PACARKU DOSEN TAMPAN

PACARKU DOSEN TAMPAN
12


__ADS_3

Hari ini mereka sangat bahagia, mereka pun menyusuri kebun teh sambil berpegangan tangan.


" Kita perlu nggak sih punya panggilan sayang gitu.. ? " tanya Salsa sambil melihat Gilang.


" Menurut kamu.. ? "


Salsa pun mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban.


" Tapi kayanya seru juga kalau kita punya panggilan sayang sendiri.. " tambah Gilang


" Terus kamu mau panggil aku apa.. ? " tanya Salsa penasaran sambil melihat kearah kekasih baru nya itu.


Gilang pun mulai berpikir panggilan apa yang cocok untuk kekasihnya itu.


" Gimana kalau Bunny.. ? "


" Kok Bunny... ? " protes Salsa


" Karena kakak lihat kamu suka kelinci dan dimata kakak kamu itu lucu seperti kelinci.. " jawab Gilang sekenanya.


" Kalau kamu sendiri mau panggil kakak apa.. ? " tanya Gilang penasaran.


Salsa pun mulai berfikir setelah cukup lama dia memikirkannya akhirnya dapat juga panggilan yang pas untuk kekasih barunya itu.


" Aku akan panggil kakak Hubby " jawab Salsa


" Kenapa Hubby " tanya Gilang


" Karena aku mencintai kakak.. " jawab Salsa


Mereka pun saling melemparkan senyuman.


" Jadi mulai detik ini kakak akan panggil kamu Bunny dan kamu panggil kakak Hubby.. " kata Gilang dan langsung di angguki oleh Salsa.


" Terus kalau di kampus gimana.. ? " tanya Salsa


" Ya di kampus seperti biasa.. " jawab Gilang


Waktu pun berjalan dengan sangat cepat dan udara disini semakin dingin, Gilang yang melihat Salsa sudah mulai kedinginan segera membuka jaketnya dan memakaikan ke Salsa.


Salsa tersenyum melihat perlakuan Gilang terhadapnya.


" Terima kasih.. "


" Kita kesana yuk, disana ada makanan dan juga minuman yang bisa menghangatkan.. " ajak Gilang


Mereka pun mulai pergi ke arah lain, dan benar saja disini ada banyak penjual makanan.

__ADS_1


Salsa dan Gilang memesan jagung bakar serta sekoteng, sambil menunggu pesanan datang mereka pun menikmati malam yang penuh bintang ini sambil berpelukan.


Salsa menyandarkan kepalanya di pundak Gilang, sungguh ini terasa nyaman untuknya.


Dia masih tidak menyangka kalau sekarang dia dan Gilang sudah resmi berpacaran padahal kemarin cuma menjadi angan - angan saja.


Pesanan pun datang dan mereka mulai menikmatinya.


" Bunny tadi kamu bilang lagi suka atau kagum sama seseorang apa aku boleh tahu siapa itu.. ? " tanya Gilang penasaran


Salsa melihat Gilang sekilas lalu kembali memakan jagung bakarnya.


" Kamu nggak mau kasih tahu aku.. ? " tanya Gilang


" Hubby masa kamu masih tidak tahu siapa yang aku suka sih.. ? " tanya balik Salsa


" Maksud kamu.. ? "


Salsa pun menarik nafasnya, dia merasa heran pada kekasihnya yang satu ini, dia itu seorang dosen tapi yang begini saja tidak mengerti.


" Hubby coba kamu pikir kenapa aku langsung menerima kamu, ya karena aku sudah suka sama kamu sebelumnya. Masa gitu aja nggak ngerti sih.. " jelas Salsa.


Gilang tersenyum mendengar penjelasan Salsa dia sebenarnya sudah tahu tapi dia hanya ingin mendengarnya langsung dari mulut Salsa sendiri.


" Aku sebenarnya sudah tahu tapi pengen denger langsung dari mulut kamu aja.. " kata Gilang


" Hubby ayo kita pulang aku tidak mau orang rumah khawatir.. " ajak Salsa.


Gilang pun setuju dan mereka mulai meninggalkan tempat itu.


《 ○ 》《 ○ 》 《 ○ 》《 ○ 》 《 ○ 》


Hari ini Salsa ke kampus di jemput oleh Gilang.


" Assalamualaikum.. " salam Gilang sambil masuk kedalam rumah.


" Waalaikumsalam " jawab semua orang


" Loh Lang, loe ngapain pagi - pagi kesini.. ? " tanya Denis


" Ya jemput aku dong bang.. " jawab Salsa dari arah belakang


" Kamu sudah sarapan Lang.. ? ayo kita sarapan bareng " ajak mamah Salsa


" Makasih tapi saya sudah sarapan tadi tante... " tolak Gilang


Salsa pun segera meminum susunya sampai habis.

__ADS_1


" By berangkat sekarang yuk, aku ada kelas pagi.. " kata Salsa sambil berjalan ke arah ayahnya


" Salsa berangkat ya yah, bu.. " pamit Salsa


Setelah berpamitan kepada kedua orang tuanya Salsa mengambil roti lapis yang sudah di siapkan ibu tadi.


Memang sudah jadi kebiasaan Salsa kalau ada kelas pagi dia hanya akan meminum susu lalu membawa bekal roti lapis untuk di makannya di jalan atau bahkan di kampus sebelum kelas di mulai.


Gilang membuka pintu mobil untuk Salsa, setelah Salsa masuk baru dia menutup pintu dan berjalan ke arah pintu mobil lainnya.


Mobil pun mulai meninggalkan pekarangan rumah Salsa, di tengah jalan Salsa memakan roti lapis yang di bawanya tadi.


" Hubby kamu mau.. ? " tawar Salsa


Gilang hanya melihatnya sekilas dan menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


Salsa pun menyuapkan roti lapis itu ke mulut Gilang.


" Iih Hubby buka mulutnya.. " pinta Salsa dan gilang pun menurutinya.


Salsa tersenyum sambil menyuapkan roti ke mulut Gilang.


" Gimana enak.. ? " tanya Salsa


" Hmmmm " jawab Gilang karena mulutnya penuh dengan roti lapis.


Tidak terasa roti lapis itu pun habis mereka makan berdua, Salsa mencari tempat minum yang biasa dia bawa dan ternyata sekarang dia malah lupa membawanya.


" Kamu cari apa sayang..? " tanya Gilang


" Tempat minum ku ketinggalan di rumah.. " jawab Salsa


Gilang pun memberikan botol minum yang memang selalu ada di dalam mobilnya.


" Ini kamu minum saja itu masih baru kok.. " kata Gilang sambil memberikan sebotol air mineral kepada Salsa.


Salsa pun menerima dan langsung meminumnya tidak lupa dia juga memberikan botol itu kepada Gilang.


" Kamu mau minum juga.. ? " tanya Salsa


Gilang langsung mengambil botol itu dan meminumnya.


Tidak terasa mereka kini sudah sampai di kampus.


" Hubby aku duluan ya.. " kata Salsa sambil melihat ke arah Gilang.


" Iya kamu belajar yang rajin jangan ngobrol terus di kelas.. " kata Gilang sambil mengelus pipi Salsa.

__ADS_1


" Iya, daaah Hubby.. " pamit Salsa sambil melambaikan tangan nya.


__ADS_2