PACARKU DOSEN TAMPAN

PACARKU DOSEN TAMPAN
⁶¹


__ADS_3

denis dan salsa sedang duduk di sebuah hotel yang sejak pagi tadi di pesan oleh denis, zaki dan haikal juga ikut ke negara ini. mereka benar-benar ingin tahu kabar terbaru dari orang yang selama ini menghilang.


sudah satu jam mereka berada disini tapi sampai saat ini orang yang mereka tunggu belum datang juga.


"bang kok masih belum ada juga orangnya.. apa Abang tadi benar sudah memberikan alamat hotel ini kepada dia..." kata salsa yang sudah merasa tidak tenang.


"kamu sabar dong dek nanti dia juga pasti datang, lagi pula nanti dia datang bersama orangnya abang" sahut denis yang berusaha menenangkan sang adik, walaupun sebenarnya dia sendiri juga sudah sangat gelisah karena orangnya masih belum datang juga.


setelah lima belas menit pintu pun di ketuk dari arah luar, denis segera berdiri untuk membuka pintu sedangkan yang lain menunggu di dalam dengan harap-harap cemas.


"kenapa lama sekali...?" tanya denis kepada orang yang baru saja datang.


"maaf bos tadi di jalan ada kecelakaan jadi untuk sampai kesini membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama dari biasanya..." jawab orang itu


"ya sudah ayok masuk yang lain sudah menunggu di dalam"


denis pun berjalan lebih dulu dan setelah itu salsa dapat melihat ada dua orang di belakang denis, laki-laki dan juga perempuan.


salsa juga tidak mengenal keduanya, jadi dia hanya memperhatikan saja apa yang denis lakukan.


"jadi apa yang kamu dapat...?" tanya denis setelah semua tamunya duduk.


"begini bos beberapa hari yang lalu kami mengecek daerah yang agak jauh dari hotel mas gilang dan setelah di telusuri ternyata disana ada sebuah kecelakaan mobil.." orang itu pun menjeda perkataannya untuk melihat reaksi gilang dan yang lainnya.


"lalu...?" tanya denis penasaran


"sebelum kecelakaan itu terjadi ternyata di daerah situ sempat ada perkelahian antara salah satu pengguna jalan, di duga orang tersebut berkelahi dengan salah satu jambret yang memang waktu itu sedang beroperasi...


dan sayangnya di saat itu malah berlari kearah seberang jalan dan otomatis orang itu pun mengejarnya, dan saat yang bersamaan ada sebuah truk yang melintas dengan kecepatan tinggi, bukan hanya laki-laki itu saja yang menjadi korban tapi beberapa pengguna jalan lainnya pun ikut menjadi korban..."

__ADS_1


"apa gilang salah satu korbannya...?" tanya salsa yang sudah mulai menitikan air mata, dia takut kalau suaminya juga ikut menjadi korban dalam kecelakan itu.


"betul bu, pak gilang adalah salah satu korban kecelakaan itu dan orang yang waktu itu mengejar jabret itu juga adalah pak gilang, dia di nyatakan meninggal di tempat dan jasadnya juga sudah tidak di kenali lagi... pihak kepolisian juga tidak bisa menghubungi keluarga korban karena ternyata yang menjadi korban penjambretan adalah pak gilang sendiri" jelas orang itu


"dari mana kamu tahu kalau itu gilang sedangkan kartu identitasnya saja tidak ada...?" tanya denis


"kami menemukan ini di kantong baju korban, dan saya yakin adik bos tahu apa ini" kata orang itu sambil menyerahkan sebuah kalung yang terdapat sebuah liontin hati.


salsa langsung mengambil kalung itu dan langsung melihatnya dengan seksama, dia benar-benar mengenal kalung itu, kalung yang dia berikan tepat sehari sebelum kepergian gilang ke singapura.


untuk memastikannya salsa membuka liontin itu dan benar saja disana terdapat foto dirinya dengan gilang yang sedang berpelukan.


di dalam foto itu juga terdapat bercak darah yang sudah mengering, melihat itu semua salsa langsung menangis histeris dan tidak sadarkan diri.


semua orang yanng berada di ruangan itu pun langsung berlari ke arah salsa sedangkan haikal yang berada tepat di samping kakanya itu langsung memeluk tubuh salsa yang sudah tidak sadarkan diri.


