PACARKU DOSEN TAMPAN

PACARKU DOSEN TAMPAN
⁵⁹


__ADS_3

"tapi salsa tidak apa-apa mbok" kata salsa setelah mbok ningrum memintanya untuk berbaring di tempat tidur.


"biar mbok periksa dulu ya mbak" sahut mbok ningrum yang langsung mengambil termometer untuk mengecek suhu tubuh salsa.


"ya allah mbak demam tinggi ini mah, kenapa masih memaksa untuk pergi bekerja" kata mbok ningrum setelah melihat hasilnya.


"tapi saya tidak apa-apa mbok, setelah minum obat nanti juga akan baik-baik saja"


"saya tidak mau tahu pokoknya hari ini mbak salsa harus istirahat di rumah dan jangan kemana-mana apalagi mau membantah saya" kata zaki yang sudah tidak bisa di bantah lagi


"tapi ki saya harus pergi ke kantor.. kamu tahukan kalau bang denis sedang tidak ada di kantor dan saya harus menggantikannya untuk sementara waktu, apalagi hari ini ada rapat penting" kata salsa dengan wajah yang memelas.


"tidak... ! mbak harus tetap di rumah atau mbak mau di rawat di rumah sakit...?" tanya zaki sambil menatap salsa dengan tajam.


"tidak... saya tidak mau di rawat di rumah sakit, lebih baik di rawat di rumah dari pada harus di rawat di rumah sakit..." sahut salsa cepat


zaki pun terseyum senang setelah mendengar jawaban salsa, karena dia tahu salsa sangat tidak suka pergi ke rumah sakit ketika dia jatuh sakit.


"tapi saya ada meeeting penting hari ini, dan bang denis masih belum pulang" kata salsa yang masih memikkirkan tentang tanggung jawabnya di kantor.


zaki pun berpikir sejenak, dan tidak lama dia pun mulai kembali membuka suara.


"mbak bisa meeting secara online saja dan untuk materinya mbak bisa meminta wiwi untuk mengirimnya ke email milik mbak mudahkan...?"


"hmmmmm.. kenapa aku selalu saja tidak bisa menang dari kamu" kata salsa yang langsung menutup tubuhnya dengan selimut.


dan bersamaan dengan mbok ningrum yang baru saja datang membawa sarapan serta obat untuk salsa.


"mbak makan dulu ya dan setelah itu baru minum obat.. apa mbak mau saya panggilkan dokter yang biasa memeriksa keadaan mbak salsa...?" tawar mbok ningrum


"tidak usah mbok, saya minum obat yang biasa saya minum saja, nanti juga baik" tolak salsa.


"ya sudah kalau begitu mbak sarapan dulu ya setelah itu baru minum obatnya"


salsa pun segera bangun dan bersandar di tempat tidur dia mengambil piring yang baru saja di berikan oleh mbok ningrum kepadanya.


"apa mau si mbok suapi mbak...?" tanya mbok ningrum

__ADS_1


"tidak mbok terimakasih, saya masih bisa makan sendiri" tolak salsa.


"ya sudah kalau begitu saya pergi dulu ya bu." kata zaki setelah melihat salsa menyuap makanan ke mulutnya.


"iya nak, kamu hati-hati ya jangan suka ngebut kalau bawa mobil tuh"


"iya bu, mbak cepet sembuh ya dan jangan lupa banyakin istirahat jangan kerja terus" kata zaki sambil menatap salsa dengan tajam.


"iya iiiih... sudah sana kamu berangkat" usir salsa dan kemballi memakan sarapannya.


setelah itu zaki pun segera pergi ke kantor, karena selama gilang tidak ada dialah yang bertanggung jawab, walaupun kedudukannya hanya seorang asisten tapi dia bertanggung jawab agar perusahaan gilang tidak hancur begitu saja.


"loh kok makannya sudah mbak...?" tanya mbok ningrum ketika melihat salsa baru saja meletakan piring miliknya di atas meja yang berada tidak jauh dari tempatnya.


