PACARKU DOSEN TAMPAN

PACARKU DOSEN TAMPAN
⁵⁶


__ADS_3

setelah selesai meeting mereka pun kembali mengobrol, salsa sengaja mengantarkan sendiri dafa sampai ke lift.


"pak gilang masih jadi dosen...?" tanya dafa


"iya dia masih jadi dosen dan dia juga memegang sebuah perusahaan" jelas salsa


"pasti pak gilang sangat sibuk sekali yah..."


"ya begitulah, sekarang saja dia sedang pergi ke singapura karena perusahaan cabang disana sedang ada masalah" sahut salsa yang kini sedang merindukan suaminya itu.


sejak gilang berangkat tadi subuh dia masih belum menghubunginya sampai sekarang.


salsa berharap Gilang baik-baik saja dan segera pulang.


"ya sudah kamu antar aku sampai sini saja, terimakasih dan aku harap kerjasama kita berjalan dengan lancar" kata dafa membuyarkan lamunan salsa


"iya aku harap juga begitu," setelah berjabat tangan, dafa pun pergi meninggalkan salsa karena di kantornya banyak sekali pekerjaan yang harus dia selesaikan, apalagi setelah pulang dari amerika dia resmi meggantikan posisi papahnya.


"wi, apa jadwal saya selanjutnya...?" tanya salsa ketika melewati meja wiwi


"tidak ada mbak, hanya di kantor saja paling nanti malam ada undangan makan malam dengan pak herawan" jawab wiwi


"hmmmmm, baiklah bawa semmua berkas yang harus saya tanda tangani, termasauk berkas yang ada di ruangan bang denis.. dia tidak mungkin kembali ke kantor ini dengan cepat" kata salsa dan setelah mengatakan itu dia pun segera berlalu keruangannya.


salsa mengambil ponsel dan mengirim pesan kepada gilang, dia berharap jika gilang tidak sibuk sang suami tercintanya itu akan segera membalas pesan salsa.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


tidak terasa malam pun tiba, seharian ini salsa tidak pergi kemana pun, dia habiskan waktunya hanya di dalam ruangan bahkan jam makan siangnya pun dia habiskan di ruang kerjanya.


setelah menyelesaikan semua pekerjaannya dia pun mulai pergi ke restoran yang akan menjadi tempat pertemuannya dengan pak herawan.


jujur saja dia sangat malas bertemu dengan pak herawan ini,bukan tanpa sebab dia tidak suka dengan kliennya yang satu ini, pak herawan terkenal sebagai laki-laki yang sangat genit terhadap wanita.


apalagi jika wanita tersebut terlihat sangat cantik, dia akan mulai merayu wanita itu dengan tidak tahu malunya.


biasanya yang akan datang menemui pak herawan adalah denis tapi sekarang berhubung denis sedang berada di rumah sakit jadi mau tidak mau salsa lah yang harus menemuinya.


tepat jam delapan malam salsa sampai di restoran, dia pun bertanya dimana meja pak herawan berada.

__ADS_1


salah satu pelayan pun mengantar ke meja dimana pak herawan sudah duduk dan jangan lupakan senyuman pak herawan ketika melihat kalau salsa yang datang.


"selamat malam bu salsa" sapa pak herawan sambil mengulurkan tangan


"selamat malam pak, maaf kalau saya datang terlambat" sahut salsa


"silahkan duduk bu salsa "


salsa pun duduk tepat di depan pak herawan sedangkan wiwi selalu berada tepat di samping bos nya itu, karena salsa sudah meminta wiwi untuk tidak pergi jauh darinya.


"bu salsa mau pesan apa...?" tanya pak herawan sambil tersenyum


salsa pun mengambil buku menu dan mulai membacanya, di dalam hati dia sangat berharap bisa segera pergi dari tempat ini apalagi ketika melihat sikap pak herawan kepadanya.


"kamu mau pesan apa wi...?" tanya salsa mengalihkan perhatiannya kepada sang asisten.


"saya pesan ini saja mbak" tunjuk wiwi pada salah satu menu yang ada di dalam buku.


