
semua keluarga merasa sangat kehilangan apalagi pak wahyu termasuk laki-laki yang sangat perhatian terhadap seluruh keluarganya.
salsa yang masih bersedih lebih memilih berdiam diri di dalam kamar setelah acara pemakaman selesai.
reihan setia menemani sang mommy tercinta, sedangkan mbok ningrum dan juga zaki lebih memilih menunggu di ruang tamu.
"mommy harus kuat, mommy harus ingat masih ada rey yang akan selalu ada untuk mommy" kata reihan sambil memeluk salsa.
"terima kasih sayang, mommy harap kamu juga jangan pernah meninggalkan mommy" kata salsa sambil terisak.
tok..tok..tok..
terdengar ketukan dari arah luar kamar salsa, reihan pun bangkit dan membuka pintu kamar, terlihat zaki sedang berdiri disana sambil membawa secangkir teh yang masih terlihat sangat panas.
"boleh om masuk...?" tanya zaki
reihan pun menggeser badan nya agar zaki bisa masuk kedalam kamar mommy nya.
"sa aku bawakan teh hangat untuk mu" kata zaki sambil menyerahkan secangkir teh ketangan salsa.
"terimakasih ya ki" sahut salsa sambil mengambil teh itu dari tangan zaki.
"rey bisa tinggalkan mommy dan om zaki sebentar" kata salsa sambil melihat putranya.
"tentu mom, kalau mommy perlu sesuatu rey ada di bawah" kata reihan
setelah kepergian reihan salsa pun meminta zaki untuk duduk di sebuah kursi.
zaki duduk tepat di samping tepat tidur salsa, entah sejak kapan dia mulai menaruh perasaan kepada istri majikannya itu.
tapi yang dia tahu sekarang perasaan nya itu malah semakin besar.
"ada apa... kenapa kamu meminta reihan untuk pergi dari sini...?" tanya zaki setelah dia yakin kalau reihan sudah pergi.
__ADS_1
salsa tidak langsung menjawab pertanyaan zaki, dia masih memikirkan kata yang tepat untuk mengatakan semua isi hati nya itu.
"kalau kamu mau membahas permintaan ayah waktu itu kamu tenang saja aku tidak akan memaksa kamu ko sa.." kata zaki yang seperti sudah tahu apa yang akan di katakan oleh salsa.
salsa menunduk untuk waktu yang cukup lama, sampai suara zaki membuat nya tersadar.
"kamu istirahat saja dulu jangan berpikir yang macam-macam, aku masih bisa menunggu keputusan kamu" kata zaki yang langsung bangkit dan meninggalkan salsa.
tapi baru saja dua langkah zaki langsung berhenti karena ada sebuah tangan yang menghentikannya, zaki pun melihat kearah belakang.
dan dia dapat melihat kalau salsa sedang melihat kearahnya sambil memegang tangan nya dengan erat.
"tetap disini aku mohon" pinta salsa
zaki pun akhirnya duduk kembali ke tempatnya semula, tapi tangannya tidak salsa lepaskan malah kini mereka saling pandang satu sama lain.
"aku tahu kemarin ayah mungkin terlalu terburu-buru sehingga aku juga harus memberikan jawaban pada saat itu juga tapi aku pastikan kalau jawaban aku saat itu benar-benar dari hati ku... dan aku harap kita segera menggelar acara pernikahan kita agar ayah juga bisa tenang disana" kata salsa pada akhirnya.
pasalnya sudah hampir tiga tahun dia melamar salsa tapi sampai sekarang tidak pernah di jawab oleh wanita yang kini sedang ada di depannya.
bahkan ketika dia mendengar ada laki-laki lain yang juga melamar salsa dia semakin merasa rendah diri.
zaki dan laki-laki itu berbeda sangat jauh, laki-laki itu sudah terlahir dari keluarga yang kaya raya sangat berbeda dengan zaki yang terlahir dari keluarga sederhana bahkan dia mendapatkan kekayaannya saat ini pun itu hasil dari pemberian orang lain.
