Pahlawan Di Dunia Lain

Pahlawan Di Dunia Lain
THE STORY OF HYAKIMARU


__ADS_3

"Saya ingin bertanya, apakah boleh?" Kenta Ken meminta izin pada Hyakimaru, sebelum ia menanyainya.


"Silakan, apa yang akan Anda tanyakan pada saya?" Hyakimaru pun mempersilakan Kenta Ken untuk bertanya. Karena sebenarnya, ia juga penasaran dengan apa yang akan Kenta tanyakan padanya.


"Begini ... kami ingin mencari siapakah yang cocok untuk menjadi Raja Kerajaan Zephyra. Jadi, kami ingin bertanya pada Anda, apakah Anda merasa kalau Anda itu cocok untuk menjadi raja di Istana Kerajaan  Zephyra?"


Mendengar pertanyaan Kenta Ken, Hyakimaru menundukkan kepalanya sambil berkata, "Tentu saja ... tentu saja saya tidak pantas untuk menjadi raja. Saya ini cacat, karena saya hanya memiliki satu mata saja."


Mendengar jawaban dari Hyakimaru, Kenta Ken dan teman satu tim-nya tersenyum bahagia. Karena pada akhirnya, mereka menemukan orang yang tepat untuk menjadi raja di Istana Kerajaan Zephyra.


Ya! Tentu saja orang yang pantas untuk menjadi raja di Istana Kerajaan Zephyra itu adalah Hyakimaru, karena dari jawabannya sudah jelas, kalau ia merasa tidak pantas untuk menjadi raja. Hal itu menandakan, kalau Hyakimaru adalah orang yang rendah hati. Tentu saja, orang yang rendah hati itu adalah salah satu sifat antonim( lawan kata ) dari sombong.


"Jadi, mata kananmu yang kau tutupi dengan kain hitam itu ...." Kenta Ken sengaja menggantung kalimatnya, meskipun sebenarnya ia sudah bisa menebak kalau mata kanan Hyakimaru yang ditutupi kain hitam itu adalah mata yang cacat( tidak bisa melihat ).


"Ya! Mata kanan saya sudah hancur, karena waktu itu ...." Hyakimaru berniat menceritakan hal yang menyebabkan mata kanannya hancur. "Apakah saya boleh menceritakan ini pada kalian?"


"Baiklah, dengan senang hati kami akan mendengarkan kisahmu," kata Hazuki yang langsung merespon ucapan Hyakimaru. Padahal sebenarnya, di dalam hati Kenta Ken tidak suka dengan tindakan Hazuki yang secara langsung mempersilakan Hyakimaru untuk bercerita, karena menurutnya hal itu akan membuang-buang waktu saja. Namun, untuk menjaga perasaan Hyakimaru, Kenta Ken hanya diam saja dan tidak memperdulikan keputusan Hazuki.


"Baiklah, akan saya ceritakan." Hyakimaru akan memulai menceritakan kisahnya. "Tujuh tahun yang lalu. Waktu itu ...."


_____________________________


Flash back ... Hyakimaru puff

__ADS_1


_____________________________


Di sebuah Kota Talenta. Kota ini masih termasuk dalam wilayah Kerajaan Zephyra. Tentu saja, orang-orang yang tinggal di sini pasti akan selalu ditarik pajak oleh para prajurit yang diutus oleh raja dari Istana Kerajaan Zephyra.


Di saat waktu menjelang siang, beberapa prajurit utusan Raja Kerajaan Zephyra datang ke kota ini untuk menarik pajak kepada orang-orang yang tinggal di Kota Talenta ini. Karena perintah dari raja, para prajurit itu mendatangi satu persatu rumah di kota ini untuk menarik pajak. Apabila ada yang tidak mau membayar pajak, maka prajurit itu diperintahkan oleh raja untuk membunuhnya. Memang raja yang sangat kejam terhadap rakyatnya.


"Keluar! Atau pintu ini akan kami dobrak dengan paksa!" seru salah satu prajurit sembari menggedor-gedor pintu rumah Hyakimaru.


Sementara Hyakimaru yang kini masih berada di dalam rumahnya sedang memeluk ibunya karena takut. "Mamaaa ... aku takut."


Ibu Hyakimaru sebenarnya juga takut, karena kali ini ia tak punya uang sepeser pun untuk membayar pajak. Karena pastinya, para prajurit yang sedang menggedor-gedor pintu rumahnya itu akan menarik pajak. Jika ia tidak bisa membayar pajak itu, maka prajurit itu akan langsung membunuhnya dan membunuh anaknya.


