
Hari ini seperti biasa Gilang menjemput Salsa, mereka akan berangkat ke kampus bersama - sama.
Sepanjang perjalanan tidak ada yang membuka suara, Salsa yang sibuk melihat kearah luar dan Gilang yang fokus menyetir.
Sesampainya mereka di parkiran kampus Gilang langsung memarkirkan mobil nya di tempat biasa setelah itu dia pun melihat ke arah Salsa yang masih saja terdiam.
" Bunny kamu kenapa sih.. ? " tanya Gilang yang penasaran akan sikap ke kasihnya ini.
" Nggak apa - apa ko by.. "jawab Salsa dengan senyum yang di paksa nya.
" Lalu kenapa kamu dari tadi diam terus kan nggak biasanya, apa hubby punya salah sama kamu.. ? "
" Hubby nggak salah apa - apa, mood aku lagi jelek aja pagi ini.. "
" Ya pastikan ada sebab nya mood kamu jelek.. ? " tanya Gilang yang masih kekeh
" By udah ya jangan bahas lagi, sebaiknya kita turun aku bentar lagi ada kelas, nanti aku telat terus di hukum sama dosen yang super killer.. Kamu mau aku di hukum.. " jawab Salsa sambil melirik Gilang.
Gilang hanya mendengus kesal mendengar perkataan Salsa barusan, bagaimana tidak kesal dosen yang sedang di bicarakan Salsa adalah dirinya sendiri.
Ya pagi ini Gilang memang ada kelas di kelasnya Salsa.
" Ya sudah sana, nanti keburu dosen killer nya keburu masuk.. Hubby nggak tanggung jawab ya kalau kamu di hukum.. " jawab Gilang yang langsung keluar
Salsa pun mengikuti Gilang dan mereka mulai berpisah, Gilang yang berjalan ke arah ruangan nya dan Salsa yang langsung ke kelasnya.
Di depan kelas Salsa melihat ketiga sahabat nya sudah berada disana, Salsa pun segera duduk di samping Nina.
" Tumben loe baru datang.. ? " tanya Nina
" Jalan nya macet banget.. " jawab Salsa
Tidak lama dosen pun datang, Salsa melihat Gilang berjalan ke arah meja yang ada di depan sana.
Gilang pun segera memulai materi yang akan di bawakan nya hari ini.
" Pagi semua.. " sapa Gilang
" Pagi pak.. " jawab mahasiswa dan mahasiswi secara serempak
__ADS_1
" Baiklah untuk mempersingkat waktu saya akan mulai materinya dan tolong di simak.. "
Satu jam lebih Gilang menjelaskan semua materinya di depan sana, sesekali dia juga akan melirik Salsa yang juga sama sedang melihat kearah nya.
" Baiklah materi nya sampai disini saja dulu, apa ada yang masih belum mengerti atau mau di tanya kan.. ? " tanya Gilang
Gilang melihat ke sekeliling nya, tapi tidak ada yang bertanya sehingga dia pun segera mengakhiri kelas nya hari ini.
" Baiklah saya rasa kalian sudah mengerti semuanya ya, kalau begitu saya akhiri kelas hari ini. Terima kasih dan selamat pagi.. "
Setelah kelas selesai Gilang pun merapikan tas nya di depan sana sedangkan para mahasiswa satu persatu sudah mulai meninggalkan kelas begitu pula Salsa dan teman - teman nya.
Saat Salsa berada tepat di depan meja Gilang, Gilang segera memanggilnya.
" Salsa bisa kamu ke ruangan saya sebentar.. " kata Gilang yang langsung di angguki oleh Salsa.
" Kalian duluan saja ke kantinnya nanti gue nyusul.. " kata Salsa kepada ketiga sahabat nya.
" Ya sudah kita duluan ya Sa.. " jawab Yesi sambil melambaikan tangan nya ke arah Salsa.
Salsa dan Gilang pun berjalan ke arah ruangan Gilang, sesampainya disana Gilang menyuruh Salsa langsung masuk.
