PACARKU DOSEN TAMPAN

PACARKU DOSEN TAMPAN
⁵³


__ADS_3

Selama mereka berada di Korea hampir setiap hari mereka habiskan untuk menjelajahi negara ini, Salsa sangat senang karena salah satu mimpinya dapat terwujud.


Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, Salsa sebenarnya masih ingin berada di negara ini. Masih banyak tempat yang ingin dia datangi tapi pekerjaan mereka sudah menunggu.


Gilang pun berjanji kepada Salsa suatu saat nanti akan membawanya lagi kesini tentu saja itu membuat Salsa sangat senang.


Dan disinilah mereka sekarang, di depan rumah Gilang seluruh keluarga mereka sudah berkumpul sejak siang tadi hanya untuk menyambut kedatangan mereka.


Salsa tersenyum melihat semua keluarganya berada disini, rasa lelah selama perjalanan hilang. sampai malam tiba kedua keluarga itu baru kembali ke rumah mereka masing-masing.


Dan kini rumah Gilang kembali sepi, Gilang pun mengajak Salsa untuk beristirahat karena besok dia harus bangun pagi sekali untuk menghadiri rapat.


"Besok kamu jadi ke kantor Denis.. ??" tanya Gilang sambil memeluk Salsa.


"Jadi by, kenapa gitu..??"


"Nggak apa-apa Hubby cuma nanya saja, ya sudah sebaiknya kita tidur biar besok tidak kesiangan"


"iya by" sahut Salsa dan langsung membalikan tubuhnya sehingga kini mereka saling berhadapan


"selamat malam by"


"malam sayang" Gilang pun mengakhiri malam mereka dengan sebuah kecupan di kening Salsa dan setelah itu mereka pun mulai masuk kedalam alam mimpi mereka.


💮💮💮💮💮


Pagi-pagi sekali Salsa sudah berada di dapur hari ini adalah hari pertama dia masuk kerja tapi dia juga tidak mau melewatkan kebiasaannya untuk membuat sarapan untuk suami tercinta.


Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya di dapur Salsa segera bergegas kembali ke dalam kamar, dia ingin melihat apa Gilang sudah bangun atau belum.

__ADS_1


Karena tadi setelah sholat subuh Gilang memutuskan untuk tidur kembali, di saat Salsa masuk kedalam kamarnya Gilang juga baru saja keluar dari kamar mandi.


"Sarapannya sudah aku siapkan ya by," kata Salsa sambil berjalan ke arah lemari milik Gilang.


Gilang pun mengikuti Salsa dari belakang dan memperhatikan semua yang di kerjakan istrinya itu.


"nih by" salsa memberikan baju milik Gilang yang sudah di pilihnya barusan.


"Makasih ya sayang, oh iya kamu nggak siap-siap juga biar nanti Hubby antar sekalian ke kantor denis"


"apa nanti kamu nggak terlambat by, kantor bang Denis kan lebih jauh dari kantor kamu"


" nggak apa-apa sayang lagian masih ada waktu ko"


"Ya sudah kalau begitu aku siap-siap dulu ya by"


"ok"


Mereka berjalan beriringan menuju ruang makan, sesampainya di ruang makan salsa langsung melayani Gilang seperti sebelumnya.


Gilang hanya bisa tersenyum melihat perlakuan salsa terhadap dirinya, dia benar-benar sangat beruntung mendapatkan Salsa di dalam hidupnya.


Setelah sarapan sesuai perkataan Gilang tadi dia benar-benar mengantar Salsa ke kantor Denis.


"Nah kita sudah sampai" kata Gilang yang sedang memarkirkan mobil nya tidak jauh dari pintu masuk


"Makasih ya by sudah mau ngaterin aku"


"Iya sama-sama sayang. ya sudah masuk gih sana nanti kamu terlambat dan ingat jangan nakal" kata Gilang sambil mengelus rambut Salsa

__ADS_1


"iya by, kamu juga hati-hati bawa mobilnya dan jangan nakal juga"


"Kamu kan tahu Hubby hanya nakal sama kamu doang"


"mulai deh" guman Salsa tapi masih bisa di dengar oleh Gilang


"memang benarkan yang" kata Gilang tidak mau kalah


"Iya deh Hubby emang selalu benar, ya sudah kalau gitu aku masuk dulu ya by"


" iya sayang"


Salsa pun mencium tangan Gilang dan di akhiri dengan sebuah kecupan manis di kening Salsa.


Gilang terus memperhatikan Salsa sampai sang istri tercinta benar-benar sudah tidak terlihat lagi, setelah itu dia pun langsung pergi ke kantor nya.


Sedangkan Salsa saat ini sedang berjalan ke arah ruangan Denis, di sana Denis sudah menunggunya sejak tadi.


" pagi bang" sapa Salsa ketika sudah berada di dalam ruangan Denis


" pagi, kamu sudah datang sa.. ayo ikut abang"


Denis pun segera berdiri dari kursi kebangsaannya dan mulai berjalan kearah Sang adik tercinta, mereka berdua pun berjalan beriringan menuju ke salah satu ruangan yang akan di pakai Salsa nantinya.


" Ini ruangan kamu, sekarang kamu bertanggung jawab dengan masalah pemasaran kita dan kenalkan ini Wiwi dia yang akan membantu kamu selama kamu bekerja di sini" kata Denis yang mulai menjelaskan semuanya.


salsa dan Wiwi pun saling melemparkan senyuman, setelah menjelaskan semua tugasnya selama bekerja disini Denis pun segera kembali ke ruangannya karena masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan.


Salsa segera duduk di kursi tempat di mana dia akan banyak menghabiskan waktu untuk duduk di kursi ini.

__ADS_1


tidak lama Salsa pun segera memulai pekerjaannya dia akan berusaha untuk tidak mengecewakan kakak tercintanya itu.


__ADS_2