serahkan pada seseorang yang sama sekali belum aku kenal atau pun lihat sebelum nya."jawab Serli
"Lalu kemana pergi nya dia, apa dia sebenarnya tidak ingin menikah dengan ku, makanya dia menghindar dengan cara seperti ini.. ?"
"Jangan bicara kaya gitu Sa, aku yakin Gilang pasti akan datang sebelum hari pernikahan kalian kamu tenang saja ya"
Salsa pun hanya tersenyum dengan sangat di paksakan, dia juga berharap Gilang tidak mengecewakan nya dan juga keluarga mereka, dia masih berharap Gilang datang sebelum hari pernikahan mereka.
Kalau benar Gilang datang dia akan bertanya banyak hal kepada kekasih nya itu karena ini kali pertama Gilang melakukan hal ini kepada nya, membuat dia khawatir dan juga sedih secara bersamaan.
Setelah cukup lama mengobrol akhirnya Serli pun pamit untuk pulang terlebih dahulu, karena hari sudah sore dan sebentar lagi suami nya juga pasti akan pulang.
Salsa mengantar Serli sampai pintu depan, setelah memastikan kalau Serli sudah benar-benar pergi barulah Salsa pergi ke kamar nya, dia ingin beristirahat dan menenangkan pikiran nya yang kacau karena terus saja memikirkan Gilang yang tak kunjung datang.
__ADS_1
Salsa memutuskan untuk pergi mandi terlebih dahulu setelah itu baru dia akan pergi tidur, tidak lupa Salsa juga mengunci pintunya agar tidak ada orang yang bisa masuk ke kamar nya.
Saat ini dia benar-benar ingin sendiri dulu, memikirkan hubungan nya dengan Gilang dan juga memikirkan keadaan Gilang membuatnya benar-benar sangat lelah.