Pahlawan Di Dunia Lain

Pahlawan Di Dunia Lain
SHUKUFU-SHA APPURU


__ADS_3

"Menyembuhkan mereka?" tanya Hazuki, karena ia tidak paham dengan alasan Kenta Ken.


"Ya! Menyembuhkan Vitaloka dan juga Furuko," jawab Kenta Ken menjelaskan.


"Oo, jadi mereka juga ikut, ya?" tanyanya lagi.


"Iya. Ya sudah, aku sedang buru-buru mencari Shufuku-sha Appuru." Kenta Ken kemudian langsung bergegas mencari obat yang dicarinya itu.


^^^Shufuku-sha Appuru: Apel Pemulih.^^^


Hazuki pun langsung mengikuti Kenta Ken yang melesat itu, "Tunggu! Akan kubantu untuk mencarikannya juga!"


...***...


Di wilayah terdalam Hutan Buah bagian timur, akhirnya pun Kenta Ken berhasil mendapatkan Shufuku-sha Appuru. Ia tidak hanya membawa satu buah saja, melainkan membawa banyak apel pemulih itu.


Shufuku-sha Appuru itu adalah buah apel berwarna biru. Memang, kebanyakan apel itu biasanya berwarna merah, dan apel hijau itu adalah apel yang belum matang.


Kalau apel Shukufu-sha Appuru itu fungsinya untuk memulihkan. Memulihkan luka, mana, stamina dan lain sebagainya.


"Kamu juga bantu aku untuk bawa apel itu yang banyak!" titah Kenta Ken pada rivalnya itu.


"Buat apa banyak-banyak? Yang sakit cuma dua orang, 'kan?" Hazuki bertanya seperti itu karena ia juga melihat Kenta Ken telah membawa banyak Apel Pemulih itu.


"Sudah, bawah saja. Itu bukan hanya untuk memulihkan mereka saja, tapi untuk memulihkan diri kita nanti ketika kita terluka di saat sedang melawan raja iblis." Ken menjelaskan dan kemudian pria berjubah hitam itu kembali berkata, "Jangan lupa bawa yang banyak, aku tunggu di goa. Kamu tahu kan? Goa di hutan ini cuma ada satu."


"Baiklah, aku akan memetik Shukufu-sha Appuru yang banyak," jawab Hazuki.


Kenta Ken pun langsung melesat pergi meninggalkan Hazuki yang masih di sini.


"Yeaaah! Ditinggal!" gerutu Hazuki pada rivalnya itu. "Baiklah, aku akan menuruti permintaannya itu. Ini demi keselamatan Rakyat Zephyra."


Di tempat lain.

__ADS_1


Kini Kenta Ken telah sampai di goa di mana Sagachi sedang menunggu kedatangannya membawa obat.


Sagachi yang melihat itu pun langsung bertanya karena heran. "Buah biru?"


"Iya, ini buah apel pemulih," jawab Kenta Ken. Pria berjubah hitam itu berjalan melangkah mendekati Furuko dan juga Vitaloka. Setelah sampai di dekat mereka, ia memberikan apel biru itu. "Makanlah, apel ini akan memulihkan kalian seperti sedia kala."


"Terima kasih," jawab Furuko dan juga Vitaloka sembari menerima apel biru tersebut. Kemudian mereka pun langsung memakan buah apel biru itu tanpa ragu.


"Manis, bagaimana mungkin apel bisa semanis ini?" tanya Furuko. Pasalnya, ia belum pernah memakan apel semanis itu. "Dulu ibuku juga pernah berkata, di dunia ini itu tidak ada obat yang tidak pait. Lah, apel ini kalau untuk obat kok malah manis?"


Kenta Ken hanya menanggapinya dengan berkata, "Tunggu saja, nanti kamu juga akan merasakan reaksi dari apel pemulih itu."


Sebenarnya Sagachi juga merasa heran dengan apel biru itu. Pasalnya, di saat berada di dunia asalnya, ia belum pernah sekali pun melihat apel berwarna biru seperti Shukufu-sha Appuru.


Setelah beberapa menit kemudian, Furuko dan juga Vitaloka merasakn efek dari buah apel pemulih berwarna biru yang mereka makan itu. Mereka merasakan, bagian tubuhnya yang tadinya terasa sakit, kini telah sembuh seperti sedia kala. Mereka sudah tidak merasakan sakit lagi pada tubuh mereka.


