PACARKU DOSEN TAMPAN

PACARKU DOSEN TAMPAN
²¹


__ADS_3

Salsa tersenyum mendengar perkataan Gilang, jujur di dalam hatinya dia sangat senang karena tahu kalau Gilang sedang cemburu saat ini.


"Kamu cemburu sama Dafa by.. ? " bisik Salsa


Bukan nya menjawab Gilang malah menarik Salsa dari sana, dia akan membawa wanita nya jauh dari laki - laki yang ada di hadapan nya ini.


" Guys aku kesana dulu ya, kalian nikmati saja pestanya.. " kata Salsa sambil melihat ke arah belakang.


Wulan dan Arini pun langsung tersenyum kearah Salsa, berbeda dengan Dafa yang merasa tidak suka dengan perbuatan dosen nya itu.


" Tuh pak Gilang kenapa.. ? " tanya Wulan saat mereka sudah mulai menjauh.


" Udah nggak usah ngurusin mereka mending kita makan.. " ajak Arini


" Ternyata pak Gilang bisa bersikap seperti itu juga terhadap Salsa, semoga kalian selalu bahagia... " batin Arini yang sudah mengetahui status mereka dari awal.


Gilang membawa Salsa ke taman hotel yang tidak jauh dari acara resepsi.


Setelah sampai taman Gilang baru melepaskan Salsa begitu saja, Salsa tersenyum dan langsung memeluk Gilang dengan sangat erat.


" Kenapa kamu senyum - senyum seperti itu.. " tanya Gilang


" Kamu tahu by, aku seneng kalau kamu seperti ini. Aku baru tahu ternyata kamu bisa cemburu juga.. Aku pikir selama ini hanya aku yang cemburu dengan semua wanita yang dekat dengan kamu.. " Salsa melihat ke arah mata Gilang.


Gilang yang di tatap Salsa seperti itu merasa tidak bisa marah lagi, entah kenapa tatapan Salsa mampu meluluhkan hatinya yang sedang panas.


" Wajar aku cemburu karena kamu pacar aku, aku tidak suka laki - laki lain memandang atau pun memperlakukan kamu seperti tadi.. " jawab Gilang dengan nada ketus


Salsa tersenyum, lalu dia pun berjinjit dan di kecup nya bibir Gilang sekilas dan itu membuat Gilang kaget.


" Aku tidak punya perasaan sama mereka semua, hanya kamu yang ada di hati aku.. Kamu sudah mencuri hati aku jadi sudah tidak ada tempat lain lagi untuk orang lain.. " kata Salsa sambil tersenyum.


Gilang pun tersenyum dan ******* bibir Salsa dengan sangat lembut, Salsa sangat senang akhirnya Gilang tidak marah lagi dia pun ikut membalas ******* Gilang.


Sedangkan jauh di depan sana ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka, dia mengepalkan tangan nya ketika melihat adegan yang membuat hatinya panas dan juga perih.


Dia pun segera pergi dari sana dengan perasaan yang tidak bisa di artikan.

__ADS_1


Sementara Gilang dan Salsa setelah cukup lama berduaan di taman mereka pun memutuskan untuk kembali kedalam.


Gilang menggandeng tangan Salsa dengan sangat erat, dia tidak ingin ada yang mengambil Salsa dari sisinya.


" Bang Denis selamat ya, duuh sekarang udah jadi suami aja.. " kata Salsa sambil memeluk abangnya


" Makasih ya Sa, kalian juga cepat - cepat nyusul.. " kata Denis sambil melihat Gilang dan Salsa secara bergantian


" Doain aja semoga kita juga bisa cepat - cepat nyusul loe.. " jawab Gilang sambil memeluk Denis.


Pesta pun berjalan dengan sangat meriah, banyak yang datang kepesta itu mulai dari saudara, teman dan juga kolega Denis dan tamu undangan yang lain.


Tepat jam 11 malam acara baru saja selesai, Denis dan istrinya menginap di hotel ini sedangkan yang lain nya memilih untuk pulang kerumah masing - masing.


