Pahlawan Di Dunia Lain

Pahlawan Di Dunia Lain
SOUL SACRIFICE


__ADS_3

Rai Vajra yang mengetahui Kenta Ken dan Hazuki akan melakukan kombinasi untuk menghabisinya, dalam hatinya ia berkata, "Terpaksa aku harus menggunakan skill pamungkasku, daripada aku mati sia-sia, setidaknya aku bisa membuat mereka menderita!"


Di saat Kenta Ken dan Hazuki melesat ke arah Rai Vajra bagaikan kilatan aura biru dan hitam yang berliukan, Rai Vajra langsung mengucapkan kata kunci skill pamungkas.


"Soul Sacrifice!"


Dalam sekejap saja, sebuah aliran petir merah keluar lagi. Kali ini aliran petir merah itu sepuluh kali lebih kuat dari sebelumnya. Karena, dari kata kunci yang Rai Vajra ucapkan saja sudah jelas 'Soul Sacrifice' yang berarti 'Pengorbanan Jiwa'. Ya! Rai Vajra mengorbankan jiwanya untuk menggunakan skill terlarang yang akan membuatnya mati. Namun, skill terlarang itu adalah skill pamungkas atau ultimate-nya yang jauh lebih kuat dari skill biasanya.


Rai Vajra langsung melesat ke arah Hazuki dan Kenta Ken yang juga melesat ke arahnya, hingga terjadilah sebuah ....


CTAR! DUAAAAAR!

__ADS_1


Dahsyat! Kedua belah pihak saling bertabrakan dengan beradu skill-nya masing-masing hingga menimbulkan sebuah ledakan yang luar biasa. Kenta Ken dan Hazuki terpental jauh sekitar ratusan meter ke belakang, begitu pula dengan Rai Vajra.


"Aaaaaaaaaa!"


BRUAL!


Hazuki dan Kenta Ken menabrak sebuah bangunan rumah hingga membuat tembok bangunan rumah itu ambrol.


Sementara Rai Vajra, pria bersenjatakan tombak petir merah itu jatuh terpelanting-planting di atas tanah. Namun, karena tadi ia menggunakan skill terlarangnya, Rai Vajra kini telah mati dengan banyaknya luka di tubuhnya, meski tubuh-nya itu besar dan kekar, tetapi tetap saja terluka parah akibat peraduan sklill yang luar biasa dahsyatnya.


Di saat pandangan sudah mulai jelas, Hazuki menolehkan kepalanya ke arah sebelah kanannya. Setelah ia menoleh, kedua matanya langsung membulat dengan sempurna, di saat ia melihat Kenta Ken yang terkapar tak sadarkan diri.

__ADS_1


"K–Ke ... Ken-san." Mengalirkan air sebening embun dan sehangat sinar matahari berderaian dari kelopak mata Hazuki. Hatinya sangat hancur, di saat melihat keadaan Kenta Ken yang terlihat sangat mengenaskan, bahkan lukanya jauh lebih parah dari dirinya.


"Ken-san ...." Hazuki beringsut mendekati tubuh Kenta Ken. Di saat ia sudah berada di dekat rivalnya itu, dengan segera ia langsung mengecek denyut nadi-nya.


"Di–dia ... meninggal," kata Hazuki setelah ia mengecek denyut nadi Kenta Ken.


"Aaaaaaaargh! Kenapa kau pergi secepat ini, Ken-san!" Hazuki menangis histeris. Meskipun ia sering bertengkar dengan Kenta Ken, tapi sebenarnya ia sudah menganggap rivalnya itu sebagai sahabat terdekatnya.


"Master! Kau tidak apa-apa, Master!" Ezio yang baru saja mendatangi tempat terkaparnya Kenta Ken dan Hazuki, dengan segera langsung mendekati mereka berdua.


"A–aku tidak apa-apa. Tapi Ken-san ...."

__ADS_1


"Aku akan mencoba menyembuhkannya dengan sihir penyembuhan!" Ezio langsung menapakkan kedua tangannya ke arah Kenta Ken dengan niat untuk melakukan sihir penyembuhan terhadapnya.


"Percumah Ezio! Dia sudah meninggal. Sihir penyembuhanmu tidak akan berpengaruh terhadap orang sudah tidak bernyawa." Hazuki menjelaskan sembari masih meneteskan air-matanya dengan derasnya membasahi wajahnya.


__ADS_2