
saat tengah malam Denis masuk ke kamar Salsa secara diam-diam, dia memperhatikan keadaan adik nya itu. Sepertinya Salsa baru saja menangis dan mungkin karena lelah dia akhirnya tertidur, sebenarnya Denis merasa sangat kasihan dengan keadaan adiknya itu dia benar-benar sangat mengkhawatirkan keadaan Salsa saat ini.
Seharusnya Salsa sedang bahagia karena sebentar lagi dia akan segera menikah dengan kekasih nya, tapi entah apa yang terjadi dengan Gilang yang sampai sekarang menghilang tidak ada kabar nya sama sekali.
Sejujurnya Denis ingin sekali memukul kepala Gilang agar dia sadar karena telah menyia-nyiakan adik kesayangan nya, tapi itu mungkin terjadi jika Denis belum tahu siapa Gilang.
Nyatanya Denis sangat tahu Gilang orang seperti apa, apalagi dia juga tahu Gilang sangat mencintai adik nya itu jadi tidak mungkin kalau dia dengan sengaja ingin meninggalkan Salsa di saat seperti ini.
Denis sempat berfikir hal yang paling buruk tentang Gilang, bisa saja kan terjadi sesuatu dengan nya dan dia tidak ingin membuat semua orang mengetahuinya.
Denis membelai rambut Salsa dengan sangat lembut, dia berjanji akan segera membawa Gilang kehadapan Salsa agar adik nya itu tidak terus-terusan bersedih seperti ini.
"Kamu sabar ya dek, Abang janji akan membawa Gilang kembali ke sisi kamu apa pun yang terjadi nanti dia pasti akan Abang bawa ke sini.."kata Denis pelan
Setelah mengatakan itu Denis pun segera pergi dari kamar Salsa dan kembali ke kamar nya, dia harus beristirahat untuk menjernihkan pikiran nya dan juga berharap besok ada kabar dari salah satu anak buah nya yang memang sengaja dia tugaskan untuk mencari Gilang di Singapura.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Pagi pun tiba, pagi-pagi sekali Denis sudah pergi entah kemana bahkan Siska saja tidak tahu suaminya itu akan pergi kemana.
Dia pergi sangat terburu-buru setelah menerima telepon dari seseorang, yang Siska tahu mungkin suaminya itu tidak akan pulang malam ini dan meminta Siska untuk menghibur Salsa agar dia tidak terlalu bersedih.
Setelah selesai bersiap Siska pun turun ke lantai bawah untuk membantu ibu mertuanya menyiapkan sarapan, di rumah ini juga sudah ada beberapa kerabat jauh yang sengaja datang lebih awal untuk membantu pernikahan Salsa dan Gilang nantinya.
"Bu biar Siska bantu" kata Siska sambil tersenyum ke arah ibu mertuanya itu
" ah kamu Sis, kamu bersihkan saja sayuran itu ya.." pinta Bu Rina
"iya bu"
Siska pun mengambil sayuran yang sudah di siapkan Bu Rina dan mulai memotong nya.
"Oh iya tadi ibu lihat Denis keluar nya pagi sekali, mau kemana dia.. ?"tanya Bu Rina yang memang tidak sengaja melihat putra nya itu keluar rumah
__ADS_1
"itu.. hmm, bang Denis ada kerjaan Bu.." jawab Siska ragu karena dia sendiri juga memang tidak tahu suaminya akan pergi kemana, yang dia tahu suaminya pergi setelah menerima telepon dari seseorang dan dia berharap suaminya itu akan baik-baik saja.
"Oh gitu, tapi pagi sekali dia pergi nya.."
"Iya Bu.."
Akhirnya mereka pun kembali melanjutkan acara memasak pagi ini sambil sesekali mengobrol dan bercerita tentang persiapan pernikahan Gilang dan juga Salsa.
Setelah semua siap Bu Rina meminta Siska untuk memanggil semua orang termasuk salsa juga untuk sarapan bersama.
Siska mengetuk pintu kamar Salsa berulang-ulang tapi tidak ada jawaban sama sekali dari dalam, Siska pun langsung membuka pintu kamar Salsa yang memang tidak di kunci dan terlihat kalau yang punya kamar sedang melamun di balkon.
