
"Ini kereeeen!" ujar Sagachi yang takjub setelah Kristal Energi Alam itu telah menyatu dengan pedangnya. Kini pedang Sagachi telah mendapatkan dua kekuatan kristal.
"Sekarang, aku ingin mengajakmu ke Istana Alcazar Sevilla. Ma ...."
Ucapan Kenta Ken terhenti karena Vitaloka tiba-tiba menyela pembicaraannya, dan sekarang tubuh Vitaloka yang tadinya terluka telah pulih seperti sedia kala.
"Jangan mau diajak dia, Sagachi-san! Jangan-jangan dia sedang merencanakan sesuatu untuk mencelakaimu," ucap Vitaloka, ia masih waspada dengan pria berjubah hitam ini. Kemudian, Vitaloka menatap tajam ke arah Kenta Ken sambil berkata, "Hey, pergilah! Aku tidak akan membiarkanmu melukai teman-temanku!"
"Vitaloka, sepertinya kau ini salah paham." Kenta Ken pun kemudian membuka kain hitam yang menutupi wajahnya. Tampaklah, wajahnya yang tampan nan gagah membuat Vitaloka sedikit terpesona namun ia masih tetap pada pendiriannya. Kenta Ken memperlihatkan wajahnya itu agar Vitaloka tidak mencurigainya lagi. "Aku menggunakan kain penutup untuk menutupi wajahku, itu karena raja yang menyuruhku. Dan ini juga adalah tugas seorang mata-mata sepertiku. Tapi sungguh, aku di sini tidak bermaksud jahat ataupun melukai siapa pun. Karena, aku hanya membunuh orang-orang yang menjadi musuh raja."
"Jika memang aku berniat untuk melukai Sagachi. Lalu, kenapa juga aku harus memberikan Kristal Energi Alam itu padanya? Itu adalah Kristal Energi Alam yang diberikan oleh sang raja padaku, dan aku ditugaskan untuk memberikan itu kepada orang yang diramalkan akan mengalahkan tujuh raja iblis. Dan orang itu adalah Sagachi," sambung Kenta Ken menjelaskan. "Jadi, apakah kau masih salah paham denganku, Vitaloka?"
"Apakah yang dikatakannya itu benar, Sagachi-san?" tanya Vitaloka sembari menolehkan pandangannya ke arah Sagachi.
Sagachi pun segera menjawab, "Benar, Vita-san. Sebelum aku ke dunia ini, aku memang diberi syarat oleh sosok misterius yang memindahkanku ke dunia ini. Sosok misterius itu berkata ...." Sagachi menceritakan semuanya, semua kejadian yang dialaminya dari di saat ia di penjara sampai berpindah ke dunia ini.
Setelah mendengar cerita dari Sagachi, Vitaloka pun kemudian langsung membungkukkan badannya ke arah Kenta Ken sembari berkata, "Maafkan aku, Kenta-san. Karena tadi aku sudah salah paham denganmu."
"Baiklah, tidak apa-apa," kata Kenta Ken merespon permintaan maaf dari Vitaloka.
"Kalau begitu, saya mohon ijinya untuk membawa Sagachi-san ke istana," sambung Kenta Ken. Kini, ia telah mulai menggunakan bahasa yang sedikit sopan saat berbicara dengan Vitaloka.
"Baiklah, silakan!" kata Vitaloka merespon ucapan Kenta Ken.
__ADS_1
"Aku ikut dengan Nisan!" ucap Furuko yang baru saja datang mendekati Vitaloka, Sagachi dan Kenta Ken, diikuti oleh Cika dan juga Chizu.
"Tapi, aku hanya ditugaskan oleh raja hanya untuk membawa Sagachi-san saja," kata Kenta Ken merespon ucapan Furuko.
Furuko pun kemudian mendekati Sagachi dan kemudian ia langsung memegangi tangan kanan kakaknya itu. "Pokoknya jika aku tidak boleh ikut, Nisan tidak akan aku ijinkan ke sana!"
Sagachi hanya tertawa lirih melihat sikap adiknya yang menurutnya menggemaskan. Karena, Furuko itu seperti tidak ingin berpisah dengannya walaupun hanya sebentar saja.
"Tidak apa-apa, Furuko. Nisan kan hanya menemui sang raja. Setelah itu, nisan akan kembali lagi," ucap Sagachi sembari mengacak-acak rambut Furuko karena gemas, dan hal itu membuat adiknya itu mengembungkan pipinya.
