
Pagi pun datang jam enam pagi Salsa sudah berangkat, dia sengaja berangkat pagi - pagi sekali untuk menghindari Gilang.
Dia tahu pasti Gilang akan datang menjemputnya dan dia belum siap bertemu dengan Gilang saat ini.
" Bu Salsa berangkat ya.. " pamit Salsa sambil mengambil bekal yang sudah di siap kan nya tadi
" Pagi banget sayang kamu berangkat nya. ? " tanya bu Rina
" Iya Salsa ada tugas dan harus di selesaikan sekarang.. " jawab Salsa asal.
Setelah berpamitan dengan kedua orang tua nya Salsa pun mulai pergi menggunakan taksi online yang sudah di pesan nya tadi.
Setelah cukup lama Salsa pergi, Gilang datang ke rumah Salsa.
" Assalamualaikum tan.. "
"Waalaikumsalam"
" Eh Lang ayo sini masuk, kita sarapan bareng. " ajak bu Rina
" Makasih tente saya kesini mau jemput Salsa.. " tolak Gilang
" Loh memang Salsa nggak kasih tahu kamu, dia kan sudah berangkat duluan tadi. Bahkan pagi - pagi sekali sudah berangkat, katanya sih ada tugas yang harus di selesaikan hari ini.. " jawab bu Rina
" Udah berangkat tan..?? Mungkin Salsa lupa kasih kabar ke saya, ya udah kalau gitu tante saya mau ke kampus dulu. " pamit Gilang
" Iya kamu hati - hati ya "
" Iya tante, assalamualaikum "
" Waalaikumsalam " jawab kedua orang tua Salsa secara bersamaan.
" Kenapa sama mereka berdua, apa ada masalah bu. ? " tanya ayah penasaran
" Ibu juga nggak tahu yah.. " mereka pun akhirnya kembali melanjutkan sarapan mereka yang sempat tertunda
Sedangkan di kampus Salsa yang sudah datang dari tadi hanya duduk - duduk saja di lorong sambil memakan sarapan nya.
" Tumben loe udah dateng. " tanya Yesi
" Lagi pengen berangkat pagi.. " jawab Salsa asal.
" Eh, kayanya Natali benaran pacaran deh sama tuh dosen killer. Masa tadi gue lihat dia berangkat bareng sama tuh dosen.. " kata Nina sambil duduk di tengah-tengah Salsa dan juga Yesi.
" Kapan loe lihat kemaren. ? " tanya Yesi penasaran
" Barusan pas gue parkir mobil, gue lihat Natali juga baru keluar dari dalam mobil pak Gilang "
__ADS_1
Salsa yang mendengar itu kembali merasa sangat sakit tapi dia berusaha menahan agar air matanya tidak jatuh.
" Bukan urusan kita kan. " jawab Salsa ketus.
" Iya juga sih tapi gue heran aja sama pak Gilang ko dia malah suka sama Natali.. " kata Nina
" Udah ah gue mau ke kelas bentar lagi mulai. " kata Salsa sambil membereskan bekal nya yang hanya tinggal sedikit.
" Eh gue ikut.. " teriak Yesi dan di susul oleh Nina.
Setelah mendengar kabar kebersamaan Gilang dan Natali dari Nina sejak itu pula Salsa selalu menghindar dari Gilang.
Kadang dia juga menginap di rumah Arini dengan alasan mengerjakan tugas.
Dan saat jam pelajaran Gilang, Salsa sengaja tidak masuk ke dalam kelas nya, kalau pun Gilang datang kerumah nya dia akan diam saja di dalam kamar tanpa mau menemui Gilang walau sebentar saja.
Gilang yang sangat frustasi di perlakukan seperti ini oleh Salsa terus saja mencari celah, sudah tiga hari dia berusaha bertemu dengan Salsa tapi gadis itu nyatanya selalu menghindarinya.
Dan hari ini tekad Gilang sudah bulat dia kan menemui Salsa dan membicarakan akar masalah mereka.
Dia sudah tidak perduli jika penghuni kampus yang lain tahu hubungan nya dengan Salsa, rasa rindu dan penasaran nya jauh lebih besar.
Di saat Gilang mau menemui Salsa dia melihat Arini, akhirnya Gilang pun menanyakan keberadaan Salsa kepada Arini.