"Mama juga tidak tahu harus bagaimana, mereka pasti akan menarik pajak. Dan seperti tetangga kita yang waktu itu tidak bisa membayar pajak, mereka dibunuh dengan sangat kejam. Mama juga takut, Nak," kata sang ibu sembari mempererat dekapannya pada sang anak.


"Hei! Cepat buka pintunya, atau kami akan mendobrak pintu ini sekarang juga!" ancam prajurit itu.


Namun, Hyakimaru dan juga ibunya tak menyahutnya karena mereka takut sekali. Apabila mereka membukakan pintu itu pun, jika tidak punya uang untuk membayar pajak, maka para prajurit itu pastinya akan langsung membunuh mereka.


"Bagaimana ini, Mamaaa!" Hyakimaru sudah mulai merasa tegang, tubuhnya bergetar, detak jantungnya mulai berdegup dengan kencang. Meskipun sekarang ini ia dalam dekapan sang ibu, tapi tetap saja tubuhnya bergetar luar biasa karena saking takutnya. Dalam pikiran anak ini, ia membayangkan ia dan ibunya akan dibunuh dengan ditusuk atau ditebas dengan sadis oleh para prajurit karena menjawab 'tidak punya uang untuk membayar pajak'.


Karena dengan jawaban seperti itu, pastinya mereka akan langsung dibunuh oleh para prajurit itu.


Mengapa seperti itu? Itu dikarenakan, para prajurit itu sudah ada dalam kendali kekuatan jahat dari Raja Iblis Totemo Hokori. Karena sekarang ini, semua prajurit Kerajaan Zephyra sedang dalam pengaruh kekuatan jahat Raja Iblis Totemo Hokori.

__ADS_1


Karena tidak mendapatkan respon dari sang pemilik rumah, para prajurit itu langsung mendobrak pintu rumah itu dengan kuat hingga pintu itu pun jebol.


Hyakimaru dan juga ibunya pun semakin takut dan gemetar. Mereka merasa kalau maut sudah ada di depan mata.


"Hei! Kenapa daritadi tidak membuka pintu?" Prajurit itu bertanya dengan membentak. "Ayo cepat bayar pajak, atau kami akan membunuh kalian!"


"Maaf, tolong beri waktu seminggu, pasti akan sata bayar! Sekarang ini saya sedang tidak ada uang sepeser pun." Ibu Hyakimaru menjawab dengan jujur, meskipun sebenarnya ia tahu, kalau menjawab seperti itu maka prajurit itu pasti akan membunuhnya dan membunuh anaknya. Tapi ia berharap ada sebuah keajaiban datang kalau prajurit itu akan mengasihaninya, walaupun hal itu adalah mustahil, karena prajurit itu hati dan pikirannya sudah terpengaruh oleh kekuatan jahat Raja Iblis Totemo Hokori.


Mendengar jawaban itu, salah satu prajurit itu langsung mencabut pedang dari sarangnya. "Seperti perintah raja, jika tidak bisa membayar pajak, maka kami akan langsung membunuh kalian."


Prajurit itu berjalan mendekati mereka dengan niat untuk membunuh.


"Tolong, kalian boleh membunuhku, tapi kumohon, jangan bunuh anakku!" kata ibu Hyakimaru sembari merentangkan kedua tangannya di depan Hyakimaru.


Namun, prajurit itu tak menghiraukannya, ia langsung menebaskan pedangnya ke arah ibu Hyakimaru.


Sangat mengertikan jika dibayangkan! Kepala ibu Hyakimaru terlepas dari tempatnya karena tebasan pedang prajurit itu menebas lehernya. Darah dari leher sang ibu langsung muncrat hingga mengenai wajah dan baju Hyakimaru tentunya.


"Mamaaaaaaaaaaa!" Hyakimaru langsung menjerit sembari menangis histeris melihat kejadian itu tepat di depan matanya sendiri.


"Sekarang, aku juga akan membunuhmu, bocah kecil!" Prajurit itu menatap tajam ke arah Hyakimaru. "Bersiaplah untuk menyusul ibumu!"


Tapi anehnya, anak laki-laki sepuluh tahun itu bukannya takut malah marah. Matanya melotot ke arah prajurit tersebut sembari mengepalkan tangannya kuat-kuat. "Aku akan membalaskan kematian ibuku! Akan kubasmi kalian semua!"

__ADS_1


Prajurit itu tak menghiraukan ucapan dari Hyakimaru dan langsung menebaskan pedangnya ke arah bocah sepuluh tahun itu tanpa rasa belas kasihan.


__ADS_2