Siska berjalan kearah Salsa dan menyentuh pundak Salsa dengan sangat pelan, Salsa yang merasa ada yang menyentuh nya segera berbalik dan melihat kakak ipar nya sedang melihat kearah nya, Salsa berusaha tersenyum kepada Siska.
"Mbak"sapa Salsa dengan senyum yang sangat di paksakan
Siska dapat melihat kesedihan di mata Salsa.
"Sa kamu tidak apa-apa kan..?"
"Ibu minta mbak buat panggil kamu, kita sarapan dulu.." kata Siska sambil melihat mata adik ipar nya itu yang masih terlihat agak bengkak akibat terlalu banyak menangis.
"Kalian duluan saja, nanti aku nyusul lagian Salsa juga belum terlalu lapar mbak.."
"Sa, mbak tahu kamu itu sedang sedih tapi kamu juga harus menjaga kesehatan kamu.. kamu harus ingat sebentar lagi kamu akan menikah, kan tidak lucu kalau pas hari H nya pengantin wanita jatuh sakit.." kata Siska sambil membelai rambut Salsa
"Tapi sampai sekarang Gilang belum juga ada kabar nya mbak, bagaimana kalau dia tidak datang atau kita batalkan saja pernikahan ini sampai dia kembali nanti mbak.." kata Salsa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Sayang, kamu harus percaya sama Gilang dia pasti akan datang.. Kita berdoa saja dia akan baik-baik di sana"
"Iya mbak, aku harap juga begitu"
Siska langsung memeluk Salsa dan berharap pelukan nya ini dapat mengurangi kesedihan sang adik ipar tercinta, Siska juga berharap masalah Salsa segera selesai.
__ADS_1
"Gimana kalau sehabis sarapan kamu temenin mbak jalan..?" kata Siska yang tiba-tiba memiliki ide untuk mengajak Salsa jalan-jalan menghirup udara segar.
"Emang boleh mbak...?" tanya Salsa ragu
"Bolehlah orang cuma sebentar aja ko, nanti mbak yang ngomong sama ibu.. Sekarang kita turun untuk sarapan dulu pasti yang lain sudah menunggu" ajak Siska
"Aku nanti saja mbak sarapan nya"
"Beneran nih kamu nggak mau sarapan, apa kamu mau mbak buatin susu hangat..?" tawar Siska
"Iya boleh mbak, makasih"
"Ya sudah kamu tunggu sebentar ya, mbak buatin dulu susu nya"
Salsa hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban, sedangkan Siska sudah mulai meninggalkan kamar Salsa.
Ibu yang melihat Siska datang sendiri langsung bertanya tentang putri nya itu.
"Sis, Salsa mana..? Apa dia nggak sarapan lagi..??" tanya Bu Rina
"Dia di kamar Bu, katanya masih kenyang.. Tapi aku mau buat susu hangat buat dia ko Bu.." jelas Siska
"Hmmm.. anak itu selalu saja seperti itu kalau sedang ada masalah, "kata bu Rina sambil menggelengkan kepalanya.
"Oh iya Bu, nanti aku mau ajak Salsa jalan ya biar dia nggak sedih terus.. Siapa tahu setelah menghirup udara segar dia merasa lebih baik.."
"mau kemana kalian...?" tanya Bu Rina penasaran
"Nggak jauh ko Bu paling juga di taman, nggak apa-apa kan..?"
"Ya sudah kamu bawa saja adik kamu itu, siapa tahu mood nya juga jadi lebih baik setelah dari sana nanti"
"Iya Bu, ya sudah aku mau kasih ini dulu ke Salsa"
__ADS_1
Bu Rina pun menganggukan kepala nya sebagai jawaban, dia berharap menantunya itu bisa menghibur Salsa. Sebenarnya keluarga Salsa dan juga keluarga Gilang sangat khawatir dengan keadaan mereka berdua tapi mau bagaimana lagi Denis berjanji akan membawa Gilang sebelum pernikahan mereka terlaksana.
Dan Bu Rina berharap putranya itu dapat membawa kebahagian putri nya kembali, sebenarnya mereka juga berencana untuk menunda pernikahan ini tapi Denis dan juga Serli melarang nya, mereka yakin Gilang akan kembali sebelum hari pernikahan tiba.