
Pagi-pagi sekali Salsa sudah bangun, hari ini dia tidak ada jadwal kuliah jadi dia memutuskan untuk pergi kerumah singgah milik nya, sudah lama sekali dia tidak pergi kesana.
"Pagi semua" sapa Salsa kepada ayah dan ibu nya
"Pagi juga sayang, tumben pagi-pagi udah rapi mau kemana kamu ?" tanya ayah Wahyu sambil melihat putri kesayangan nya itu
"Aku mau ke rumah singgah yah, kan udah lama juga ku nggak kesana udah kangen ma anak-anak" jawab Salsa sambil tangan nya mengambil sepotong roti dan mengolesnya dengan selai strawberry.
"Sama siapa kamu pergi nya Sa..?" tanya Bu Rina yang sejak tadi hanya memperhatikan saja.
"Sendiri Bu, biasanya juga kan gitu" sahut Salsa sambil tersenyum.
Setelah menyelesaikan sarapan nya Salsa pun segera berpamitan kepada kedua orang tua nya, tidak lupa dia juga mampir terlebih dahulu ke sebuah toko buku langganan nya. Dia akan membeli beberapa buku untuk di bawa kesana.
Sesampainya di toko buku dia melihat toko itu baru saja buka, jadi dia menunggu sebentar sambil bermain ponsel. Saat sedang bermain ponsel ada sebuah suara yang sangat tidak asing bagi Salsa.
"Beda ya kalau calon istri dosen, pagi-pagi sudah ada di sini aja" kata orang itu sambil melihat ke arah Salsa
Salsa melihat orang yang sejak tadi berbicara dengan nya dan benar saja orang itu sangat di kenal baik oleh dirinya.
"Eh kamu fa, aku pikir tadi cowok iseng yang mau gangguin aku" sahut Salsa sambil tersenyum manis ke arah Dafa
Ya yang barusan menyapa Salsa adalah Dafa, tadi nya dia mau ke supermarket yang ada di samping toko buku, tapi di saat mau masuk dia melihat Salsa sedang berdiri di depan toko buku yang baru saja buka.
Mendengar perkataan Salsa membuat Dafa gemas sendiri dengan wanita yang ada di hadapan nya ini, memang nya dia terlihat seperti laki-laki yang senang menggoda wanita apa.
Melihat Dafa tidak merespon perkataanya membuat Salsa kembali membuka suara nya.
"Kamu mau ke toko buku juga Fa..?" tanya Salsa sambil melihat lawan bicara Nya.
"nggak, tadinya aku mau ke supermarket yang di sebelah sana, tapi liat kamu ada disini jadi mampir dulu kesini buat nyapa kamu"
"Oh.." jawab Salsa
"Kamu sendirian Sa?"
__ADS_1
"Hmmm, seperti yang kamu lihat aku sendirian " jawab Salsa yang tidak pernah lupa untuk selalu tersenyum kepada lawan bicara nya itu dan senyuman Salsa itu yang membuat Dafa tidak bisa melupakan cinta pertamanya itu.
Dia sangat mencintai wanita yang ada di hadapan nya ini, kalau saja dosen itu tidak lebih dulu menyatakan perasaan nya terhadap Salsa dia pasti sudah bersama dengan nya sekarang.
"Ko diam aja Fa kenapa..?" tanya Salsa ketika melihat lawan bicara nya hanya melihat nya saja.
" Nggak apa-apa, ayo aku temani kamu ke dalam lagi pula ada beberapa buku yang ingin aku beli juga" ajak Dafa
Salsa pun mengiyakan perkataan Dafa, mereka mulai masuk kedalam toko buku dan mencari buku apa saja yang akan di beli. Salsa lebih banyak membeli buku cerita anak dan juga beberapa buku mewarnai.
Melihat apa yang di beli oleh Salsa membuat Dafa bertanya-tanya untuk siapa Salsa membeli buku-buku itu.
