
Sagachi bukannya ingin bertanya masalah tentang Ezio, tetapi ia lebih memilih untuk membahas hal yang lebih penting dari itu. "Apakah kau tahu informasi tentang Raja Iblis yang akan kita lawan selanjutnya?"
Sakura tersenyum tipis, kemudian ia menjawab, "Iya, tentu saja aku tahu. Raja Iblis yang akan kita hadapi selanjutnya yaitu Raja Iblis Akuma Netami yang berada di Kerajaan Valcke."
"Informasi tentang sifat Raja Iblis Akuma Netami yaitu: memiliki sifat dengki atau bisa disebut juga raja-nya sifat dengki. Sedangkan informasi tentang kekuatannya yaitu: memiliki kemampuan untuk mencuri kekuatan lawannya dengan cara menyerap setiap jurus yang kita lancarkan ke arahnya," sambung Sakura menjelaskan.
Mendengar penjelasan dari Sakura mengenai informasi kekuatan Raja Iblis Akuma Netami yang menurutnya menjengkelkan itu, Sagachi bertanya, "Jika kekuatannya seperti itu, lalu bagaimana caranya kita untuk mengalahkan Raja Iblis Akuma Netami?"
Sagachi bertanya seperti itu karena kekuatan Raja Iblis itu bisa mencuri kekuatan. Dia berpikir, setiap semua serangan jurus yang akan ia lesatkan ke arah Raja Iblis Akuma Netami pastinya akan sia-sia, karena hal itu akan membuat kekuatan dari jurusnya itu akan dikembalikan lagi ke arahnya.
__ADS_1
"Untuk mengalahkan Raja Iblis Akuma Netami, sebisa mungkin kita tidak menyerangnya dengan kekuatan ber-tipe magic. Jadi untuk melawannya, kali ini aku minta maaf sekali, karena aku tidak bisa membantu kalian dalam penyerangan melawannya. Begitu juga dengan Ezio, karena dia juga penyihir sepertiku, serangan magic-nya justru akan diserap oleh Raja Iblis Akuma Netami," ujar Sakura menjelaskan.
Sagachi pun mulai paham dengan yang baru saja dijelaskan oleh Sakura. Begitupula dengan yang lainnya. Meskipun Vitaloka, Hazuki, Furuko dan Hyakimaru hanya menyimak saja sedari tadi, akan tetapi mereka tetap paham dengan yang dijelaskan Sakura, walaupun tidak ikut nimbrung dengannya seperti Sagachi.
"Berarti, anak panahku tidak berguna, ya?" tanya Furuko sembari menundukkan kepalanya dalam. Karena merasa, jikalau nantinya ia tidak akan berguna dalam pertarungan melawan Raja Iblis Akuma Netami, karena setiap skill panah Furuko itu mengandung unsur magic. Setiap Furuko mengeluarkan anak panah, ia merapalkan sebuah mantra dan kemudian muncullah anak panah dengan sendirinya berkat bantuan sihir magic. Oleh karena itulah, bagaimana caranya Furuko mengeluarkan anak panah dari busurnya, jika tidak dengan merapalkan mantra? Sedangkan, merapalkan mantra itu sama saja dengan menggunakan magic.
"Ya, begitulah. Skill apa pun jika itu mengandung unsur magic, maka sihir itu akan diserap oleh Raja Iblis Akuma Netami dan kemudian dikembalikan ke arah kita dengan dua kali lipat lebih besar," kata Sakura menjelaskan lagi.
"Ya! Dua kali lipat lebih besar, dan bahkan juga bisa meningkat," jawab Sakura menjelaskan lagi.
__ADS_1
"Jadi bagaimana? Setelah mengetahui informasi tentang kekuatan Raja Iblis Akuma Netami, apakah kalian sudah siap untuk melawannya?" sambung Sakura dengan bertanya sembari menatap Sagachi dan teman satu tim-nya.
Sagachi langsung menjawab dengan mantapnya penuh semangat. "Siap! Sekuat apa pun lawanku, aku akan selalu siap untuk bertarung melawannya!"
Hazuki yang mendengar Sagachi mengatakan itu, ia pun langsung menepuk pundak Sagachi dan berkata, "Jangan gegabah dulu, Sagachi-san! Kita perlu menyusun strategi dulu sebelum terjun!"
"Iya, aku juga setuju dengan Hazuki. Jika terlalu gegabah, mungkin ...." Vitaloka tiba-tiba saja langsung menitihkan air matanya ketika hendak menyelesaikan perkataannya. "Mungkin ... salah satu dari kita akan bernasib sama seperti Ken-san."
Entah mengapa, jika Vitaloka mengingat kematian Kenta Ken, ia selalu saja ingin menangis saat mengingatnya.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu mari kita susun rencana terlebih dahulu!"