
Hari berganti hari begitu pun minggu, hari ini rencana nya keluarga Gilang akan datang untuk meminang Salsa.
Bu Rina sudah masak banyak untuk acara malam ini, Salsa juga sengaja tidak pergi kemana - mana agar bisa mempersiapkan diri menyambut sang pujaan hati.
Tepat jam 7 malam keluarga Gilang datang, mereka pun mulai mengobrol sambil menikmati teh dan juga camilan yang sudah di siapkan oleh bu Rina.
" Ngomong - ngomong jeng dari tadi saya belum melihat Salsa. ? " tanya bu Wati yang tidak lain adalah bibi dari Gilang.
" Sebentar saya panggil dulu.. " kata bu Rina sambil tersenyum.
" Siska tolong kamu panggil adik kamu kesini ya. " pinta bu Rina kepada menantunya itu.
" Iya bu. " Siska pun langsung naik ke atas untuk menjemput Salsa yang belum juga keluar dari kamarnya.
Tok.. tok.. tok..
" Sa, mbak boleh masuk nggak.. ? " tanya Siska
" Masuk aja mbak pintunya nggak di kunci ko.. " jawab Salsa dari arah dalam
Tidak lama pintu pun terbuka dan terlihat Salsa yang sudah rapi, saat ini Salsa sedang memakai dress selutut berwarna biru dan rambut nya di biarkan tergerai begitu saja.
Tidak lupa Salsa juga merias wajah nya dengan sangat natural.
" Masyaallah kamu cantik banget Sa, mbak sampai pangling.. " kata Siska sambil mendekat kearah Salsa
" Mbak bisa aja, keluarga Gilang sudah datang ya mbak.. ? " tanya Salsa
" Sudah, makanya mbak kesini mau jemput kamu.. Ayo kita turun mereka sudah nunggu kamu dari tadi.. " ajak Siska
Mereka berdua pun mulai turun ke bawah dan menuju ke ruang tamu, sepanjang jalan Salsa terus saja memegang tangan kakak ipar nya itu.
" Tenang aja nggak usah gugup.. " kata Siska mencoba menenangkan
__ADS_1
" Iya mbak. "
Di saat mereka sampai di ruang tamu semua mata tertuju kepada mereka lebih tepat nya kepada Salsa, bahkan Gilang sampai tidak berkedip ketika melihat pujaan hatinya itu datang.
Salsa itu tipe cewek yang nggak pernah pakai make up dan jarang sekali pakai gaun atau pun dress, dia lebih nyaman pakai celana jins dan kaos atau pun kemeja.
Tapi sekarang dia terlihat sangat feminim sekali.
Salsa pun duduk di antara kedua orang tuanya setelah sebelum nya bersalaman dengan keluarga Gilang.
" Wah cantik, pantas Gilang pengen cepat - cepat halalin nak Salsa, ternyata takut di ambil orang ya.. " ledek pak Retno yang tidak lain adalah paman Gilang
" Paman bisa saja.. " kata Gilang sambil tersenyum
" Berhubung Salsa juga sudah ada disini jadi bagaimana kalau kita mulai saja.. " kata bu Wati
" Iya mari.. " jawab bu Rina
" Jadi begini maksud kedatangan kami kesini itu untuk meminang Salsa, ya kami tahu Salsa dan Gilang ini sudah menjalin hubungan cukup lama, jadi tidak ada salah nya kan kalau kita menjalin hubungan yang lebih serius lagi.. Jadi bagaimana apa nak Salsa mau menerima ponakan paman ini. ? " tanya pak Retno
Salsa pun tersenyum kearah ayah nya
" Iya Salsa mau.. " jawab Salsa yakin
" Alhamdulillah, jadi malam ini kita langsung bahas tentang pernikahan atau bagaimana.. ? " tanya bu Wati yang sudah tidak sabar
" Gilang sama Salsa sih berencana akan langsung menikah saja bi.. Apa lagi kan kami juga sudah pacaran cukup lama.. " jawab Gilang
" Ok kalau begitu, bagaimana menurut pak Wahyu dan bu Rina.. ? "
" Ya kalau kami sih terserah anak - anak saja, mereka kan sudah dewasa, sudah tahu mana yang baik dan buruk nya.. " jawab pak Wahyu
" Jadi kapan nih kita akan melaksanakan pernikahan mereka. ? " kini giliran bu Rina yang bertanya
__ADS_1
" Om, tante, paman dan juga bibi boleh tidak kalau kami menikah bulan depan saja lebih tepat nya tanggal 15.. Karena tanggal 15 itu bertepatan dengan ulang tahun Salsa.. " pinta Gilang
" Menurut kamu gimana Sa.. ? " tanya bu Rina sambil melihat kearah putri nya itu.
" Salsa ikut aja bu. " jawab Salsa sambil tersenyum
" Ok berarti sudah di putuskan ya kalian akan menikah bulan depan tanggal 15, sebenarnya bukan satu bulan lagi ya.. Tapi 3 minggu lagi kalian akan menikah. Jadi mulai sekarang kita harus segera mempersiapkan semuanya.. " kata bu Wati
" Iya benar jeng, mulai besok kita harus mulai mempersiapkan semuanya.. rencana nya kalian mau menikah dengan konsep apa.. " tanya bu Rina
" Garden party kaya nya seru bu. " jawab Salsa dengan antusias
" Garden party.. ? ya sudah berhubung halaman kita juga luas jadi kita adakan disini saja toh jadi nggak usah sewa tempat lagi. " usul pak Wahyu
" Iya ayah benar, bagaimana menurut kalian.. ? " kata bu Rina
" Iya kami setuju saja. " jawab pak Retno
Acara malam itu pun berjalan dengan sangat lancar, setelah selesai makan malam mereka kembali membahas soal rincian acara untuk nanti.
Sedangkan Gilang dan Salsa hanya menjadi pendengar bagi keluarga nya saja.
Dan nanti Gilang dan Salsa akan mulai membeli gaun pernikahan dan juga cincin untuk mereka nanti pakai.
Sepulang Gilang dan kelurga nya Salsa segera kembali ke kamar, karena hari juga sudah sangat malam.
Di tambah besok dia harus mampir kerumah singgah milik nya, karena sudah sangat lama sekali Salsa tidak datang kesana.
Malam ini dia sangat bahagia, dia tidak menyangka cinta pertama nya akan menjadi cinta terakhirnya juga.
Dia sudah tidak sabar menunggu untuk menjadi istri Gilang seorang dosen killer yang sangat di takuti oleh para mahasiswanya.
Sudah banyak rintangan yang mereka hadapi dan Salsa berjanji dia akan selalu percaya dan selalu berada di sisi Gilang apa pun yang terjadi.
__ADS_1
Salsa pun akhirnya terlelap dengan perasaan yang sangat bahagia, dia berharap di dalam mimpinya kembali bertemu dengan Gilang.