"Kamu beli buku buat siapa Sa..?" tanya Dafa penasaran
"Oh ini buku buat adik-adik aku" jawab Salsa sambil tersenyum.
"Adik..?? bukan nya adik kamu udah besar ya Sa, emang dia masih suka buku-buku yang sepeti ini..?"
"Bukan buat dia Dafa,tapi adik-adik aku yang ada di rumah singgah" kata Salsa menjelaskan
"Iya, kenapa gitu Fa..?"
"Aku boleh ikut nggak, soal nya aku lagi bete nih di rumah lagian aku nggak kemana-mana juga"
"Kamu beneran mau ikut aku..?" tanya Salsa memastikan.
"Iya beneran Sa, gimana boleh nggak kalau aku ikut kamu..?"
"Ya tentu saja boleh dong, anak-anak pasti seneng"
Setelah itu mereka pun kembali memilih beberapa buku untuk di bawa, Dafa juga membeli beberapa buku untuk di berikan kepada anak-anak itu.
Setelah di rasa sudah cukup mereka segera membayar semua buku-buku itu, salsa dan Dafa pun berjalan kearah luar secara beriringan.
"Kamu tadi kesini pake apa..?" tanya Dafa
__ADS_1
"Ojeg online"
"Oh kirain bawa mobil sendiri, ya udah kita kesana nya pake mobil aku aja, kebetulan aku bawa mobil"
"Ya udah ayo.."
Sesampainya di depan mobil, Dafa langsung membukakan pintu mobil agar Salsa bisa langsung masuk kedalam sana dan setelah itu baru dia menyimpan buku-buku yang baru saja mereka beli di bagian belakang.
Tidak lama mobil pun mulai meninggalkan area toko buku, Salsa mengarahkan jalan nya kepada Dafa dan selama perjalanan mereka terus saja mengobrol sambil tertawa.
Entah kenapa melihat Salsa tertawa seperti ini membuat Dafa semakin bahagia, dia akan menyimpan kenangan kebersamaannya bersama sang pujaan hati sampai kapan pun juga.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya mereka berdua sampai juga di depan sebuah rumah yang berada tepat di tengah-tengah pemukiman warga.
Dafa melihat ke sekeliling nya dan disana banyak rumah-rumah yang tidak layak huni masih berdiri kokoh membuat hati Dafa merasa sedih.
"Yu masuk" ajak Salsa
Dafa pun mengikuti Salsa dari belakang, sambil matanya terus melihat ke arah bangunan sederhana yang ada di hadapan nya ini.
"Assalamualaikum" salam mereka berdua secara bersamaan ketika memasuki bangunan itu
"Waalaikumsalam salam"jawab semua orang yang ada di dalam sana.
"Kak Salsa," teriak seorang anak perempuan yang langsung berlari kedalam pelukan Salsa.
"Mia kangen banget ma ka Salsa, kak Salsa kenapa baru kesini sekarang...?" kata anak yang bernama Mia itu.
"Iya maaf kakak lagi sibuk kuliah dan mengerjakan beberapa pekerjaan kecil" sahut Salsa sambil mengelus rambut Mia.
"Wan, itu aku bawa buku baru untuk anak-anak tolong di rapikan ya" kata Salsa kepada salah satu orang yang mengajar disana.
"Kakak bawa siapa itu, lalu kak Gilang kemana..?" tanya salah satu anak yang sedang melihat ke arah Dafa yang sejak tadi hanya diam saja di samping Salsa.
"Oh iya kakak hampir lupa, ini kak Dafa namanya dia juga teman kakak dan kak Gilang, terus kalau kak Gilang memang sedang tidak bisa kesini karena sedang banyak pekerjaan.. Tapi nanti setelah kak Gilang tidak sibuk kakak akan meminta nya datang lagi kesini" kata Salsa sambil tersenyum.
__ADS_1