PACARKU DOSEN TAMPAN

PACARKU DOSEN TAMPAN
³²


__ADS_3

Setelah sampai di lantai tiga barulah Gilang melepaskan tangan Salsa.


" Buat apa kamu bawa aku kesini.. ? " tanya Salsa tanpa mau melihat ke arah Gilang.


" Kamu tahu bunny rumah ini sengaja aku beli untuk istri dan anak - anak ku kelak.. Aku tidak ingin mereka tinggal di apartemen yang sangat sempit itu.. " jelas Gilang


" Tapi kamu salah bawa orang, seharusnya kamu bawa calon istri kamu kesini bukan aku.. " kata Salsa sambil berjalan meninggalkan Gilang.


Tapi belum sempat pergi jauh suara Gilang sudah menghentikan langkahnya.


" Apa kamu masih belum mengerti kenapa hubby bawa kamu kerumah ini.. k-amu tahu tidak ada yang tahu tentang rumah ini kecuali mbok Ningrum dan juga suaminya dan sekang kamu juga tahu rumah ini.. " kata Gilang sambil melihat ke arah Salsa.


" Untuk apa kamu bawa aku kesini.. ? Apa kamu mau pamer kalau kamu sudah menemukan calon istri yang baik untuk kamu.. Kalau iya, aku ikhlas asal kamu bahagia.. " kata Salsa sambil menahan air matanya yang sudah ingin keluar


" Sayang kamu ini ngomong apa, kamu tahu kebahagian aku ada sama kamu.. " kata Gilang yang sudah memeluk Salsa dari belakang.


" Lepas by, jangan buat aku tambah sulit untuk melupakan kamu.. " kata Salsa yang sudah tidak bisa menahan air matanya lagi.


" Tolong jangan pergi, kalau hubby ada salah kamu kasih tahu kesalahan hubby apa. Biar hubby bisa perbaiki jangan siksa hubby seperti ini, hubby sungguh tidak sanggup.. " kata Gilang tanpa mau melepaskan pelukan nya.


" Hiks.. Hiks.. Hiks.. " hanya terdengar isakan yang keluar dari mulut Salsa, Gilang yang mendengar Salsa menangis merasa sangat sakit.


" Sayang apa segitu besarnya kesalahan hubby sampai kamu tidak mau memaafkan hubby.. ? " tanya Gilang sambil membalikan badan Salsa sehingga kini mereka saling berhadapan.


" Cukup by, cukup.. Aku tidak ingin tambah sakit, kalau kamu memang lebih memilih dia dan bahagia dengan dia aku rela by tapi jangan kaya gini caranya aku sakit by.. Sakit.. hiks.. hiks.. " Salsa pun menjatuh kan tubuh nya kelantai yang dingin.


Gilang yang tidak mengerti dengan perkataan Salsa ikut - ikutan duduk di lantai sambil memeluk Salsa dari arah depan.

__ADS_1


" Sayang hubby nggak ngerti dengan apa yang kamu bicarakan, apa maksud kamu dengan yang lain.. Hubby berani sumpah tidak ada yang lain di hidup hubby hanya ada kamu.. " kata Gilang


" Kamu jangan pikir aku tidak tahu apa - apa, kamu akan bertunangan kan dengan Natali dan bahkan kalian juga sudah berpacaran.. Buktinya beberapa hari ini kamu lebih memilih berangkat bareng sama dia di banding dengan aku. Bahkan kamu selalu ada waktu untuk dia sedangkan aku.. " Salsa pun menjeda perkataan nya sambil menghapus air matanya yang terus saja keluar.


" Cukup by, aku sudah nggak tahan lagi. Aku lebih baik mundur.. " kata Salsa pada akhirnya


" Apa tunangan dengan Natali.. ? Sayang kamu salah paham, kamu dengar dari siapa berita murahan seperti itu.. Bahkan aku sama Natali saja tidak ada hubungan apa - apa.. " kata Gilang


" Cukup by, nggak usah nutup - nutupin lagi, aku denger sendiri Natali bilang kamu akan segera bertunangan dengan dia bahkan kalian sudah sangat dekat.. "


" asayang Natali itu bohong, memang hubby akui beberapa hari yang lalu hubby berangkat bareng dengan dia tapi bukan berarti kami pacaran.. Waktu itu saat hubby sedang dalam perjalanan ke kampus hubby lihat dia sedang kesusahan karena mobil nya yang mogok dan hubby bantu dengan memberi tumpangan, itu saja.. " jelas Gilang dia sudah mulai tahu akar permasalahan nya dimana.


