
Setelah kejadian hari itu hubungan Salsa dan juga Gilang semakin dekat saja, di kampus mereka akan bersikap biasa saja tetapi jika di luar sikap mereka berubah 180°.
Salsa sudah sangat nyaman dengan kehadiran Gilang dalam hidup nya.
Seperti biasa juga Gilang akan mengantar jemput Salsa kuliah, saat ini karena Salsa ada kelas pagi jadi Gilang memutuskan untuk menjemputnya terlebih dahulu.
Dan sepanjang perjalanan mereka terus saja mengobrol dan bercanda, sesekali terdengar tawa dari kedua nya.
" By nanti pulang kuliah kamu nggak usah nganterin aku.. " belum sempat Salsa meyelesaikan kalimat nya Gilang sudah memotong nya terlebih dahulu
" Memang nya kenapa.. Apa bunny sudah bosen hubby anter jemput.. ? " tanya Gilang
" Issh bukan gitu by, nanti pulang sekolah aku mau belajar bersama anak - anak.. Aku kan ada tugas dari dosen yang super killer ntar kalau nggak ngumpulin tugas yang ada tugas aku berkali - kali lipat lagi.. " kata Salsa sambil melirik Gilang sekilas.
Sedangkan Gilang jangan di tanya dia sudah mengerucutkan bibirnya membuat Salsa cekikikan.
" Mulai berani sekarang ya. Ngatain hubby dosen killer.. ? " kata Gilang dengan tatapan tajamnya
" By kamu kan pacar aku mana berani aku ngatain kamu.. Yang aku katain tuh salah satu dosen aku di kampus, kamu belum tahu aja gimana dia.. " tambah Salsa sambil menahan senyumnya
" Ya udah terserah kamu aja lah yang.. " pasrah Gilang
" Makasih hubby.. " kata Salsa sambil tersenyum.
Sesampainya mereka di kampus mereka pun mulai berpisah, Gilang yang langsung keruangan nya dan Salsa yang langsung ke kelasnya karena sebentar lagi kelas akan segera di mulai.
" Pagi semua " sapa Salsa kepada teman - teman nya.
" Pagi juga Salsa " jawab mereka serempak
" Eh ntar pulang kuliah jadi kan ngerjain tugas bareng. ? " tanya Yesi
" Jadi dong.. " jawab Salsa sambil tersenyum
" Terus nanti kita mau ngerjain di rumah siapa ? " kini giliran Arini yang bertanya.
" Gimana kalau di rumah si Angga aja, selain dekat dia juga kan tinggal sendiri jadi kita bisa sedikit bebas.. " usul Bagas
__ADS_1
" Emang boleh Ga.. ? " tanya Salsa
" Iya boleh asal jangan pada bikin berantakan aja apartemen gue ntar nya. " jawab Angga
" Siap bos.. " jawab Yesi dan Nina secara bersamaan
Tidak terasa waktu pun berjalan dengan sangat cepat kini mereka sudah sampai di apartemen milik Angga.
Mereka tidak menyangka ternyata apartemen milik Angga itu terbilang sangat mewah, tapi Angga sama sekali tidak terlihat seperti anak orang kaya kebanyakan yang suka pamer dengan harta yang di punya nya.
" Silahkan masuk, maaf ya kalau tempat nya sedikit berantakan. " kata Angga mempersilahkan masuk teman - teman nya.
" Segini sih nggak berantakan Ga, tapi cukup lumayan rapi. " kata Salsa
" Loe disini beneran tinggal sendirian .. ? " tanya Nina yang penasaran
" Ya gitu deh, kalian kan tahu gue bukan asli orang sini, jadi keluarga gue semua di luar kota paling sesekali mereka akan datang kesini dan selebihnya kadang gue yang balik kesana. " terang Angga.
" Gila apartemen loe gede juga Ga.. Gue nggak nyangka loe sekaya ini.. " sahut Yesi yang merasa sangat kagum dengan apartemen milik sahabatnya itu.