" By ko pintunya di kunci.. ? " tanya Salsa heran
" Sengaja biar nggak ada yang gangguin kita.. " jawab Gilang yang berjalan ke arah meja nya dan segera menyimpan tasnya begitu saja
" Maksudnya by, aku nggak ngerti " tanya Salsa
Gilang pun berjalan mendekat ke arah Salsa dan memegang kedua tangan nya.
" Kamu sebenarnya kenapa sih yang, kamu tahu aku nggak suka sikap kamu hari ini, kalau aku ada salah sama kamu lebih baik kamu bicara sama aku, dimana kesalahan aku itu... Jangan diemin aku kaya gini aku nggak sanggup.. " kata Gilang sambil melihat mata Salsa.
Salsa yang mendengar perkataan Gilang langsung menangis dan Gilang yang melihat itu pun langsung memeluk tubuh Salsa dengan sangat erat.
" Apa hubby yang buat air mata kamu ini keluar.. ? " tanya Gilang
Gilang pun menunggu sampai Salsa merasa tenang terlebih dahulu, setelah cukup lama menunggu Salsa pun terlihat sudah mulai tenang.
Gilang membawa Salsa ke dekat kursi yang ada di ruangan nya dan dia pun mulai mendudukan Salsa disana sedangkan dia sendiri berjongkok di hadapan Salsa.
__ADS_1
" Bisa kamu bilang kesalahan hubby apa ?? Biar hubby bisa perbaiki.. " kata Gilang sambil menggengam kedua tangan Salsa.
" Kamu mau tahu kesalahan kamu, atau kamu memang pura - pura nggak tahu.. ? " tanya Salsa tanpa melihat ke arah Gilang.
" Bunny aku beneran nggak tahu apa kesalahan aku, kalau aku tahu pasti sudah aku perbaiki dari tadi.. " jawab Gilang
" Jadi hubby mohon sama kamu tolong katakan apa yang sudah hubby lakukan sama kamu sampai kamu diemin hubby seperti ini.. Bahkan hubby merasa kamu diemin hubby dari semalam.. " tambah Gilang
" Itu karena kamu selingkuh di belakang aku.. " kata Salsa yang mulai menangis lagi
" Selingkuh.. ?? "
" Jangan sok nggak tahu deh, aku lihat kemarin sore kamu jalan sama wanita lain yang lebih cantik dan dewasa dari pada aku.. " Salsa pun mengingat kejadian kemarin sore.
flashback Salsa on
Hari ini tidak seperti biasa nya Salsa pulang kuliah sendiri, tadi Gilang sudah mengatakan tidak bisa mengantar nya karena dia ada urusan lain.
Salsa yang pulang lebih awal memutuskan untuk pergi berjalan - jalan dulu di sebuah mall untuk membeli beberapa keperluan nya.
Sesampainya di sebuah mall Salsa langsung pergi ke toko buku dan mengambil beberapa buku yang akan di belinya.
Setelah selesai membayar belanjaan nya Salsa pun berjalan ke arah toko baju, tapi di saat yang bersamaan dia melihat Gilang sedang berjalan bersama seorang wanita cantik.
Dan yang bikin Salsa kesal adalah, sikap Gilang yang terlalu manis kepada wanita itu.
Bahkan tanpa malu - malu Gilang merangkul wanita itu, Salsa pun memutuskan untuk mengikuti mereka.
Salsa berjalan perlahan tepat di belakang mereka sampai mereka masuk ke dalam sebuah butik yang ada disana.
Salsa melihat gilang dan wanita itu memilih baju kebaya, bahkan wanita itu tanpa malunya memeluk Gilang dengan sangat erat.
Bukan itu saja yang membuat Salsa kaget, dia melihat dengan mata kepala nya sendiri Gilang mengecup kening wanita itu di depan umum.
Hal yang tidak pernah Gilang lakukan pada dirinya, Salsa sangat sedih dan memilih untuk segera pergi dari sana.
Sepanjang perjalanan Salsa terus saja menangis, bahkan sampai malam tiba dia masih saja bersedih.
Telepon dari Gilang pun untuk pertama kalinya dia abaikan, hati nya masih sangat sakit ketika mengingat kejadian tadi sore.
__ADS_1
flashback salsa off