Konon, Shukufu-sha Appuru adalah buah ajaib. Buah itu dikenal bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Bukan hanya itu saja, bahkan buah itu juga bisa digunakan untuk memulihkan mana, stamina dan juga luka dalam waktu singkat.


Buah apel Shukufu-sha Appuru bisa juga dimanfaatkan untuk bahan membuat Poison. Karena, buah ini juga bisa digunakan di kala sedang bertarung saat dalam terluka.


"Sudah, aku sudah tidak merasa sakit lagi," jawab Furuko, kemudian gadis bermabut biru itu menoleh ke arah Vitaloka dan bertanya, "Bagaimana denganmu, Vita-san? Apakah kamu juga sudah baikan?"


Vitaloka pun menjawab sembari tersenyum. "Sudah, aku sudah baikan, kok."


"Syukurlah kalau begitu," kata Furuko merespon jawaban Vitaloka sembari tersenyum juga ke arahnya.


"Ya sudah. Kalau begitu, kita lanjutkan perjalanan kita!" ajak Kenta Ken.


"Ayo!" kata Sagachi merapon dengan semangat. Pria berambut biru itu kini telah berdiri dari duduknya.


"Baiklah, ayo kita berangkat!" ucap Furuko yang juga bersemangat karena kakaknya juga bersemangat.


Sementara Vitaloka hanya diam, tapi ia juga akan ikut jikalau mereka berangkat.

__ADS_1


Setelah itu pun, mereka langsung bergegas bersiap-siap menyiapkan senjata dan juga kuda-kuda mereka untuk berangkat ke tempat tujuan mereka, yaitu: Kerajaan Zephyra—tempat di mana raja iblis Totemo Hokori berkuasa.


Anehnya, kuda itu waktu itu tidak dimakan oleh ular sanca raksasa. Yang akan kena mangsa malahan Vitaloka dan juga Furuko.


Di saat mereka keluar goa, Sagachi, Furuko dan juga Vitaloka terkejut terkecuali Kenta Ken. Mereka bertiga terkejut ketika melihat Hazuki sedang berdiri di dekat goa.


"Hazuki?" tanya Sagachi pada remaja laki-laki yang tentu saja dikenalnya, karena ia pernah bertemu dengannya di kala saat berada di Akademi Barak Sihir.


Hazuki merespon dengan tersenyum simpul, dan ia pun berkata, "Kita bertemu lagi Sagachi-san."


"Nisan kenal dengannya?" tanya Furuko.


"Tentu saja nisan kenal, dia itu adalah senior nisan." Sagachi menjawab pertanyaan Furuko.


"Ooh, senior ya? Berarti dia lebih hebat dari Nisan, ya?" tanya Furuko lagi.


"Tentu saja tidak, aku tidak sehebat Sagachi," ujar Hazuki merendah, padahal Sagachi memang benar jikalau ia adalah senior Sagachi di Akademi Barak Sihir.


"Mau sampai kapan kalian mau basa basi terus? Ayo berangkat!" ujar Kenta Ken yang merasa bosan mendengar obrolan mereka.


"Siap, Kapten!" ujar Hazuki yang sukses membuat orang yang pernah menjadi rivalnya ini merasa kesal dengan sikapnya.


"Jangan panggil aku kapten. Cepat berangkat!" Kenta Ken langsung menaiki kuda hitam yang dituntunnya itu. Vitaloka yang berada di belakangnya langsung naik memboncengnya.


Begitu pula dengan Sagachi, ia juga menaiki kuda putihnya dan Furuko juga langsung ikut memboncengnya.


"Lalu, aku naik apa?" tanya Hazuki, karena hanya dia saja yang sekarang tidak menaiki hewan tunggangan.


"Kamu kalau mau ikut berlari saja," kata Kenta Ken merespon ucapan Hazuki, kemudian pria berjubah hitam itu langsung memacu kudanya. "Hiat!"


Kenta Ken dan Vitaloka berangkat terlebih dahulu. Sementara Sagachi ....


"Maaf, Hazuki. Kami hanya ada dua kuda. Jika kamu ingin ikut, maka seperti yang dikatakan Kenta Ken tadi, ya. Sampai jumpa!" kata Sagachi, kemudian ia pun memacu kudanya untuk menyusul Kenta Ken yang telah terlebih dahulu berangkat. "Hiaaat!"

__ADS_1


Kini tinggallah Hazuki seorang diri.


"Wahai sang rajawali yang telah menjalin kontrak denganku, datanglah dan penuhi panggilanku." Hazuki merapalkan mantra sihir pemanggilan.


__ADS_2