" Tapi bukan hanya sekali kamu bersama dia iya kan by bahkan kamu juga sudah bertemu dengan orang tua nya.. " kata Salsa dengan suara yang sudah mulai melemah


Gilang menarik nafas nya dengan kasar dia tidak tahu kalau Natali akan berbicara macam - macam tentang pertemuan nya dengan keluarga Natali.


" Tuh kan, apa segitu nggak berartinya aku di mata kamu by. " kata Salsa yang melihat ke arah Gilang.


" Sayang dengerin dulu penjelasan hubby, memang hubby akuin hubby pernah bertemu dengan keluarga Natali tapi itu juga tidak sengaja.. Kami bertemu di restoran milik Serli, mereka mengajak hubby bergabung dan menanyakan tentang Natali di kampus.. Tentang pelajaran nya yang mulai turun, itu saja nggak ada yang lebih. Hubby nggak tahu apa yag di katakan Natali sama kamu tapi hubby berani sumpah di antara kami tidak ada apa - apa, cinta dan sayang hubby hanya untuk kamu seorang..


.. Jadi hubby mohon jangan seperti ini lagi, jangan jauhin hubby atau pun berpikiran ingin berpisah, hubby nggak akan sanggup dan nggak akan mau. Kamu segalanya bagi hubby.. " Gilang pun memeluk Salsa dengan sangat erat


Salsa yang memang sudah merindukan pelukan Gilang pun tanpa dia sadari ikut membalas nya.


" Tapi anak - anak di kampus sudah tahu kamu dan Natali berhubungan bahkan mereka juga tahu kalau kalian akan segera bertunangan.. " kata Salsa pelan tapi masih bisa di dengar oleh Gilang.


" Siapa yang menyebarkan berita murahan seperti itu.. ? " tanya Gilang heran sambil melepaskan pelukannya dan menatap Salsa.

__ADS_1


" Natali sendiri.. "


" Anak itu benar - benar sudah membuat banyak masalah, kamu tenang saja hubby akan segera selesai kan masalah ini dan hubby minta kamu percaya sama hubby.. "


Salsa pun diam sebentar sambil melihat mata Gilang dan Salsa pun mengagukan kepala nya sebagai jawaban.


" Terima kasih sayang. " kata Gilang lalu mengecup kening Salsa.


" Jangan pernah tinggalin hubby ya, hubby nggak akan bisa hidup tanpa kamu.. " pinta Gilang


" Hubby juga jangan pernah tinggalin aku dan jangan pernah buat aku merasa ingin berpisah lagi dengan hubby "


" Tentu sayang dan satu lagi kalau ada masalah jangan di pendam sendiri kasih tahu ke hubby apa pun masalah nya biar nggak kaya gini lagi kan akhirnya salah paham. " Gilang pun kembali memeluk Salsa.


" atapi kan aku juga kaya gini karna hubby. " guman Salsa


" Iya hubby minta maaf, jadi sekarang kita sudah baikan kan.. ? " tanya Gilang sambil tersenyum.


" Iya. " jawab Salsa dengan senyum yang juga sangat manis.


" Ayo kita lihat - lihat rumah ini, siapa tahu ada yang mau kamu rubah atau kamu tambahkan lagi. " ajak Gilang sambil menarik tangan Salsa.


" Diih siapa juga yang mau tinggal di rumah ini.. " kata Salsa dengan wajah serius nya


" Ya kita lah sayang, kita dan anak - anak kita kelak.. " bisik Gilang di akhir kalimatnya.


Wajah Salsa pun berubah menjadi merah setelah Gilang mengatakan itu, dan dia pun segera mengikuti langkah Gilang untuk melihat - lihat rumah idaman mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2