"ya sudah saya samain saja sama kamu" kata salsa yang kembali menyimpan buku menu di atas meja.


setelah memesan menu yang akan mereka makan malam ini, pak herawan pun mulai membuka pembahasan tentang rencana perusahaannya yang akan ikut menanam modal di perusahan denis.


sebenarnya pak herawan sudah menanam modal disana dan sekarang dia ingin menambah modal lagi karena dia melihat perusahaan denis semakin maju saja.


apalagi ini semua untuk kepentingan perusahaan mereka juga.


tepat jam setengah sepuluh malam akhirnya salsa selesai juga dengan semua aktifitasnya, saat ini yang dia inginkan hanya segera pulang dan beristirahat di kamar kesayangannya.


"wi kamu langsung pulang saja, ini sudah malam dan terimakasih karena kamu sudah mau menemani saya malam ini" kata salsa ketika mereka sudah sampai di tempat parkir.


"mbak salsa nggak mau saya antar dulu, kebetulan saya bawa mobil" tawar wiwi


"tidak usah wi, kamu pulang saja duluan.. nanti saya bisa naik taksi"


" mbak serius,ini kan sudah malam mbak" kata wiwi yang masih mengkhawatirkan keadaan bos nya itu


"iya saya yakin wi, lagian saya bukan anak kecil lagi"


"ya sudah kalau begitu, saya pulang duluan ya mbak dan mbak juga harus berhati-hati" kata wiwi yang kini sudah mulai masuk kedalam mobil

__ADS_1


"iya wi, kamu juga hati-hati jangan ngebut-ngebut apalagi ini sudah malam"


"tentu mbak, kalau begitu saya duluan ya mbak" salsa hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban setelah itu wiwipun pergi meninggalkan salsa sendiri.


salsa berdiri tepat di pinggir jalan, dia berharap segera menemukan taksi yang kosong agar dia bisa segera pulang dan beristirahat.


di saat salsa sedang menunggu taksi ada sebuah mobil yang berhenti tepat di depannya, karena dia tidak mengenal mobil itu jadi dia tidak terlalu perduli dengan hal itu.


tapi tidak lama kaca mobil terbuka dan memperlihatkan seorang laki-laki yang sekarang sedang di hindarinya, siapa lagi kalau bukan pak herawan.


"bu salsa belum pulang...?" tanya pak herawan berbasa basi


"belum pak, saya masih menunggu taksi" jawab salsa dengan senyuman yang dia perlihatkan agar terlihat ramah.


"saya antar saja ya bu, kebetulan kalau malam taksi di daerah sini agak susah" kata pak herawan menjelaskan


"tidak usah pak, bapak pulang saja duluan saya nanti bisa menghubungi orang rumah untuk menjemput saya disini" tolak salsa dengan halus


"pasti akan sangat lama kalau bu salsa harus menunggu jemputan datang, apalagi ini sudah malam.. bu salsa pasti ingin cepat-cepat sampai rumahkan"


entah kenapa Salsa merasa kalau pak herawan memaksanya untuk tetap ikut dengannya dan itu membuat salsa semakin takut dengan laki-laki yang kini sudah turun dari mobil dan berdiri tepat di hadapan salsa.


"tidak pak terimakasih saya akan menungu jemputan saja"


"ayolah bu salsa jangan keras kepala kalau bu salsa ada apa-apa bagaimana cara saya menyampaikannya kepada pak denis" kata pak Herawan sambil memegang tangan Salsa.


baru saja salsa akan membuka mulut tiba-tiba ada mobil yang berhenti tepat di depan mobil pak herawan.


dan setelah itu dia melihat seorang laki-laki turun dari dalam mobil dan mulai menghampirinya.


"mbak salsa belum pulang..?" tanya laki-laki itu yang tidak lain adalah zaki.


zaki baru saja pulang dari rumah salah satu temannya dan tidak sengaja melihat salsa sedang berdiri di pinggir jalan sambil berbicara dengan seorang laki-laki yang sudah berumur.


"zaki.. kebetulan kamu lewat sini, mbak baru saja mau menghubungi kamu buat minta jemput" kata salsa


dia merasa sangat senang ketika melihat zaki ada di hadapannya saat ini.


" ya sudah kalau begitu ayok kita pulang sekarang mbak" ajak zaki

__ADS_1


"pak herawan saya duluan ya" tanpa menunggu jawaban dari lawan bicaranya salsa pun segera masuk kedalam mobil yang pintunya sudah di buka oleh zaki.


pak herawan hanya bisa melihat kepergian salsa dengan perasaan yang sangat kesal,kali ini dia gagal lagi dan dia berharap suatu saat nanti bisa satu mobil dengan salsa wanita yang selama ini di kaguminya.


__ADS_2