PACARKU DOSEN TAMPAN

PACARKU DOSEN TAMPAN
⁶⁴


__ADS_3

gilang kecil terus memakan makanannya, jujur saja dia sudah sangat kelaparan. setelah selesai dia pun segera keluar kamar karena penasaran dengan suara ribut yang tejadi di luar.


setelah cukup lama mencari-cari akhirnya dia menemukan juga tempat keributan berasal, dia melihat banyak anak-anak sedang bermain bersama penggurus panti yang lain dan tentu tidak ketinggalan ada bunda heti juga disana.


bunda heti yang melihat gilang langsung memintanya mendekat.


"sini nak" pinta bunda heti


tanpa ragu gilang pun mendekat ke arah bunda heti dan duduk tepat di sampingnya, tapi mata nya tetap saja melihat kearah sekitar.


"ini tempat apa...? kenapa banyak sekali anak-anak disini...? apa mereka anak bunda...?" tanya gilang, bunda heti hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari gilang.


"ini rumah bunda, dan bunda menjadikan rumah ini sebagai tempat untuk anak-anak tinggal.. mereka adalah anak-anak yang tidak beruntung dan juga tidak memiliki rumah" jelas bunda heti


Gilang yang mendengar itu pun langsung merasa sangat sedih, nasibnya juga sama dengan anak-anak disini, dia sekarang tidak punya tempat tinggal setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan.


dan rumahnya juga di ambil paksa oleh orang yang sama sekali tidak dia kenal, sebenarnya dia hendak pergi kerumah salah satu kerabat jauh nya dari pihak ayah, tapi di perjalanan dia malah bertemu orang jahat sehingga membawa dia ketempat ini.


dan sejak hari itu gilang pun tinggal di panti asuhan bunda sampai dia bertemu dengan keluarganya.


FLASHBACK OFF


hari semakin malam salsa dan zaki masih betah berada disana, tepat jam sembilan malam akhirnya mereka memutuskan untuk pulang karena besok pagi-pagi sekali mereka harus ke kantor.


salsa juga meminta ijin kepada bunda heti untuk kembali datang ke panti asuhan ini dan tentu saja bunda heti sangat senang mendengarnya.


sesampainya di rumah salsa pun terpikir dengan rumah singgahnya yang sudah sangat lama sekali tidak dia datangi.


semenjak menikah dan bekerja salsa mempercayakan rumah singgahnya kepada salah satu orang kepercayaan nya.


"sebaiknya aku juga kembali melihat rumah singgah itu" guman salsa.


karena merasa sangat lelah akhirnya salsa pun tertidur dengan cepat.


🌺🌺🌺🌺🌺


salsa melewati hari-harinya seperti biasa, tidak ada yang istimewah. untuk mengalihkan ingatannya terhadap gilang dia pun kembali aktif di rumah singgah dan juga kadang dia berkunjung ke panti asuhan milik bunda heti.


sedangkan kunjungannya ke rumah singgah hanya dia lakukan saat libur kerja saja.


salsa juga memutuskan untuk mengadopsi reihan, dia berharap reihan bisa mengobati rasa kesepiannya setelah di tinggal sang suami tercinta.


dan semua itu dia sudah utarakan kepada seluruh keluarga, mereka semua sangat setuju jika salsa mengadopsi reihan.

__ADS_1


dan hari ini salsa akan menjemput reihan di panti asuhan di mana reihan selama ini tinggal.


"kamu sudah siap sayang...?" tanya salsa ketika sudah sampai di panti asuhan


"sudah, reihan juga sudah pamit dengan adik-adik dan teman yang lain" sahut reihan.


"itu bagus, ya sudah sekarang kita berangkat ya,"


setelah berpamitan dengan semua orang mereka pun mulai meninggalkan panti asuhan, reihan duduk di belakang sedangkan salsa di depan bersama dengan zaki.


setelah menempuh perjalanan yang lumayan melelahkan karena sekarang adalah jam pulang kantor jadi jalanan lebih padat dari biaasanya.


sesampainya di rumah salsa langsung membawanya masuk dan memperkenalkan kepada seluruh penghuni rumahnya.


"nah rey, kenalkan ini mbok ningrum dan juga pak sobri mereka ini adalah orang tua kak zaki sekaligus orang yang menjaga rumah ini" kata salsa


reihan pun langsung mencium tangan mbok ningrum dan pak sobri secara bergantian.


