
di dalam mobil salsa sudah di interogasi oleh zaki, dan dia tahu zaki tidak bermaksud lain terhadapnya, dia hanya mengkhawatirkan istri dari bos sekaligus temannya itu.
apalagi selama gilang pergi zaki lah yang Bertanggung jawab atas perusahaan dan juga salsa.
"kenapa mbak pulangnya malam sekali, sendirian pula di jalan seperti itu" kata zaki yang sama sekali tidak melirik salsa.
"mbak ada meeting disitu, orang nya meminta sekalian makan malam jadi mbak tidak bisa menolak, lagi pula tadi ada wiwi yang menemani mbak tapi karena sudah malam jadi mbak memintanya pulang terlebih dahulu" jelas salsa
"tapi mbak bisa saja kan meminta untuk di antar pulang oleh asisten mbak itu...?"
"rumah dia dan juga mbak itu berlawanan arah, kalau dia mengantar mbak dulu baru pulang kasian ke dianya.. apalagi dia selalu berangkat lebih pagi dari yang lain karena jarak rumahnya sangat jauh dari kantor" jawab salsa
dia tahu persis bagaimana keadaan asistennya itu, itu kenapa ketika dia di angkat menjadi wakil denis salsa tanpa ragu meminta denis untuk menjadikan wiwi asistennya lagi dengan alasan karena sudah cocok dengan wiwi.
nyata nya selain sudah cocok salsa juga tahu bagaimana keadaan keluarga sang asisten, dia berasal dari keluarga sederhana, ibunya hanya penjual nasi uduk di kala pagi datang.
sedangkan sang ayah sudah pergi meninggalkan nya di saat wiwi baru saja berusia sepuluh tahun. untuk memenuhi biaya sehari-harinya wiwi menjajakan dagangan milik salah satu tetangganya.
dan setelah lulus SMA dia juga sekolah sambil bekerja di salah satu kafe yang tepat berada tidak jauh dari kampus salsa dulu.
wiwi juga harus membiayai kebutuhan adik-adiknya yang masih kecil-kecil. oleh karena itu salsa sangat senang bekerja dengan wiwi.
"tapi mbak bisa kan menghubungi saya ataupun bapak untuk datang menjemput mbak, coba tadi kalau saya tidak datang tepat waktu, bisa-bisa mbak sudah di bawa pergi oleh laki-laki tua itu" kata zaki yang masih kesal dengan salsa.
"hmmmm.. iya mbak tahu mbak salah.. tadinya mbak pikir akan pulang naik taksi saja, tapi nyatanya dia malah datang menghampiri mbak" sesal salsa
"lain kali kalau mbak ada meeting dengan orang itu lagi mbak harus menghubungi saya.. biar saya yang menemani mbak langsung" kata zaki dan itu sudah tidak bisa di bantah lagi oleh salsa.
walaupun zaki hanyalah anak dari pembantu gilang tapi mereka sudah menganggap zaki sebagai keluarganya, dan selama kenal dengan zaki dia tidak pernah berbuat macam-macam terhadap salsa maupun gilang.
tidak terasa mereka sudah sampai di depan rumah zaki segera memasukan mobil ke dalam garasi yang memang sudah di buka oleh pak sobri.
"bapak belum tidur...?" tanya zaki ketika baru saja turun dari mobil
"belum nak, bapak mengkhawatirkan kalian berdua apalagi ini sudah hampi tengah malam tapi kalian belum pulang" sahut pak sobri
__ADS_1
"maaf ya pak tadi salsa ada meeting dulu dan pulangnya malam" sesal salsa
"iya tidak apa-apa mbak, yang penting sekarang mbak dan zaki sudah pulang dan itu sudah membuat hati saya tenang" kata pak sobri sambil tersenyum ramah.
