
Sesuai janji Siska tadi pagi, saat ini dia benar-benar membawa adik iparnya itu pergi keluar rumah. Walaupun hanya mencari udara segar di taman tapi itu sudah membuat perasaan Salsa menjadi lebih baik.
Salsa menghirup udara segar sambil memejamkan mata nya, dia berharap angin membawa semua duka dan kekhawatiran nya ini pergi jauh dan menggantinya dengan kebahagiaan.
Siska hanya melihat adik ipar nya itu dan membiarkan nya untuk menenangkan pikiran, dia sangat tahu bagaimana rasa nya berada di posisi Salsa karena dia juga dulu pernah merasakan nya saat belum bertemu dengan Denis, laki-laki yang telah menjadi suami nya sekarang.
Setelah cukup lama Salsa akhirnya membuka matanya dan melihat ke sebelah kiri dimana kakak ipar nya sedang duduk.
"Makasih ya mbak sudah bawa aku kesini.."kata Salsa sambil tersenyum
"Iya sama-sama, lagian mbak juga bosan di rumah apalagi bang Denis lagi nggak ada.. " sahut Siska
Salsa pun ikut duduk di samping kakak ipar nya itu.
"Memang nya bang Denis pergi kemana..??" tanya salsa penasaran
"Mbak juga nggak tahu, dan untuk pertama kalinya juga Abang kamu itu tidak memberitahu mbak dia mau pergi kemana"
"Mungkin bang Denis lupa atau memang urusan pekerjaan"
" Ya mungkin saja, eh iya ngomong-ngomong tadi mbak beli ini"
Siska pun memberikan sebuah es cream coklat ke tangan Salsa dan tentu saja Salsa menerima nya dengan senang hati.
Baru saja Salsa akan memakannya dia malah teringat dengan Gilang, dulu dia selalu membelikan nya es cream coklat tapi sekarang dia pergi entah kemana.
Siska yang melihat adik iparnya itu murung segera bertanya.
"Dek, kamu nggak apa-apa kan..?" tanya Siska khawatir
__ADS_1
Salsa pun menggelengkan kepalanya.
"Aku hanya ingat sama Gilang mbak, dulu kalau kami pergi pasti Gilang tidak pernah lupa membelikan aku es cream, tapi sekarang aku tidak tahu bagaimana keadaannya sama sekali" sahut Salsa sambil menundukan kepalanya.
"Dek, udah dong jangan kaya gini terus.. Kamu harus yakin kalau Gilang pasti baik-baik saja dan nanti dia pasti akan kembali lagi, bukan nya pernikahan ini yang kalian inginkan dari dulu..?"
"Ya mbak benar, aku berharap dia segera kembali dan baik-baik saja"
Siska pun langsung memeluk Salsa, setelah cukup lama di posisi ini dan Salsa juga sudah tidak terlihat sedih lagi akhirnya mereka mulai kembali tertawa.
Banyak hal yang mereka bicarakan, dari yang lucu sampai yang biasa saja bahkan mereka juga mengomentari beberapa orang atau anak yang mereka lihat di taman.
Walaupun sangat sederhana tapi itu membuat perasaan Salsa merasa lebih baik, Salsa sadar kalau selama beberapa hari ini dia salah.
Dia sudah membuat semua orang khawatir kepadanya, mungkin bukan hanya dia saja yang bersedih dan khawatir dengan kepergian Gilang keluarga nya yang lain juga pasti sangat khawatir dengan masalah itu.
Tapi sekarang dia sadar dan tidak akan menunjukan kesedihan nya lagi di hadapan orang-orang rumah maupun keluarga Gilang, dia harus terlihat baik-baik saja agar dia tidak menambah kesedihan keluarga nya itu.
"Mbak, makasih ya udah bawa aku kesini.. "
"Sama-sama dek"
Tidak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai juga di rumah, seperti biasa rumah Salsa sangat ramai apalagi saat ini banyak orang yang sedang mendekor taman belakang untuk acara pernikahan nya nanti yang hanya tinggal satu hari lagi.
Salsa pun melangkah masuk kedalam dan terlihat Serli beserta suami nya juga sudah ada disana.
"Nah itu mereka sudah pulang" kata bu Rina sambil melihat kearah Salsa dan Siska
"Kapan kalian datang..??" hanya Salsa sambil mendekat kearah Serli dan juga suami nya.
__ADS_1
"belum lama ko, kalian habis dari mana..?"
"Dari taman, cari udara segar" jawab Siska yang langsung duduk di samping ibu mertuanya itu.
"Iyalah kali-kali jalan jangan ngurung diri di kamar mulu, kita tahu situ calon pengantin tapi nggak di kamar mulu juga.." ledek serli dan membuat semua orang tersenyum termasuk dengan Salsa.
"Apaan sih nggak jelas banget, ngomong-ngomong kalian kesini sengaja main apa ada perlu apa nih..??" tanya salsa yang sangat penasaran dengan kedatangan Serli kerumah nya ini.
"Tadi nya kita mau ajak kamu jalan, tapi udah keduluan sama mbak Siska jadi ya sudah lain kali saja kita jalan nya.."
"Oh gitu.. sorry ya aku nggak tahu lagian kemarin waktu kamu kesini kamu nggak bilang kalau hari ini mau ngajak aku jalan sih.."
"Iya rencana nya juga dadakan jadi ya gitu deh"
"Sudah-sudah kalian nggak jadi jalan juga nggak apa-apa kan yang penting kamu udah kesini jadi gimana kalau kita bikin apa gitu.. "usul Siska
"Bikin apa maksud nya mbak..?" tanya Salsa yang tidak mengerti arah pembicaraan Siska.
"Maksud nya kita masak atau bikin kue bersama gitu, dari pada serli datang cuma duduk-duduk doang"
"Setuju banget tuh, gimana kalau kita bikin kue sama cemilan yang lain nya buat teman minum teh.. "sahut serli sambil tersenyum
"Ide bagus itu, biar kalian ada kegiatan tidak gosip terus" kata Mirza yang tidak lain adalah suami serli
"Siapa juga yang suka ngegosip mas.."
"Ya kan biasanya gitu, kalau cewek udah pada kumpul pasti pada ngegosip iya nggak Bu.. ?"
Bu Wati yang ditanya hanya bisa tersenyum melihat tingkah mereka, dia berharap kedatangan mereka dapat mengurangi kesedihan putri nya itu.
__ADS_1
Akhirnya para wanita pun pergi ke dapur untuk membuat kue sedangkan Mirza bermain game online bersama Haikal, di dapur terdengar sangat ramai sekali.
Mereka terus saja bercerita dan sesekali tertawa, begitu juga dengan Salsa dia juga ikut tertawa bersama mereka. Bu Rina yang melihat itu berharap putri nya akan kembali ceria seperti sebelum nya.