
Salsa terbangun dari tidur nya dia melihat ke sekitar kamar nya yang sudah di hias dengan sangat cantik nya, Salsa pun mengingat kejadian semalam dan dia berharap semalam bukan hanya mimpi nya saja.
Dia segera bangun ketika ada seseorang yang membuka pintu kamarnya, Salsa melihat Siska baru saja masuk dengan membawa sarapan untuk nya.
"Kamu baru bangun dek..? Ayo segera bersiap sebentar lagi akan ada orang yang datang untuk merias kamu" kata Siska sambil meletakan nampan yang di bawanya di atas meja yang berada tidak jauh dari Salsa.
"Mbak.."
"Ya ada apa dek..??" Siska pun berjalan mendekat dan duduk di samping Salsa
"Apa semalam..." kata Salsa ragu
"Semalam kenapa..??"
"Hmmm... itu apa semalam Gilang datang kesini..??"
"Kenapa kamu bertanya seperti itu, apa kamu sakit atau merasakan sesuatu sampai-sampai kamu lupa dengan kejadian semalam"
"Entahlah mbak, aku cuma takut semalam itu hanya mimpi.. Aku takut kalau Gilang sebenarnya belum kembali" kata Salsa sambil menundukan kepalanya.
Siska membelai rambut adik ipar nya, wajar saja kalau dia beranggapan semalam itu hanya mimpi dia pun tersenyum ke arah Salsa.
"Semalam bukan mimpi dek, Gilang memang benar-benar sudah kembali dan hari ini kalian akan menikah. Jadi kamu harus segera bersiap-siap agar Gilang tidak menunggu kamu terlalu lama nanti nya."
Salsa yang mendengar perkataan kakak ipar nya itu langsung tersenyum bahagia, dia pun langsung bangun untuk pergi membersihkan diri nya terlebih dahulu.
"Kalau gitu aku mau bersih-bersih dulu"
"Ya dan nanti jangan lupa sarapannya di makan, mbak mau ke bawah dulu"
"Iya mbak terimakasih"
"Sama-sama"
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Jam sembilan tepat Gilang beserta keluarga nya sudah sampai di rumah Salsa, sejak tadi malam Gilang sama sekali belum tidur dia merasa sangat gugup sekali bahkan tadi sebelum berangkat ke sini dia sudah menghabiskan beberapa cangkir kopi karena saking gugupnya.
__ADS_1
Setelah acara penyambutan akhirnya tiba waktunya untuk mengucap janji suci, Gilang sudah duduk di tempat nya dan kini dia sedang menunggu sang mempelai wanita datang.
Siska yang bertugas menjemput Salsa segera masuk ke dalam kamar adik ipar nya itu, di sana terlihat seorang wanita yang sangat cantik dengan di balut kain kebaya berwarna putih sangat terlihat pas di kenakan oleh nya, riasan di wajah nya juga sangat cantik dan natural.
"Wah mbak sampai pangling, kamu benar-benar sangat cantik dek" puji Siska sambil berjalan menghampiri Salsa
"Mbak bisa saja, mbak juga hari ini sangat cantik sekali pantas saja bang Denis tidak bisa berpaling ke wanita lain.. " kata Salsa yang menggoda kakak ipar nya itu
"Kamu mulai nakal ya dek.. sudah lupakan itu, mbak kesini mau jemput kamu Gilang dan yang lain nya sudah menunggu"
"Tapi mbak.." kata Salsa ragu
"Kenapa dek, jangan bilang kamu mau membatalkan pernikahan ini gara-gara kamu masih marah sama Gilang..? " tanya Siska asal
"Iih mbak nih apaan sih nggak jelas banget, bukan itu maksud aku mbak ku yang cantik.. "
"Terus apa dong..? Kamu sakit atau kenapa...?"
"Aku gugup mbak, tuh lihat tangan aku aja sampai keringetan saking gugupnya.. Rasanya tuh ngalahin waktu kita ujian terus di perhatikan sama dosen yang super duper killer banget.." kata Salsa, Siska yang mendengar perkataan Salsa langsung tersenyum dia mengerti dengan keadaan adik ipar nya itu, karena dia juga pernah berada di tempat yang sama.