" Arini tunggu sebentar.. " panggil Gilang
" Iya bapak manggil saya. ? " tanya Arini
" Kamu lihat Salsa..?? Biasanya kalian suka sama - sama " tanya Gilang.
" Saya tidak tahu dan kalau pun saya tahu, saya tidak akan kasih tahu ke bapak di mana Salsa berada saat ini.. " jawab Arini ketus
" Kenapa kamu bicara seperti itu.. ? " tanya Gilang heran
" Karena saya tidak mau Salsa kembali di sakiti oleh bapak. Sudah cukup Salsa merasa sakit hati selama ini dan saya tidak akan membiarkan Salsa jatuh lagi, saya permisi.. " setelah mengatakan itu Arini pun langsung meninggalkan Gilang tanpa menunggu jawaban Gilang terlebih dahulu.
" Sakit hati..?? Memang apa yang sudah aku lakukan sampai dia sakit hati seperti itu.. ? " guman Gilang yang masih tidak mengerti.
Gilang pun memutuskan untuk pergi ke kantin dan berharap dia akan bertemu dengan Salsa disana.
Dan benar saja setelah dia hampir sampai di kantin dia melihat Salsa sedang berkumpul bersama teman - teman nya.
Tanpa menunggu lebih lama lagi Gilang pun langsung berjalan ke arah meja Salsa.
" Eh pak Gilang kesini.. " kata Yesi yang tepat menghadap kearah Gilang.
Salsa melihat kearah belakangnya dan benar saja Gilang sudah dekat dengan nya tanpa bisa menghindar lagi akhirnya mereka kini bisa bertemu.
__ADS_1
" Kita perlu bicara, kamu ikut sekarang. " kata Gilang sambil melihat ke arah Salsa
" Aku nggak mau.. " jawab Salsa ketus
Sedangkan teman - teman Salsa dan penghuni kantin hanya bisa melihat mereka dengan tatapan yang sangat sulit di artikan.
" Tapi hubby mau kita bicara, sekarang kamu ikut hubby.. " kata Gilang dengan tegas nya, dia sudah tidak perduli jika hubungan nya dengan Salsa di ketahui banyak orang.
" By lepasin aku nggak mau ikut sama kamu.. " rengek Salsa sambil berusaha melepaskan tangan Gilang.
" Nggak, hubby nggak akan lepaskan kamu sampai masalah ini selesai.. " jawab Gilang
Akhirnya Salsa pun mengikuti kemauan Gilang, toh melawan juga tidak ada gunanya.
Gilang pun membawa Salsa ke parkiran.
" Masuk.. " kata Gilang setelah membuka pintu mobil untuk Salsa.
Salsa pun masuk dan duduk di kursi penumpang tidak lama Gilang pun menyusul Salsa dan mereka pun mulai meninggalkan area kampus.
Sepanjangan perjalanan tidak ada yang membuka suara sama sekali, Gilang yang fokus menyetir dan Salsa yang enggan berbicara terlebih dahulu.
Selama satu jam mereka baru sampai di sebuah rumah yang Salsa saja tidak tahu itu rumah siapa.
Gilang membuka kan pintu mobil untuk Salsa.
" Ayo masuk.. " ajak Gilang
Salsa melihat ke sekeliling rumah ini dan terlihat sangat sepi.
" Kamu kenapa bawa aku kesini by.. ? " tanya Salsa penasaran
" Masuk nanti kita bicara di dalam.. " kata Gilang
Salsa pun akhirnya mengikuti langkah Gilang untuk masuk kedalam rumah, Gilang membuka pintu sambil mengucap salam begitu pun Salsa juga mengucap salam.
Setelah mereka berjalan kedalam rumah tidak lama ada seorang wanita paruh baya yang datang menghampiri mereka.
" Aden sudah pulang.. ? " tanya wanita itu
" Iya mbok, mbok kenalin ini Salsa dan Salsa ini mbok Ningrum.. Beliau yang mengurus rumah ini.." kata Gilang memperkenalkan mereka
" Mbok saya mau ke atas dulu dan tolong jangan ganggu saya.. " perintah Gilang.
" Baik den, kalau gitu si mbok kebelakang dulu. " pamit mbok Ningrum
Gilang pun menarik tangan Salsa dan membawanya ke lantai tiga.
__ADS_1