dia harus mengurus perusahaan milik majikan nya yang sudah meninggal, yang awalnya hanya menjabat sebagai asisten pribadi dan di percaya oleh salsa dan juga denis untuk memimpin perusahaan sehingga salsa bisa lebih fokus berada di rumah bersama reihan.
mau tidak mau dia pun menerima jabatan ini, tapi dari hasil jerih payah nya selama ini dia juga membuka usaha sendiri karena dia tahu jika perusahaan ini di ambil alih lagi oleh pemilik aslinya dia harus bersiap-siap melakukan pekerjaan lain.
tapi kini dia mendengar sendiri kalau wanita yang selama ini menjadi incarannya mengatakan menerima lamarannya.
"apa kamu serius sa dengan apa yanng kamu katakan itu...?" tanya zaki memastikan
"iya aku serius dengan perkataan ku, sebenarnya aku sudah memikirkan ini sejak lama tapi aku masih ragu, dan sewaktu ayah meminta aku untuk bersama kamu aku pun mulai yakin dengan keputusan aku itu." jelas salsa
__ADS_1
"tapi kalau kamu sudah tidak yakin dengan perasaan kamu sekarang tidak apa-apa,aku tahu sudah cukup lama aku mengabaikanmu" tambah salsa
"aku masih yakin dengan apa yang aku katakan dan juga rasakan, aku hanya tidak menduga kalau kamu juga mau membalas perasaan aku.. tapi apa aku boleh bertanya sesuatu...?" kata zaki sambil melihat mata salsa
"apa yang mau kamu tayakan...?"
"apa kamu benar-benar tidak merasa keberatan dengan ini semua, keputusan kamu ini bukan karena perkataan ayah saja kan...? maaf kalau aku bertanya seperti ini, aku hanya ingin memastikan perasaan mu kepada ku saja" kata zaki
salsa pun tersenyum kepada zaki, senyuman yang sangat manis, senyuman yang selalu bisa meluluhkan hati zaki.
"aku sudah yakin dengan perasaan ku kepada kamu, mungkin sebelumnya aku tidak yakin karena aku takut masa lalu ku kembali menghantui ku, tapi sekarang aku ingin menjalani hari -hari ku kedepannya dengan kamu.. dan keputusan ku itu bukan karena paksaan ataupun permintaan dari ayah.." jelas salsa
zaki pun tersenyum mendengar perkataan salsa dia sangat senang mendengar itu semua sampai dia tidak sadar sudah membawa salsa kedalam pelukannya.
salsa yang awalnya merasa terkejut pada akhirnya memberanikan diri membalas pelukan zaki.
"terimakasih karena sudah bersabar dan mau menunggu ku begitu lama" kata salsa
"kalau pun aku harus menunggu kamu seribu tahun lagi aku pasti akan menunggunya dengan ikhlas" sahut zaki.
hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan bagi salsa maupun zaki, salsa berharap dengan dia membuka kembali hati nya untuk zaki hari-hari nya akan lebih bahagia.
"aku janji akan selalu membuat kamu selalu bahagia dengan segala kekurangan ku ini" kata zaki
"iya aku percaya itu, aku harap kamu tetap bersabar menghadapi tingkah ku yang terkadang sedikit menyebalkan" kata salsa sambil terkekeh
"ya aku akan selalu bersabar menghadapi anak kecil seperti kamu" sahut zaki sambil tersenyum.
zaki pun mengecup kening salsa cukup lama, ada perasaan aneh yang menghapiri salsa, entah kenapa dia sangat suka ketika zaki melakukan hal ini.
"i love you salsa" bisik zaki
sedangkan salsa hanya terdiam, walaupun dia bisa menerima zaki tapi entah kenapa untuk mengatakan kalimat itu masih sangat sulit dia katakan.
__ADS_1