PACARKU DOSEN TAMPAN

PACARKU DOSEN TAMPAN
⁶³


__ADS_3

bunda heti pun berjalan mendekat kearah salsa, dan secara tiba-tiba dia langsung memeluk salsa. awalnya salsa kaget dengan perlakuan bunda heti kepada dirinya apalagi ini pertemuan mereka yang pertama.


tapi salsa merasa pelukan bunda heti sangat nyaman jadi dia pun memutuskan untuk membalas pelukannya dan memang saat ini hal itu yang sangat salsa butuhkan.


"selamat datang di rumah" kata bunda heti sambil melepaskan pelukan dan menatap salsa dengan tatapan yang tidak bisa salsa artikan.


salsa hanya bisa tersenyum dia tidak tahu harus menjawab apa.


"ayo kita masuk, anak-anak pasti sangat senang dengan kedatangan kalian" ajak bunda heti yang langsung membawa salsa dan zaki ke sebuah ruangan


salsa dapat melihat di ruangan itu banyak sekali anak-anak yang sedang bermain, dan dapat di pastikan kalau ini adalah ruangan bermain bagi anak-anak disini.


"anak-anak coba llihat siapa yang datang" kata bunda heti ketika mereka sudah sampai di dalam ruanga itu.


semua anak-anak yang ada disana pun segera melihat kearah suara, mata mereka menatap satu persatu tamu yang datang. dan setelah sekian detik mereka pun berteriak memanggil nama zaki.


"kak zakiiiiiii" panggil mereka secara bersamaan


setelah itu mereka segera bangun dan mulai menghampiri zaki, tanpa ragu zaki segera berjongkok dan memeluk mereka semua secara bersamaan.


ada salah satu anak laki-laki yang menghampiri salsa yang saat ini sedang memperhatikan zaki dan anak-anak yang lainnya.


"kakak siapa..? apa pacarnya kak zaki..?" tanya anak itu dengan polos nya


"reihan dia ini bukan pacar kak zaki tapi kakak ini adalah istri kak gilang" jelas bunda heti yang masih setia berada di samping salsa


"istri kak gilang..." kata reihan memastikan


salsa pun mengangukan kepalanya sebagai jawaban setelah itu dia pun mulai berjongkok agar tingginnya sama dengan reihan.


"iya kakak istrinya kak Gilang, reihan kenal kan dengan kak Gilang..?" kata salsa sambil mengelus pipi reihan


reihan pun mengaggukan kepalanya sebagai jawaban, bagaimana reihan tidak mengenal gilang bahkan dia berada disini pun karena Gilang kalau tidak reihan mungkin sudah mati kelaparan.


"kakak pasti sangat sedih saat kak gilang pergi...?"


salsa tidak sangggup menjawab pertanyaan reihan dia hanya menganggukan kepalanya dan menahan air matanya agar tidak keluar.

__ADS_1


"reihan doakan kakak gilang ya supaya dia bahagia disana" sahut salsa pada akhirnya.


"kakak juga jangan sedih ya, mulai sekarang reihan yang akan menjaga kakak mengantikan kak gilang" sahut Reihan dan langsung memeluk salsa.


salsa pun membalas pelukan reihan, entah kenapa setelah memeluk reihan hatinya menjadi sangat tenang bahkan ada sebuah perasaan yang tidak bisa dia katakan ketika dekat degan anak itu.


"ya sudah reihan kamu main dulu sama yang lain ya biar kak salsa nya istrirahat dulu" kata bunda heti


tanpa membatah reihan pun langsung pergi dari hadapan salsa da kembali bergabung dengan teman-teman yang lainnya dan kini mereka di temani oleh zaki.


sesekali reihan juga melihat kearah salsa dan dia akan tersenyum ketika salsa juga melihat kearahnya.


"maaf sebelumnya apa gilang sudah sering kemari...?" tanya salsa


bunda heti pun tersenyum dan menganggukkan kepalamya.


