
setelah mengatakan itu mereka pun segera berjalan ke lantai bawah, salsa melihat Gilang membawa koper yang berukuran sedang dan dia heran kapan suaminya itu merapikan bajunya kesana.
sesampainya di depan rumah benar saja sudah ada mobil yang sudah terparkir tepat di depan gerbang rumah mereka.
ketika sang supir melihat ada yang keluar dari rumah itu dia langsung turun dan membantu sang penumpang membawa barang bawaannya dan menyimpannya di bagasi.
"sayang hubby berangkat dulu ya, kamu baik-baik di rumah.. kalau ada apa-apa kamu suruh saja zaki"
"iya by, hubby juga disana hati-hati ya.. dan ingat harus sering-sering kabarin aku"
"iya sayang.. ya sudah hubby pergi ya Assalamualaikum.."
"waalaikumsalam" sahut Salsa sambil mencium tangan suaminya itu
sebelum berangkat gilang juga sempat mencium kening salsa, entah kenapa dia merasa sedikit berat meninggalkan salsa disini.
padahal ini bukan kali pertama dia harus meninggalkan salsa dalam jangka waktu lama.
salsa terus melihat mobil yang membawa sang suami tercinta pergi, entah kenapa dia merasa ada yang mengganjal di hatinya, sepertinya dia tidak rela kalau gilang pergi.
tapi dia tidak mau menghalangi gilang hanya karena perasaannya saja, maka dari itu dia membiarkan gilang pergi dan dia berdao agar gilang kembali dalam keadaan baik-baik saja.
setelah mobil gilang sudah tidak terlihat lagi barulah salsa masuk kedalam rumah. rumah yang beberapa hari kedepan akan terasa sunyi bagi salsa.
jam sudah menunjukan pukul tujuh pagi dan salsa juga sudah selesai bersiap-siap, hari ini dia harus menghadiri rapat penting.
seharusnya rapat ini denis yang harus menghadirinya tapi karena denis sedang berada di rumah sakit karena siska akan segera melahirkan jadilah dia yang menggantikannya.
apalagi sekarang jabatan salsa adalah wakil dari denis, saat salsa baru saja turun dari tangga bertepatan dengan zaki yang juga baru saja keluar dari kamar nya.
"mau berangkat sekarang mbak..?" tanya zaki ketika melihat salsa
"iya, kamu mau berangkat sekarang...?" tanya balik salsa
"iya mbak, ya sudah biar saya antar sekalian" sahut zaki yang langsung keluar rumah untuk menyiapkan mobil yang akan dia pakai.
salsa pun segera menyusul zaki setelah sebelumnya berpamitan terlebih dahulu dengan mbok ningrum.
__ADS_1
salsa pun membuka pintu depan dan duduk disamping zaki, dan itu hal yang biasa baginya maupun zaki.
"kamu sudah sarapan ki..?" tanya salsa ketika mobill sudah mulai meninggalkan rumah salsa
"sudah mbak, mbak belum sarapan ya...?"
"saya belum laper, " setelah mengatakan itu tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka berdua.
salsa juga tahu betul karakter zaki seperti apa, jika orang yang mengenal zaki pasti akan menyangka kalau zaki ini adalah orang ynag sombong dan juga dingin tapi tidak bagi salsa.
walau terkadang zaki sangat menyebalkan tapi dia adalah orang kedua yang selalu ada ketika dirinya membutuhkan pertolongan.
zaki seperti bayangan gilang yang akan selalu menjaga salsa ketika gilang sedang tidak bersamanya.
walaupun zaki sangat irit berbicara tapi salsa tahu zaki sangat menyayanginya dan juga gilang.
tidak terasa mereka pun sudah sampai di depan kantor salsa, sebelum turun dari mobil tidak lupa salsa mengucapkan terimakasih kepada zaki.
"makasih ya ki.. oh iya nanti pulangnya kamu tidak usah jemput, saya bisa pakai mobil kantor" kata salsa sebelum turun
"iya mbak" sahut zaki
dari pagi bahkan sampai malam salsa berada di gedung ini. para karyawan yang melihat kedatangan salsa segera memberi salam.
mereka sangat menghormati salsa apalagi salsa adalah adik sekaligus wakil dari denis bukan karena itu saja, sewaktu salsa masih menjadi karyawam biasa dia tidak pernah malu bergabung dengan karyawan yang lainnya.
salsa tidak pernah sombong dengan statusnya sebagai adik dari pemilik perusahaan ini, dia selalu menganggap kalau dirinya juga sama dengan yang lain.
dan itu yang membuat dia di segani disini, selain karena kedudukannya, sikapnya juga sangat di sukai oleh yang lainnya.
"selamat pagi mbak" sapa wiwi
" pagi wi."sahut salsa sambil masuk kedalam ruangannya yang tepat berada di sebelah ruangan denis.
wiwi yang melihat kalau bosnya itu sudah masuk kedalam segera mengikutinya.
"bang denis menghubungi kamu nggak..?" tanya salsa setelah melihat wiwi masuk
__ADS_1
"tidak mbak, tapi kemarin sebelum pulang pak denis sudah berpesan kepada saya untuk menyiapkan materi meeting hari ini" sahut wiwi yang langsung menyerahkan sebuah map ke atas meja salsa.
salsa yang melihat itu pun segera mengambil map itu dan mulai membacanya.
"jadi kita meeting sama perusahaan milik dafa..?" tanya salsa ketika sudah selesai membacanya
"iya mbak, dan saya dengar pak dafa nya langsung yang akan datang ke meeting kali ini" sahut wiwi
"ya sudah, kamu siapkan saja semuanya nanti kalau dafa sudah datang kamu kasih tahu saya lagi" perintah salsa
"iya mbak, kalau begitu saya permisi dulu" setelah mengatakan itu wiwi pun segera meninggalkan ruangan salsa.
"sudah lama juga tidak bertemu dengan anak itu, entah seperti apa dia sekarang" guman salsa sambil tersenyum
tepat jam sembilan pagi rapat pun di mulai, ini kali pertama dafa dan salsa kembali bertemu setelah sekian tahun mereka tidak bertukar kabar lagi.
salsa juga sempat mendengar kalau dafa masih sering datang ke rumah singgah miliknya, tapi dia tidak pernah bertemu dengan dafa sama sekali.
apalagai terakhir kabar yang dia dengar dari anak-anak singgah kalau dafa pergi ke amerika untuk mengurus perusahaannya disana.
dan kini dia berada tepat di hadapan salsa.
"selamat pagi" sapa dafa sambil tersenyum
"selamat pagi... kamu apakabar..?"
"aku baik lalu bagaimana dengan kamu dan pak gilang..?" tanya dafa yang terus saja menatap salsa
"kami baik, sudah lama ya kita tidak bertemu bahkan ketika kamu kerumah singgah juga kita tidak pernah bertemu" jawab salsa
"iya, aku juga sudah lama tidak kesana.. semenjak pulang dari amerika aku sudah tidak bisa kemana-mana karena pekerjaan ku semakin banyak"
"anak-anak pasti senang kalau melihat kamu lagi, apalagi kamu sudah lama tidak berkunjung"
"iya mungkin lain kali kalau aku sedang senggang aku pasti akan datang meemui adik-adik disana"
"iya tentu.. ya sudah mari kita mulai saja rapatnya tentu kamu sangat sibukkan.." kata salsa sambil tersenyum.
__ADS_1
mereka pun segera memulai rapat, selama dua jam mereka membahas kerjasama yang akan terjalin sebentar lagi.
dan kemungkinan besar kalau mereka akan sering bertemu karena menangani proyek yang sama.