"saya sudah kenyang mbok," sahut salsa


"hmmm.. ya sudah kalau begitu mbak minum obat ya setelah itu langsung beristirahat dan kalau nanti siang demam mbak masih belum turun juga kita panggil dokter kesini ya.." kata mbok ningrum yang sudah seperti perintah bagi salsa.


salsa hanya bisa pasrah saja ketika mbok ningrum memberinya obat, dia pun tidak banyak membantah dan langsung meminum obat itu.


tidak terasa salsa pun akhirnya tertidur sampai dia tidak tahu kalau haikal datang berkunjung.


"assalamualaikum..." kata haikal saat pintu rumah salsa baru saja di buka oleh mbok ningrum.


"waalaikumsalam, eh mas haikal, mbok kira siapa.." kata mbok ningrum sambil tersenyum


"iya mbok kebetulan saya lewat sini dan tadi bertemu dengan zaki katanya mbak salsa hari ini sedang tidak enak badan ya mbok...?"


"iya mas, mbak salsa demam tapi tadi sudah minum obat dan sekarang sedang beristirahat" sahut mbok ningrum.


"saya boleh lihat mbok...?" izin haikal


"tentu saja boleh toh mas, oh iya mau sekalian mbok buatkan kopi..?"


"boleh mbok makasih sebelumnya.."


setelah mengatakan itu mbok ningrum pun mengantarkan haikal ke kamar salsa, sesampainya di depan pintu kamar salsa mbok ningrum pun meminta haikal untuk masuk kedalam.

__ADS_1


"mas haikal masuk saja ya , si mbok mau membuat kopi dulu"


"iya mbok terima kasih"


setelah kepergian mbok ningrum haikal pun segera membuka pintu kamar kakaknya itu, hal pertama yang dia lihat ketika membuka pintu kamar, dia melihat sang kakak tersayang sedang terbaring lemah di atas tempat tidur.


dengan langkah yang pelan tapi pasti haikal segera menghampiri salsa dan berjongkok tepat di samping tempat tidur salsa.


haikal memegang kening salsa dan benar saja badan kakaknya itu sangat panas terkadang haikal juga mendengar salsa menyebut nama gilang berulang kali.


"yang sabar ya mbak, mbak jangan kaya gini terus, mbak harus sehat lagi demi mas gilang" kata Haikal sambil mencium tangan salsa.


tidak terasa air mata haikal jauh begitu saja, ini kali ketiga dia melihat salsa seperti ini. dan dia selalu tidak bisa berbuat apa-apa.


salas merasakan sentuhan di tangannya dan dia pun mulai membuka mata secara perlahan sedangkan Haikal yang melihat kakaknya akan segera bangun langsung menghapus sisa air matanya.


"dek kamu kok ada disini...?" tanya salsa heran


pasalnya dia belum menghubungi siapa pun sejak pagi jadi tidak ada yang tahu kalau dia sakit hanya orang-orang yang berada di rumah ini saja yang tahu keadaan salsa saat ini.


"iya mbak tadi aku lagi berada di daerah sini dan tidak sengaja bertemu dengan zaki, aku lalu menanyakan kabar mbak soalnya kan sudah beberapa hari ini kita tidak berkomunikasi" jelas haikal


"hmmm jadi zaki yang bilang kalau mbak lagi sakit..?" tanya salsa sedangkan Haikal hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


"ibu tahu soal ini...?" tanya salsa memastikan


"tidak mbak"


"syukurlah, kamu jangan bilang ibu kalau mbak lagi sakit nanti ibu khawatir lagi" perintah salsa


"iya mbak.. tapi mbak harus janji sama aku untuk segera sembuh"


"iya mbak janji, oh iya tolong ambilkan ponsel mbak di dalam tas, mbak harus menghubungi wiwi hari ini ada meeting yang sangat penting dan tidak bisa di undur sedangkan bang Denis masih belum pulang juga sampai sekarang" kata salsa yang mengingat perkataan denis semalam.


kemungkinan kakaknya itu akan berada lebih lama disana karena sampai sekarang denis maupun anak buahnya masih belum mendapatkan kabar tentang gilang.


"sebenarnya kamu dimana by..." kata salsa sambil melihat foto pernikahan mereka yang di pasang di dalam kamar.

__ADS_1


__ADS_2