
Sore pun tiba, setelah berpamitan kepada semua anggota keluarga Salsa dan Gilang pun segera pergi menuju rumah mereka yang sebenarnya. Di sepanjang jalan mereka tidak berhenti berbicara, selalu ada saja topik yang mereka bicarakan.
Entah itu soal kuliah Salsa yang sebentar lagi selesai atau membahasa masa depan mereka berdua, Waktu berjalan sangat cepat mereka juga sudah berada di rumah Gilang.
keluarga mbok Ningrum menyambut kedatangan mereka.
"Aden mau makan sekarang apa nanti..?" tanya mbok Ningrum
"Nanti saja mbok, saya juga belum lapar.. Kalau begitu kami ke kamar dulu ya mbok" kata Gilang sambil tersenyum
"Iya den silahkan"
"Ayo sayang kita ke atas"
"Iya by, hati-hati by kaki kamu masih sakit" kata Salsa memperingati Gilang
Mungkin keadaan Gilang sudah baik-baik saja, tapi kaki nya masih butuh waktu lama untuk sembuh apalagi kata dokter kaki nya patah karena terbentur sesuatu sewaktu kecelakaan.
Dan akan memakan waktu yang lama untuk menyembuhkan nya, dengan sabar Salsa membantu Gilang untuk menaiki setiap anak tangga dengan sangat hati-hati.
"By apa di lantai bawah tidak ada kamar..?" tanya Salsa di saat mereka sudah sampai di depan pintu kamar mereka.
"Di bawah hanya ada kamar mbok rum dan Zaki, kenapa memangnya yang..??"
"Ya kan kalau ada kamar di lantai bawah kita bisa pindah dulu kesana untuk sementara waktu sampai kaki kamu benar-benar sembuh. Jadi kamu tidak perlu naik turun tangga"
"Tidak apa-apa sayang tidak akan lama ini juga akan sembuh, apalagi sekarang ada kamu" sahut Gilang yang menarik Salsa kedalam pelukan nya.
"Kenapa aku..?"
"Ya kan kamu istri Hubby dan pasti kamu akan merawat Hubby setiap saat.." Gilang pun mengecup bibir Salsa dengan sangat lembut
Salsa yang sudah mulai terbiasa dengan hal itu pun mulai membalas Gilang, cukup lama mereka melakukan nya sampai terasa udara di sekitar mereka hampir habis barulah Gilang melepaskan Salsa.
"Maaf ya Hubby belum bisa memberikan hak kamu, dengan keadaan Hubby seperti sekarang Hubby belum bisa melakukan nya." sesal Gilang
"Tidak apa-apa by, aku ngerti ko lagi pula kita bisa melakukan nya kapan saja setelah kamu sembuh nanti" kata Salsa dengan malu-malu.
"Terima kasih sayang,"setelah mengatakan itu dia pun kembali memeluk Salsa dengan sangat erat.
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Sudah satu Minggu Salsa tinggal di rumah Gilang dan hari ini adalah hari pertama mereka kembali ke kampus, Gilang yang sudah lama cuti juga harus kembali mengajar di sana.
"Kamu sudah siap sayang..?" tanya Gilang ketika mereka baru saja selesai sarapan.
"Sudah by, kita berangkat sekarang..?"
"Iya ayo"
Mereka pun mulai berjalan ke arah garasi karena kaki Gilang masih belum sembuh benar jadi untuk sementara Salsa yang akan membawa mobil.
Tidak butuh waktu lama mereka pun sampai di parkiran kampus, mereka berpisah di sana.
Sesampainya Salsa di kelas sudah banyak orang yang datang, dia pun segera berjalan ke arah Arini dan teman-teman yang lain nya berada.
"Wah nih dia pengantin baru, kemana aja Bu baru kelihatan..?" tanya ayu salah satu teman Salsa.
"Kaya nggak tahu penganten baru saja tentu saja bulan madu"tambah Yesi.
"Apaan sih kalian, aku datang bukan nya di tanya kabar malah ngomong yang kaya gitu"
"Ih kalian ko makin ngawur aja sih ngomong nya, udah ah aku males"
Melihat Salsa seperti itu mereka malah senang dan tertawa, tidak lama dosen pun datang dan mereka mulai belajar. Salsa sangat tidak sabar untuk menyelesaikan kuliah nya, hanya tinggal beberapa bulan saja untuk menyelesaikan semua nya.
Dia juga sudah mulai menyiapkan beberapa materi untuk skripsi nya nanti, setelah kelas selesai Salsa dan teman-temannya pergi ke kantin mereka akan makan dan mengobrol disana.
Apalagi ini hari pertama salsa kembali ke kampus, sesampainya di kantin mereka sengaja mencari tempat yang agak pojok agar tidak terganggu dengan yang lainnya.
Tempat ini memang selalu menjadi tempat favorit mereka sejak pertama kali masuk ke kampus ini, walau pun agak di pojok tapi mereka dapat melihat semua aktifitas mahasiswa di kantin ini.
Di saat mereka sedang makan, Gilang tiba-tiba menghampiri mereka.
"Boleh gabung..?" tanya Gilang sambil melihat Salsa dan teman-temannya
"Tentu saja boleh pak, masa nggak" sahut Yesi yang langsung pindah tempat duduk
"Mau kemana Yes...?" tanya Salsa ketika melihat teman nya itu malah berdiri
__ADS_1
"Nggak kemana-mana Sa, kan biar kalian bisa duduk deketan" kata Yesi sambil tersenyum.
Memang tadi Yesi duduk di samping Salsa karena ada Gilang dia lebih memilih pindah tempat duduk.
"Terima kasih ya" kata Gilang sambil tersenyum
Gilang pun segera duduk di samping Salsa dan melihat sang istri tercinta sedang menatap nya.
"Kenapa sayang, ko liat Hubby kaya gitu...?" tanya Gilang karena Salsa terus saja memperhatikan nya
"Nggak apa-apa by, Kamu sudah makan belum.. ?"
"Belum, tapi barusan udah pesen ko tinggal nunggu di anter kesini aja" jawab Gilang sambil mengelus rambut Salsa
Mereka pun mulai kembali mengobrol, walaupun di sana ada Gilang tapi mereka sudah mulai terbiasa dengan itu. Apalagi Gilang meminta mereka untuk menganggap nya teman bukan dosen ketika mereka berkumpul seperti ini.
"By nanti kamu pulang jam berapa..?" tanya Salsa ketika mereka sudah menyelesaikan acara makan siang nya.
"Sekitar jam lima sore, kenapa gitu yang..?"
"Mau aku tungguin sampai kamu selesai..??"
"Memang kamu pulang jam berapa hari ini..?"
"Sekitar jam dua siang sih"
"Ya sudah kamu pulang saja, bawa mobil nya juga" kata Gilang
"Terus nanti kamu pulang nya gimana..??"
"Nanti bisa pakai taksi, dari pada kamu nunggu disini lama mendingan nunggu di rumah kamu juga bisa istirahat"
"Ya udah deh, kalau gitu aku ke kelas dulu ya by"
"Iya sayang yang rajin ya belajarnya"
"Iya bye by.."
"Bye bunny"
__ADS_1
Salsa pun meninggalkan Gilang yang masih duduk di kantin dan segera menyusul teman-temannya yang lain, sehabis makan tadi mereka langsung pergi meninggalkan Salsa dan Gilang berdua saja.