" Mulai deh norak nya keluar.. " sindir Bagas yang langsung dapat cubitan di perut nya, siapa lagi pelaku nya kalau bukan Yesi sendiri.
Mereka pun mulai belajar bersama membuat tugas yang Gilang berikan waktu itu.
" Gila tuh dosen killer ngasih tugas nggak tanggung - tanggung susah bener.. " celetuk Bagas.
" Iya loe bener, gue nggak yakin dia bisa punya pacar dengan sikap nya yang dingin kaya gitu. Gue aja yang sebagai cewek normal ogah deket - deket sama dia walau nggak di pungkiri dia memang tampan.. " sahut Yesi
Sedangkan Salsa hanya menjadi pendengar yang baik saja ketika teman - teman nya sedang membicarakan kekasihnya itu.
" Menurut loe gimana Da. ? " tanya Nina yang melihat Salsa sama sekali tidak berkomentar.
" Hah, Gimana apa nya.. ? " tanya Salsa
" Ya ampun Sa, loe nggak ngedenger kita tadi ngomong apa, ya pendapat loe tentang tuh dosen lah.. " jelas Nina kesal
" Oh itu, menurut gue dia baik ko. " jawab Salsa singkat.
__ADS_1
"What.. ?? loe bilang dia baik, baik dari mana nya coba dosen killer gitu udah tuh sikap nya dingin banget kaya kulkas berjalan.. " kata Nina dan langsung di setujui oleh Yesi.
" Udah - udah kita ini disini mau ngerjain tugas apa mau ngegosip sih.. " kata Arini dia juga sebenarnya dari tadi hanya diam saja menyimak teman - teman nya bergosip ria karena dia tahu hubungan Salsa dan Gilang itu seperti apa.
" Ya udah kita lanjut lagi. " jawab Angga
Mereka semua pun mulai larut dalam tugas mereka, sampai tidak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat.
" Guys udah malam nih pulang yuu.. " kata Yesi.
Salsa pun melihat ke arah jam yang berada di tangan nya dan benar saja ternyata sekarang sudah jam 8 malam.
Tadi sesudah selesai mengerjakan tugas Salsa dan teman - teman nya memutuskan untuk mengobrol sebentar tapi karena ke asyikan sampai mereka malah lupa waktu.
" Ya udah yuu " jawab Salsa yang langsung merapikan barang - barang miliknya.
" Sa loe balik pake apa.. ? " tanya Arini
" Bareng sama loe ya.. ? " harap Salsa
" Sorry gue sekarang mau ke rumah bokap loe kan tahu minggu ini gue giliran nginep disana.. " jawab Arini.
Kedua orang tua Arini sudah berpisah beberapa bulan yang lalu, dan orang tua nya sangat menginginkan Arini tinggal bersama mereka.
Karena tidak mau melihat kedua orang tua nya kembali bertengkar Arini pun memutuskan dua minggu sekali dia yang akan menginap di rumah kedua orang tua nya.
Rumah ibu Arini berdekatan dengan Salsa sedangkan rumah ayah nya berada sangat jauh dari rumah Salsa bahkan berlawanan arah.
" Oh iya gue lupa.. Ya udah gue naik taxi online aja. " jawab Salsa pada akhirnya
Mereka semua pun mulai berpisah di lobby apartemen milik Angga.
" Loe nggak minta jemput sama cowok loe aja.. ? " tanya Arini saat mereka sudah tinggal berdua.
" Nggaklah, dia juga pasti cape apalagi sekarang dia juga harus bantuin Serli ngurus kerjaan nya.. " jawab Salsa
Ya sejak kejadian waktu itu Gilang mau tidak mau harus membantu Serli mengurus usaha keluarga nya.
__ADS_1
Sebenarnya sudah dari dulu Gilang di minta mengurus nya tapi Gilang sama sekali tidak tertarik, dan sekarang karena janji nya sama Serli dia harus merelakan sebagian waktunya berada di tumpukan kertas yang setiap hari tidak ada habisnya.