"ya sudah saya mau ke kamar dulu ya pak, bapak juga segera istirahat" kata salsa dan setelah mengatakan itu dia pun segera masuk kedalam rumah.
hari ini dia sangat lelah sekali dan ingin segera cepat-cepat membaringkan tubuhnya di atas kasur yang empuk.
"ya sudah pak ayo kita masuk" ajak zaki
pak sobri dan zaki pun berjalan beriringan dan mulai masuk kedalam kamar mereka masing-masing.
sudah seminggu sejak kejadian malam itu, denis juga sudah kembali lagi ke kantor dan setiap ada herawan selalu denis yang akan menemuinya.
salsa juga sempat menceritakan kejadian malam itu kepada denis, dan tentu saja denis sangat marah dan ingin memutuskan secara langsung kerjasama diantara mereka.
tapi salsa berhasil membujuk denis, dia tidak ingin denis harus membayar denda karena memutus kerjasama secara sepihak.
dan sampai sekarang gilang juga belum kembali, terakhir mereka berkomunikasi adalah tiga hari yang lalu.
saat ini salsa sedang berada di kantin, dia sedang makan siang tapi sejak tadi dia sama sekali tidak menyentuh makanannya itu.
arini yang melihat sahabatnya itu hanya mengaduk-aduk makanannya saja pun langsung bertanya.
"loe kenapa sih sa...?" tanya arini
arini memang sangat sering berkunjung ke kantor salsa karena kantor arini dan salsa berdekatan jadi mereka lebih sering menghabiskan waktu bersama.
mereka juga sering makan siang bersama baik di luar kantor, di kantin tempat kerja arini ataupun sebaliknya.
"hmmm... gue kangen sama suami, gue rin..." sahut salsa
" dia kan pergi buat kerja, bukan main sa.. dan lagipula loe juga tahu situasi kantor dia disana seperti apa"
"iya gue tahu tapi tetap saja gue kangen banget sama dia, entah kenapa perasaan gue Akihr-akhir ini nggak enak banget"
__ADS_1
"loe jangan berpikir yang macam-macam deh sa, loe berdoa saja agar pak gilang baik-baik saja disana"
"amiin"
"semangat dong sa, masa entar pak gilang pulang loe nya malah sakit"
akhirnya salsa pun memakan makan siangnya yang sejak tadi dia abaikan.
"aku kangen kamu by," kata hati salsa
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
malam ini salsa tidak bisa tidur sama sekali, dia terus menatap ponselnya dan berharap orang yang sangat di rindukannya menghubungi dirinya.
tapi sampai jam satu pagi tidak ada telepon ataupun pesan masuk ke ponsel salsa, karena merasa sangat haus salsa pun turun dan berniat untuk mengambil air minum di dapur.
sesampainya di dapur dia melihat zaki sedang memasak sesuatu.
"mbak perlu sesuatu...?" tanya zaki ketika melihat salsa masu ke dapur
"saya mau membuat kopi" sahut salsa
"ya sudah mbak duduk saja di sana biar saya yang akan membuatkannya untuk mbak"
tanpa menunggu zaki mengulang perkataannya salsa pun segera duduk di kursi yang berada tidak jauh dari tempat zaki sekarang.
"kamu sedang masak apa ki...?" tanya salsa penasaran.
"mie mbak.. mbak mau biar sekalian saya buatkan.."
"boleh" sahut salsa
kalau boleh jujur dia juga sudah mulai lapar karena dari tadi siang dia tidak makan apa pun juga, entah kenapa dia tidak lapar dan hanya memikirkan sang suami yang sampai sekarang masih saja belum ada kabar beritanya.
salsa juga sempat teringat kejadian beberapa tahun yang lalu ketika gilang pergi ke singapura disaat mereka akan melangsungkan pernikahan dan gilang kembali dengan keadaan yang tidak baik-baik saja.
__ADS_1
tapi pikirannya itu langsung di tepis begitu saja, karena gilang sudah beberapa kali pergi ke singapura setelah mereka menikah dan tentu saja gilang kembali dengan selamat.