"Adik ku yang cantik, bukan nya dosen yang super duper killer itu calon suami kamu sendiri ya.. Jadi ya anggap saja kamu sedang ujian dan di perhatikan oleh dosen kamu itu" kata Siska sambil menahan tawa
"Dek mbak tahu ko perasaan kamu sekarang kaya gimana mbak juga pernah merasakan nya dulu ketika akan menikah dengan Abang kamu, tapi kamu harus percaya semua pasti akan baik-baik saja.."
"Iya mbak, ya sudah ayo kita ke bawah.. aku nggak mau dosen killer dan yang lain nunggu kita terlalu lama."
"Ayo"
Mereka pun berjalan beriringan, tidak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai juga di taman belakang. Di sana sudah ada Denis yang menunggu kedatangan mereka.
"Kalian lama banget sih.." protes Denis ketika sudah berada di hadapan istri dan adik tercinta nya
"Sabar kali bang, kaya nggak pernah ngalamin aja" sahut Salsa sedangkan Siska hanya tersenyum mendengar jawaban dari adik ipar nya itu.
"Sudah jangan di bahas lagi, kita harus segera mulai acara nya."
Semua tamu undangan melihat ke arah Salsa, begitu pula dengan Gilang yang bahkan dia tidak bisa mengedipkan mata nya karena melihat Salsa yang sangat cantik dan juga anggun.
__ADS_1
Salsa pun sudah sampai di hadapan Gilang dan dia langsung duduk di samping calon suami nya itu.
"Baiklah mari kita mulai acaranya"
Gilang segera tersadar dan kembali fokus, sesekali dia juga mencuri-curi pandang ke arah Salsa.
Serangkaian acara pun di mulai dan kini tiba saat nya untuk mengucap ijab kabul.
"Saya nikahkan engkau ananda Gilang Pratama bin Sulaeman dengan Salsabila Azzahra ansyah binti Wahyu ansyah dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat 35 gram dibayar tunai."
"Saya terima nikahnya Salsabila Azzahra ansyah binti Wahyu ansyah dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat 35 gram dibayar tunai."
"Bagaimana para saksi sah...??"
"Sah"
"Alhamdulillah"
Salsa pun tanpa sadar menitikan air matanya, penantian nya tidak sia-sia akhirnya kini mereka sudah sah menjadi suami istri.
Setelah membaca doa Salsa segera mencium tangan Gilang dan begitu pun dengan Gilang yang mencium kening Salsa cukup lama.
Gilang merasa sangat lega akhirnya dapat mempersunting gadis pujaannya, dia berjanji akan selalu membahagiakan wanita yang baru saja menjadi istrinya ini.
Tidak lupa mereka juga sungkeman kepada kedua orang tua mereka dan juga menyalami semua tamu undangan yang datang termasuk beberapa teman Salsa dan Gilang yang sengaja datang untuk melihat langsung pernikahan mereka berdua.
"Selamat ya akhirnya nikah juga sama tuh dosen killer.." kata Arini pelan sambil memeluk Salsa dengan sangat erat.
"makasih ya sudah datang"
"Iya sama-sama Bu dosen, jangan lupa cepet-cepet bikin Gilang junior biar ramai.." goda Arini dan sukses membuat sahabatnya itu malu
"Iih apaan sih ngomong nya"
Arini yang melihat tingkah Salsa seperti itu langsung tertawa, dan dia pun segera pergi dari sana sebelum sahabat nya itu semakin malu.
Semua tamu undangan yang hadir pagi ini memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai dan juga keluarga yang lain nya, setelah ini mereka akan beristirahat sejenak dan akan di lanjut lagi pada jam empat sore nanti.
__ADS_1
Salsa pun memutuskan untuk pergi ke kamar nya, dia sudah sangat ingin berganti baju dengan yang lebih santai. Sedangkan Gilang sedang berbincang dengan beberapa teman nya yang masih setia berada di sana.