"dia memang sering kesini bahkan dia adalah donatur tetap panti asuhan ini" jelas bunda heti


"saya tidak tahu soal itu karena gilang tidak pernah berbicara atau pun membahas tentang panti asuhan ini kepada saya.." sahut salsa


bunda heti menerawang jauh ke belakang sana.


sore itu langit terlihat sangat mendung, heti yang baru saja merapikan pekerjaan nya segera berlari kearah taman karena biasa nya masih ada anak-anak yang bermain.


setelah memastikan semua anak-anak masuk heti pun segera bergegas untuk mengunci pintu apalagi hujan sudah turun dengan sangat deras.


sebenarnya rumah ini dulunya bukanlah sebuah panti asuhan, ini rumah pribadi milik heti.


dia memutuskan untuk merawat anak-anak yang tidak beruntung di rumah ini, bukan tanpa alasan dia melaukan hal ini.


dokter telah memponisnya tidak bisa memliki anak dan suami tercintanya tega meninggalkan dia dengan wanita lain.


wanita yang sudah hamil anak sang suami, karena merasa di khianati heti pun memilih berpisah dengan sang suami dan tinggal di rumah ini.


rumah ini adalah rumah peninggalan kedua orang tua nya, awalnya dia hanya memiliki tiga orang anak asuh tapi lama kelamaan anak-anak disini semakin bertambah banyak.


dan hari itu adalah pertama kalinya heti bertemu dengan gilang.

__ADS_1


disaat heti akan menutup gerbang dia menemukan seorang anak yang tidak sadarkan diri tepat berada di depan gerbangnya.


heti melihat ke kiri dan juga kanan siapa tahu ada orang yang sedang bersama anak itu, tapi heti sama sekali tidak menemukan siapapun disana.


dan akhirnya heti pun membawa gilang kecil masuk kedalam rumah nya, heti pun segera mengganti baju Gilang agar dia tidak demam.


semalaman Gilang terus saja mengigau dan juga badan nya sangat panas, dengan telaten heti terus merawat gilang tanpa lelah.


bahkan dia juga tidak tidur sama sekali hanya demi menjaga gilang.


keesokan hari nya, heti mengerjakan pekerjaannya seperti biasa, dia mulai mengurus anak-anak yang lain seperti anaknya sendiri.


gilang yang sejak semalam tidak sadarkan diri pun mulai membuka mata, dan hal pertama yang dia lihat adalah langit-langit kamar yang berwarna biru.


Gilang mengedarkan pandanganya kesegala penjuru arah dia benar-benar tidak mengenal tempat ini.


ini juga bukan kamarnya, gilang kecil pun segera bangun dan mulai melihat sekitarnya.


bunda heti yang baru saja akan melihat keadaan Gilang berpapasan dengan nya di luar kamar.


"kamu sudah sadar...?" tanya bunda heti ketika melihat Gilang, sedangkan Gilang hanya menganggukan kepalanya sebagi jawaban.


"saya dimana...?" tanya gilang


"kamu aman, ini rumah bunda, semalam bunda menemukan kamu pingsan di depan rumah" jelas bunda heti.


"terima kasih sudah menolong saya"


"siapa nama kamu dan kenapa kamu bisa sampai disini..?" tanya bunda heti penasaran


"nama saya gilang, kemarin saya melarikan diri dari orang jahat yang ingin membawa saya pergi dan karena kelelahan akhirnya saya tidak sadarkan diri" jawab Gilang.


heti juga dapat melihat banyak kesedihan dalam diri gilang saat ini.


"ya sudah kalau begitu, sebaiknya kamu kembali ke kamar saja dan bunda bawakan kamu sarapan dan nanti obatnya juga jangan lupa di minum" kata bunda heti yang langsung masuk ke dalam kamar Gilang dan tentu saja gilang langsung mengikutinya.


apalagi saat ini dia juga sudah sangat lapar karena dari kemarin belum makan apapun juga.

__ADS_1


"kamu makan saja dulu ya, bunda mau lihat yang lainnya, dan kalau ada apa-apa kamu bisa memanggil bunda" kata bunda heti


__ADS_2