"jadi ini anak yang kemarin mbak salsa ceritakan itu...?" tanya mbok ningrum


"iya mbok, oh iya kamarnya sudah di bereskan apa belum...?" tanya salsa memastikan


"sudah mbak, kamarnya tinggal isi saja.. mau si mbok antar ke kamar...?"


"ayo kita lihat kamar kamu" ajak salsa


reihan pun mengikuti salsa, sesampainya di lantai atas salsa pun berhenti di sebubah pintu yang sudah bisa di pastikan kalau itu adalah kamar raihan.


salsa membuka pintu kamar dan langsung mempersilahkan reihan untuk masuk.


"ini dia kamar kamu, bagaimana apa kamu suka...?" tanya salsa sabil terus memperhatikan ekspresi Reihan.


"suka sekali kak.. reihan sangat suka kamar ini.. tapi apa kamar ini tidak terlalu besar untuk reihan...?" tanya reihan ragu


"tidak sayang ini tidak besar" sahut salsa sambil terseyum.


salsa sangat mengerti kenapa reihan bicara seperti itu, karena di panti setiap kamar terdapat beberapa anak yang menempati dan sekarang disini dia memiliki kamar sendiri tanpa berbagi dengan yang lain.


"dan satu lagi mulai sekarang kamu panggil mommy bukan kakak ok..."


"apa boleh...?" tanya reihan ragu sambil menatap salsa


"tentu saja boleh, mulai sekarang dan seterusnya kamu adalah anak mommy dan tidak akan ada yang bisa memisahkan kita ok..." reihan langsung menganggukan kepalanya sebagai jawaban dan di detik berikutnya dia sudah memeluk salsa dengan erat.

__ADS_1


"mommy.." panggil reihan sambil menangis di pelukan salsa


"iya sayang mommy ada disini" sahut salsa yang juga ikut menangis.


Reihan sangat senang akhirnya dia bisa merasakan kasih sayang seorang ibu lagi, sejak bayi dia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.


ibunya meninggal sesaat setelah melahirkannya, dan setelah itu dia pun tinggl bersama dengan neneknya, tapi baru saja Reihan berusia hampir empat tahun sang nenek meninggal dunia.


dan sejak itu dia harus tinggal bersama sang ayah yang sudah menikah lagi, sedangkan sang ibu sambung tidak suka dengan kehadiran raihan.


dan tepat usia reihan lima tahun dia di tinggalkan di sebuah jalan yang sangat sepi dan sangat jauh dari rumah nya, selama enam bulan reihan kecil tinggal di jalan.


untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya dia mengemis jika dia tidak mendapatkan apa-apa maka dia juga harus menahan perut kecilnya kelaparan.


sampai suatu hari dia hampir saja di cullik oleh orang yang berkuasa di daerah itu, reihan kecil terus saja berlari tanpa tahu arah karena dia tidak mau jika harus ikut dengan sang preman.


beruntungnya pada saat yang tepat dia bertemu dengan gilang dan membawanya ke panti asuhan bunda, sejak saat itu dia tinggal disana sampai hari ini.


"kamu istirahat saja dulu ya, nanti saat makan malam mommy panggil" kata salsa


setelah itu salsa pun meninggalkan reihan di dalam kamar sedangkan dia sendiri masuk ke dalam kamarnya untuk bersih-bersih dan bergati baju.


"by, aku bawa reihan kesini dan mengangkatnya menjadi anak kita, aku harap dengan kehadirannya disini mampu membuat aku sedikit terhibur" guman salsa sambil melihat kearah foto dirinya dan juga gilang yang sedang berpelukan.


tok... tok.. tok..


pintu pun terbuka dan memperlihatkan reihan yang sudah berganti baju.


"sudah waktunya makan malam, ayo kita turun ke bawah" ajak salsa


reihan pun meraih tangan salsa dan mulai mengikutinya kearah ruang makan.


"hmmm makan malam nya terlihat sangat lezat" sahut salsa yang langsung menarik kursi.


reihan duduk tepat di samping salsa


"kamu mau makan apa sayang..?" tanya salsa


"ini dan ini" tunjuk reihan


salsa pun mengambil menu makanan yang ingin di makan oleh anaknya itu.


"besok mommy akan mendaftarkan kamu kesekolah, mommy harap kamu bisa belajar dengan rajin ya..." kata salsa sambil tersenyum

__ADS_1


"iya mom, rey janjji akan belajar dengan rajin dan membuat mommy bangga sahut reihana sambil tersenyum.


__ADS_2