Seperti malam ini Gilang sedang mengantarkan Salsa dan kedua orang tua Salsa pulang, tidak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai juga di depan rumah Salsa.


" Gilang maksih ya sudah ngaterin kami semua, karena ini sudah malam bagaimana kalau kamu menginap saja disini.. ? " kata papah Salsa


" Nggak usah om saya pulang aja nggak enak sama yang lain.. " jawab Gilang sambil tersenyum.


" Papah bener tuh by, ini kan udah malam banget kamu nginep aja disini, mau ya by.. " rengek Salsa


" Gilang kami ke kamar dulu ya.. " pamit mamah Salsa


" Iya tante.. " jawab Gilang sambil tersenyum


Salsa dan Gilang pun berjalan kearah kamar mereka yang ada di lantai 2, Gilang berhenti tepat di depan pintu kamar Salsa.


" Ya sudah kamu masuk gih sana. Selamat tidur, mimpi yang indah ya bunny ku.." kata Gilang dengan di akhiri sebuah kecupan di kening Salsa.


" Iya kamu juga langsung istirahat ya.. Selamat tidur, dan jangan lupa mimpiin aku.. " kata Salsa sambil tersenyum.


" Tentu.. " jawab Gilang


Salsa pun masuk kedalam kamar nya, begitu pula Gilang yang ikut masuk kedalam kamar yang semalam dia pakai.


Kamar tamu dan kamar Salsa bersebelahan sedang kan di depan kamar mereka adalah kamar Denis dan adik Salsa.

__ADS_1


Salsa pun langsung bersih - bersih dan berganti baju, setelah semua selesai dia baru ingat kalau Gilang tidak ada baju di rumah ini.


Dia pun mencari kaos nya di lemari, kaos yang cocok di pakai oleh Gilang.


Setelah dapat dia pun langsung pergi ke kamar Gilang, Salsa mengetuk pintu kamar Gilang.


Tok... tok.. tok..


Tidak lama pintu pun terbuka dan terlihat Gilang baru selesai mandi, bahkan penampilan nya saja masih dengan handuk yang melekat di bagian bawah tubuhnya.


" Sayang ada apa.. ? " tanya Gilang heran.


" Ini aku bawain baju buat kamu by, kamu pasti tidak ada baju buat ganti kan.. ? " kata Salsa tidak berani menatap Gilang.


Jujur ini pertama kalinya dia melihat Gilang dengan penampilan seperti ini.


" Terima kasih ya bunny kamu memang baik.. " kata Gilang sambil mengambil baju dari tangan Salsa.


" Ya sudah kalau gitu aku ke kamar dulu ya.. "


" Iya sayang.. " jawab Gilang sambil tersenyum


Tidak lama Salsa pun sudah menghilang di balik pintu kamar nya, sesampainya di dalam kamar salsa memegang kedua pipi nya dengan sangat erat.


" Aduh dia keren banget sih dengan penampilan seperti itu, gue jadi makin jatuh cinta sama kamu by.. " guman Salsa


Dia pun segera bergegas naik ke atas tempat tidur nya dan mulai menarik selimut,dia tersenyum melihat foto Gilang yang sengaja dia pasang di kamar nya.


" Kamu benar - benar sudah mencuri hati ku by, terima kasih karena sudah hadir dalam hidup ku.. Kamu selalu bisa membuat aku bahagia, walau pun kadang kamu juga ngeselin.. " guman Salsa lagi sambil tersenyum ke arah foto Gilang


Tidak lama dia pun terlelap, dia berharap di dalam mimpi dia bisa bertemu lagi dengan Gilang.


Sedangkan di kamar Gilang, setelah selesai mandi dan berganti baju Gilang melihat handphonenya yang sudah seharian ini dia lupakan.


Dia mengetik sesuatu disana lalu mengirim nya, setelah itu dia pun mulai membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


" Bagaimana aku bisa pergi kalau aku malah tidak bisa jauh dari kamu Sa.. " bisik Gilang

__ADS_1


Tidak lama dia pun mulai terlelap, dia berharap hari esok jauh lebih baik dari hari ini.


__ADS_2