"bangun dek.. bangun... haikal, zaki ayok kita bawa salsa ke dalam kamar dan kamu tolong telepon dokter" perintah denis kepada orang suruhannya, tanpa menunggu perintah Denis dua kali mereka langsung melaksakannya.


"adik anda hanya syok saja dan sepertinya akhir-akhir ini dia juga kurang tidur"


setelah menjelaskan tentang keadaan salsa dokter itu pun segera pergi sedangkan denis menemui anak buahnya bersama zaki, haikal bertugas menjaga salsa.


"lalu dimana jasad gilang saat ini...?" tanya denis


"jasadnya sudah di makamkan tepat tiga hari setelah kecelakaan, karena tidak ada keluarga dan juga identitas yang mereka dapatkan, dan kalung milik pak gilang itu terbawa oleh orang yang waktu itu menolongnya"


"bisa kalian antar kami ke makamnya....?" kini giliran zaki yang bertanya


"bisa, tapi sebaiknya kita berangkat besok pagi saja kesananya kebetulan tempatnya juga sangat jauh dari sini , lagi pula keadaan bu salsa sedang tidak albaik-baik saja"

__ADS_1


"tapi apa kamu sudah benar-benar memastikan kalau itu gilang dan bukan orang lain..?" tanya denis memastikan.


"saya yakin bos, karena banyak saksi juga yang melihat pak Gilang berada di sekitar situ saat kejadian, dan ada saksi juga kalau pak gilang berkelahi dengan jambret"


zaki yang mendengar itu langsung terduduk lesu, dia tidak menyangka orang yang selama ini sangat baik kepada dirinya juga keluarga pergi begitu cepat bahkan dia pergi tanpa di dampingi oleh orang-orang yang tersayangnya.


sementara itu di dalam kamar salsa baru saja sadarkan diri, hal pertama yang dia lihat adalah ruangan yang sangat luas, dia pun melihat ke sekelilingnya untuk memastikan keberadaannya dimana dia sekarang.


matanya tidak sengaja bertemu dengan haihkal yang juga sedang menatapnnya.


"akhirnya mbak sadar juga" kata Haikal sambil membantu salsa untuk duduk


"hubby..." kata salsa denga wajah yang sangat menyedihkan


"mbak yang sabar ya, allah lebih sayang mas gilang dari pada kita" kata haikal sambil mengelus punggung salsa.


"hubby kenapa kamu tega meninggalkaan aku.. hikss...hikss...hiksss hubby..." salsa pun mulai histeris ketika mengingat nasib suaminya pantas saja perasaannya selalu tidak tenang, ternyata ini sebabnya.


haikal yang tepat berada di samping salsa langsung memeluk tubuh salsa dan mencoba menenangkannya.


denis dan zaki yang mendengar salsa kembali menanggis langsung masuk kedalam kamar, denis sangat tidak tega melihat keadaan adik kesayangannya seperti ini, dia pun segera memeluk salsa dengan sangat erat.


dan berharap pelukannya bisa membuat salsa jauh lebih tenang lagi.


"kamu harus sabar dek, harus kuat... gilang pasti tidak ingin kamu terus-terusan bersedih seperti ini"


"tapi dia jahat bang, dia ninggalin aku begitu saja, padahal dia sudah janji mau kembali.. dia jahat bang... jahaaaat hikksss...hikkksss.hikkkkss"


denis tidak bisa berkata apapun lagi selain membiarkan adiknya mencurahkan semua rasa sakitnya, dia juga sama sekali tidak menyangka kalau Gilang akan pergi secepat ini apalagi sebelum pergi Gilang sempat ingin membuat kejutan untuk salsa di saat dia pulang nanti.

__ADS_1


"apa ini kejutan yang loe maksud.." kata denis di dalam hati


__ADS_2