
"By kita ke rumah ibu dulu ya, nggak apa-apa kan..?" tanya Salsa ketika mereka baru saja sampai di parkiran kampus.
"Iya sayang nggak apa-apa, memang ada apa kita kesana..?" tanya Gilang sambil membuka pintu mobil agar istri nya itu bisa langsung masuk ke dalam.
"Katanya ibu sudah masak banyak buat kita semua makan-makan"
Gilang hanya menganggukan kepala nya saja setelah itu dia segera menutup pintu mobil dan berjalan ke arah lain, tidak lama mereka pun mulai meninggalkan area kampus.
"Pasti aku akan kangen banget tempat ini" kata Salsa sambil matanya melihat ke sekeliling kampus tempat nya menimba ilmu selama bertahun-tahun.
"Kalau kangen kamu kan masih bisa ke sini sayang, kamu lupa ya Hubby kan masih salah satu dosen disini ya walau pun sekarang tidak setiap hari disini juga." kata Gilang sambil mengelus rambut Salsa
Memang sejak paman nya Gilang jatuh sakit tahun kemarin Gilang dan suami Serli lah yang mengurus perusahaan sang paman itu.
Walaupun tidak setiap hari dia datang ke kantor tapi tetap saja dia harus bisa membagi pekerjaan nya itu, sedangkan untuk berhenti jadi dosen dia juga tidak mungkin melakukan nya.
Menjadi seorang dosen adalah cita-citanya sewaktu kecil, dia ingin mengikuti jejak ayah nya yang sudah lama sekali meninggal. Ayah Gilang seorang dosen yang sangat terkenal di salah satu universitas di Indonesia dan dia sangat ingin sekali seperti ayah nya itu.
Tapi dia juga tidak mungkin mengabaikan permintaan paman nya yang sudah merawat nya dari dia masih kecil, makanya Gilang lebih memilih mengerjakan dua pekerjaan sekaligus dari pada meninggalkan salah satu nya, lagi pula dia tidak merasa terbebani dengan kedua pekerjaan nya itu.
"Iya by" sahut Salsa membuyarkan lamunan Gilang
Mereka pun mulai meninggalkan area parkiran dan segera menuju ke rumah Salsa, mereka juga berniat akan memberi tahu tentang keberangkatan mereka ke Korea untuk berlibur selama beberapa hari.
Tidak butuh waktu lama untuk mereka sampai di rumah Salsa, mereka pun langsung turun dari mobil.
"Assalamualaikum" salam mereka serempak
"waalaikumsalam" jawab semua orang yang ada di rumah Salsa
__ADS_1
Keluarga Salsa memang tadi pulang lebih dulu karena Salsa mengobrol dulu dengan teman-temannya, di rumah itu juga ada Serli dan kedua orang tuanya.
"Kalian ko baru datang, kita semua sudah menunggu dari tadi" kata pak Retno.
"Iya maaf paman tadi Salsa ke asyikan ngobrol sama yang lain" sahut Salsa sambil duduk di samping Gilang.
"Ya sudah tidak apa-apa, yang penting mereka sudah ada disini" kata bu Wati
Mereka terus berbincang tentang segala hal termasuk rencana salsa kedepan nya.
"Oh iya Gilang punya satu lagi kabar" kata Gilang sambil menatap anggota keluarga satu persatu
"Apa itu, cepat katakan jangan membuat kami penasaran" kata Serli sambil mengelus perut nya yang sudah besar.
"Kami sudah berencana untuk pergi ke Korea dan rencananya kami akan berangkat lusa, ya itung-itung liburan lah" kata Gilang sambil tersenyum
"Insyaallah bi, doakan saja semoga nanti ada hasilnya. Kita kan hanya bisa berusaha selebih nya Allah yang atur" sahut Gilang
"Kita pasti mendoakan yang terbaik buat kalian, ibu juga sudah tidak sabar ingin mendapat cucu dari kalian. Jangan mau kalah sama Abang kalian" Bu Rina pun melirik Denis yang kini sedang memangku putri kecilnya yang baru berusia tiga bulan.
"Diih ibu aku di bawa-bawa"
Setelah Denis mengatakan itu semua orang pun tertawa, hari ini Mereka sangat bahagia bisa berkumpul seperti ini tentu saja dengan pormasi yang lengkap.
Tidak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat malam pun sudah datang menyambut mereka, setelah selesai makan malam mereka mulai pamit untuk pulang ke rumah masing-masing begitu pula Gilang dan juga Salsa.
Bu Rina sempat meminta Salsa dan Gilang menginap saja di sana, tapi mereka berdua menolak dengan alasan ingin menyiapkan beberapa barang yang akan mereka bawa berlibur nantinya.
Tentu saja keluarga Salsa tidak bisa mencegahnya, setelah berpamitan kepada semua orang akhirnya Salsa dan Gilang pun segera pergi dari sana.
__ADS_1
Berbeda dengan biasanya malam ini sepanjang jalan terasa sepi tidak ada obrolan sama sekali antara Salsa dan juga Gilang, Gilang sempat melihat sang istri yabg sudah tertidur dengan pulas nya.
Gilang tahu hari ini Salsa pasti sangat lelah sekali, makanya setelah sampai di depan rumah mereka Gilang juga tidak berniat membangun kan istri tercinta nya itu.
Dia lebih memilih menggendong Salsa dan membawa nya masuk kedalam kamar mereka, baru saja Gilang membuka pintu kamar Salsa sudah terbangun dari tidur nya dan kini sedang menatap Gilang.
"Tidur lagi saja sayang" kata Gilang sambil mendorong pintu menggunakan kaki nya
Salsa hanya menggeleng kan kepalanya sebagai jawaban, dia malah melingkarkan tangan nya ke leher Gilang.
"Terimakasih untuk semua nya" Salsa pun tersenyum setelah mengatakan itu
Gilang langsung membaringkan Salsa di atas tempat tidur tapi Salsa sama sekali tidak melepaskan tangan nya dari leher Gilang.
"Ada apa sayang..?" tanya Gilang sambil menatap Salsa yang kini berada di bawahnya.
"Kamu tahu by, aku sangat beruntung memiliki suami seperti kamu.. Kamu selalu saja membuat aku bahagia dengan cara kamu itu" kata Salsa dengan di akhiri sebuah kecupan kecil di pipi Gilang.
Mendapat hadiah manis dari Salsa membuat Gilang tersenyum.
"Sayang, kamu membangunkan macan yang sedang tidur" bisik Gilang
"Maka aku akan terus membangunkan macan itu agar tidak tidur lagi" balas Salsa yang ikut tersenyum juga
"Baiklah sesuai dengan permintaan kamu bunny, kita mulai sekarang saja"
Dan tanpa ragu Gilang pun mulai menyerang Salsa sampai mereka berdua sama-sama puas, mereka berdua tidak merasa lelah setelah beraktifitas seharian di luar rumah.
Malah kegiatan malam ini menjadi salah satu kegiatan favorit mereka setelah Gilang di nyatakan sembuh, mereka juga berharap setelah melakukan nya Salsa bisa segera hamil.
__ADS_1