"Baiklah, baik. Awas kalau lama lho!" ucap Furuko yang lagi-lagi membuat Sagachi menjadi sangat gemas pada sikap adiknya yang masih sama seperti saat berada di dunia asalnya dan tak berubah sedikitpun.
"Siap!" kata Sagachi merespon ucapan Furuko.
"Oh, maaf menunggu. Baiklah, ayo berangkat!" kata Sagachi, kemudian ia melepaskan tangan Furuko yang masih memegangi tangannya dengan erat seperti tidak ingin membiarkan kakaknya pergi. "Aku pamit ya, Furuko."
Furuko pun melepas Sagachi sembari berucap, "Baiklah, hati-hati ya, Nisan!"
"Iya, kamu gak perlu khawatir," kata Sagachi merespon ucapan Furuko.
Kemudian, Sagachi pun melesat bersama dengan Kenta Ken bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya.
Sagachi berlari dengan kecepatan tinggi mengikuti Kenta Ken. Terkadang, Kenta Ken juga melompat-lompat di atas atap-atap rumah, dan hal itu juga dilakukan oleh Sagachi agar ia juga tidak tertinggal olehnya. Karena jika ia sampai tertinggal, bisa-bisa ia kehilangan jejaknya dan tidak tahu jalan menuju ke istana.
__ADS_1
"Cepat sekali dia. Seperti inikah kecepatan seorang yang ber-Job Assassin?" Sagachi bergumam dalam hati sembari menambahkan kecepatan laju larinya untuk menyusul Kenta Ken. "Tapi aku harus lebih cepat lagi!"
Sagachi pun meningkatkan kecepatannya. Namun, sulit baginya untuk menyusul Kenta Ken yang jauh lebih cepat darinya. Hingga sekarang, ia mulai merasakan napasnya terengah-engah. Karena sudah tidak kuat lagi, ia pun memutuskan untuk berhenti sejenak untuk mengistirahatkan tubuhnya dan mengatur napasnya.
Kenta Ken yang mengetahui Sagachi tiba-tiba saja berhenti, ia pun juga langsung menghentikan langkahnya. Kemudian, pria berjubah hitam itu berkata tanpa menoleh ke arah Sagachi. "Apakah kau lelah, Sagachi-san?"
Sagachi yang masih terengah-engah berusaha mengatur napasnya, kemudian ia pun menjawab, "Aku kagum denganmu yang sedari tadi berlari dengan kecepatan tinggi namun tak sedikitpun merasa kelelahan."
Dalam pikiran Kenta Ken, ia beranggapan kalau Sagachi seperti orang yang belum terbiasa melakukan ini. Baginya, Sagachi seperti seorang petarung yang belum lama menjadi petarung. Tapi memang benar adanya, kalau ia baru saja lulus dari Akademi Barak Sihir. Sebelum ia di Akademi Barak Sihir, ia hanyalah manusia biasa yang tidak mengetahui apa itu pertarungan di dunia fantasi ini.
"Ini karena aku sudah terbiasa berlarian menempuh jarak jauh. Bahkan, aku pernah berkeliling tujuh kerajaan yang sekarang telah dikuasai oleh tujuh raja iblis," kata Kenta Ken menjawab pertanyaan dari Sagachi. Kemudian, ia pun akhirnya menoleh ke belakang dan menatap Sagachi yang sudah mulai terlihat lebih baikan dari rasa lelahnya. "Jadi, nantinya kamu juga akan terbiasa sendiri."
"Baiklah, ayo kita lanjutkan perjalanan!" kata Sagachi merespon ucapan Kenta Ken.
Kenta Ken hanya mengangguk, kemudian ia pun segera melanjutkan perjalanannya yang juga diikuti oleh Sagachi.
Sesampainya di Istana Alcazar Sevilla.
Kini Kenta Ken dan Sagachi telah sampai dan akan memasuki gerbang istana yang dijaga oleh dua orang prajurit.
Kedua prajurit itu pun langsung membukakan gerbang pintu masuk tanpa Kenta Ken suruh. Setelah itu, ia pun memasuki Istana Alcazar Sevilla bersama dengan Sagachi yang mengikutinya di belakang.
Di ruang singasana Istana Alcazar Sevilla. Sang raja yang melihat Kenta Ken bersama dengan Sagachi pun langsung berdiri dengan raut wajahnya yang menggambarkan kesenangan.
__ADS_1
"Saya Kenta Ken menghadap, Yang Mulia. Dan saya sekarang sudah membawa orang yang selama ini Yang Mulia cari," ucap Kenta Ken sembari berjongkok memberi hormat.