
sesuai permintaan denis kemarin hari ini mereka akan pergi ke tempat istirahat gilang yang terakhir kalinya, tapi sebelum itu salsa meminta untuk di antar ke tempat gilang kecelakaan, dia ingin tahu dimana tempat yang sudah merenggut nyawa suami nya itu.
"jadi di tempat ini gilang meninggal...?" tanya denis
"iya bos, menurut kabar yang saya dengar pak gilang berkelahi dari sana dan berlari kearah sini dan tepat di depan sana pak gilang tertabrak"
salsa tidak mengatakan apapun juga tapi air mata nya tidak berhenti keluar, dia tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan suaminya saat itu.
pasti mobil yang menabrak gilang sedang dalam kecepatan penuh sehingga Gilang bisa terseret cukup jauh dan wajahnya juga sudah tidak bisa di kenali karena luka nya cukup parah.
"ya sudah sebaiknya sekarang kita langsung ke pemakamannya saja, tidak baik untuk mbak salsa berada disini berlama-lama" kata zaki yang terus saja memperhatikan keadaan salsa.
setelah mengatakan itu mereka pun segera pergi ke makam tempat dimana gilang berada saat ini. tepatnya juga agak jauh dari tempat kejadian itu.
orang suruhan denis berjalan lebih dulu untuk menunjukan jalan lalu di susul denis, zaki, salsa dan terakhir haikal.
"ini bos tempatnya"
denis dan yang lainnya pun segera mengalihkan pandangan mereka ke gundukan tanah yang tepat berada di depan mereka.
"kenapa tidak ada namanya..?" tanya zaki ketika melihat batu nisan gilang kosong.
"karena pada saat itu mereka tidak tahu identitas pak gilang"
salsa yang sudah tidak bisa menahan lagi dan pada akhirnya dia jatuh pingsan, dia benar-benar tidak kuat menahan semua kesedihannya itu.
"mbak..."
"salsa.."
jawab mereka secara bersamaan.
zaki langsung menggendong salsa dan membawanya ke dalam mobil lebih baik mereka segera pergi dari sini bahkan negera ini demi kebaikan salsa sendiri.
"kamu urus makam gilang, nisannya juga kamu ganti" perintah denis
"baik bos" kata laki-laki itu sambil menundukan badan nya.
setelah memberi perintah denis pun segera menyusul haikal dan juga zaki.
"sebaiknya kita segera kembali ke indonesia" kata zaki setelah melihat kedatangan denis.
"ya kamu benar, tapi sebelum itu kita harus membawa salsa kerumah sakit.." sahut denis.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
tidak terasa sudah satu bulan sejak ke pulangan mereka dari singapura, tidak ada yang berubah sama sekali.
salsa juga sudah kembali ke kantor dan sudah satu minggu ini juga salsa sudah tidak bekerja di kantor denis lagi.
dia lebih memilih untuk mengurus kantor peninggalan sang suami dan tentu saja di bantu oleh zaki.
tapi tidak dapat di pungkiri kalau dia masih sangat merindukan gilang sampai saat ini, bahkan dia masih merasa kehilangan dan juga sedih ketika ingat kalau gilang sudah meninggalkannya lebih dulu.
tapi dia menyembunyikan kesedihannya itu di depan semua orang, tapi ketika malam tiba dan dia sendiri salsa akan merasa kesepian dan sedih.
"mbak kita ada meeting di perusahaan AB group dan sebaiknya kita berangkat sekarang sebelum terkena macet" kata zaki memberi tahu.
__ADS_1
"iya, saya siap-siap dulu" sahut salsa yang langsung menghentikan semua pekerjaannya.
"kalau begitu saya tunggu di depan" kata zaki yang langsung pergi dari ruangan salsa
salsa pernah menawari posisi untuk menjadi wakil nya tapi zaki menolak dengan alasan jika dia menjadi wakil salsa maka dia tidak bisa menjaga salsa dengan baik.
tapi dengan posisinya yang seperti sekarang dia masih bisa mengikuti salsa kemana pun salsa pergi dan tentu saja dia bisa menjaga salsa.
entah kenapa sampai sekarang zaki masih ingat permintaan Gilang sesaat sebelum berangkat, gilang meminta dia untuk tetap menjaga salsa dan membuatnya bahagia selama dia tidak berada di disininya.
dan zaki tidak menyangka kalau itu adalah permintaan terakhir gilang untuk dirinya, jadi dia akan berusaha untuk menjaga salsa dengan segenap hatinya, dia juga akan rela kalau harus mengorbankan nyawanya demi melindungi salsa.
tadi saat zaki sedang duduk sambil melamun salsa sudah keluar dari ruangannya.
"ayo ki kita berangkat sekarang" kata salsa sambil berjalan melewati zaki
"mari mbak" zaki pun segera mengikuti salsa dari arah belakang.
butuh waktu kurang lebih satu jam untuk mencapai tempat tujuan, dan sepanjang perjalanan tidak ada suara di antara mereka berdua.
salsa sibuk dengan tablet yang ada di tangannya sedangkan zaki fokus menyetir mobil.
meeting berjalan dengan sangat lancar baik zaki maupun salsa dapat menyelesaikannya dengan sangat baik.
masih ada beberapa orang yang masih membicarakan tentang gilang kepada salsa, rekan kerja gilang masih tidak menyangka kalau gilang pergi dengan begitu cepat.
dia tahu kalau salsa sedang tidak baik-baik saja dan itu terjadi setiap kali mereka habis pergi meeting dan dalam meeting itu membicarakan gilang dan kematiannya.
"mbak baik-baik saja..?" tanya zaki
"iya saya baik-baik saja" sahut salsa sambil tersenyum kearah zaki.
dan setelah itu tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka berdua.
"loh ki kok kita kesini, ini bukan jalan ke kantorkan...?" tanya salsa ketika sadar kalau jalan yang mereka lalui bukanlah jalan yang biasa mereka lewati untuk ke kantor.
"saya akan membawa mbak ke suatu tempat dan saya yakin mbak pasti suka" sahut zaki sambil tersenyum.
__ADS_1
sekitar satu jam lebih mereka berkendara dan akhirnya kini mereka sudah sampai di suatu tempat yang baru saja salsa lihat.
"ayo turun mbak" ajak zaki.
mau tidak mau salsa pun ikut turun dan melihat papan nama yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.
"panti asuhan bunda" kata salsa pelan
"ayok mbak" zaki pun berjalan di depan dan di susul oleh salsa.
ada seorang wanita paruh baya yang menyambut kedatangan mereka, dan salsa dapat melihat kalau zaki terlihat sangat dekat dengan wanita itu.
"assalamualaikum bunda" sapa zaki dan langsung mencium tangan wanita itu
"waalaikumsalam, bunda kira tadi siapa yang datang ternyata kamu nak" sahut wanita itu sambil tersenyum dengan sangat ramah
"dia siapa...?" tanya wanita itu ketika melihat salsa yang masih berada di belakang zaki.
zaki pun melihat ke arah belakangnya dimana salsa masih berdiri.
"ini mbak salsa bunda, dia majikan zaki yang waktu itu pernah zaki ceritain..."
"mbak sini" pinta zaki
tanpa menunggu lama akhirnya salsa pun berjalan ke arah zaki dan berdiri tepat di sampingnya.
"mbak kenalin ini bunda heti dia pemilik sekaligus pengurus panti asuhan ini dan bunda ini mbak salsa, mbak salsa ini istrinya pak gilang" kata zaki memperkenalkan kedua nya.
__ADS_1
"istri gilang...?" kata bunda heti sambil melihat zaki dan zaki hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban