Pahlawan Di Dunia Lain

Pahlawan Di Dunia Lain
PORTAL TELEPORTASI SAKURA


__ADS_3

Setelah beberapa lama kemudian melakukan diskusi dalam rencana perencanaan untuk menyerang Raja Iblis Akuma Netami, Sakura yang sekarang posisinya adalah seorang ketua tim pengganti Kenta Ken berkata, "Baiklah. Kalau begitu, mari kita kita langsung menuju ke sana!"


"Langsung ke sana? Bagaimana caranya kita ke sana?" Sagachi bertanya, meskipun dalam hatinya ia sudah menebak, kalau hal ini ada kaitannya dengan sihir teleportasi seperti yang dilakukan oleh Cika dan Chizu saat pergi ke wilayah Snow Land. Akan tetapi, untuk menghilangkan rasa penasarannya, ia memutuskan untuk bertanya demikian.


"Tentu saja dengan Sihir Teleportasi," jawab Sakura. "Bukannya kamu sudah tahu, saat Cika dan Chizu melakukan Sihir Teleportasi untuk mengantarmu ke Snow Land?" lanjutnya dengan bertanya balik.


"Iya, memang. Tapi, bukannya sihir teleportasi itu penggunanya terbatas?" Yang dimaksud Sagachi seperti halnya sihir teleportasi Cika dan Chizu yang hanya bisa digunakan setiap tujuh hari sekali, karena Sihir Teleportasi milik dua anak kembar itu tidak dapat digunakan terus menerus, meskipun mereka memiliki banyak pasokan mana yang cukup sekali pun.


"Sihir Teleportasi milik mereka berdua memang masih terbatas dan hanya dapat digunakan setiap tujuh hari sekali. Tapi beda dengan Sihir Teleportasi-ku, karena Sihir Teleportasi-ku yang telah melewati tahap terakhir dapat digunakan kapan pun selagi aku memiliki mana yang cukup. Dan juga, aku memiliki kemampuan sihir untuk meregenerasi mana-ku," jawab Sakura menjelaskan.


"Ya sudah, lebih baik segera aku praktekkan saja biar kalian tahu," sambung Sakura, kemudian gadis itu beranjak berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke bagian ruangan ini yang kosong.


Sagachi dan yang lainnya menganggukkan kepalanya sebagai respon, kemudian mereka hanya memperhatikan dengan apa yang akan dilakukan Sakura dalam pembuatan Portal Teleportasi-nya.


Sementara Sakura, gadis itu lalu berjongkok sembari melumut jari telunjuknya, kemudian lisannya berkomat-kamit membaca mantra.


"Dengan kekuatan sihir, kuciptakan sebuah cahaya. Dan dengan kekuatan cahaya, kuukir sebuah Portal Teleportasi."


Setelah merapalkan mantra itu, sebuah cahaya tiba-tiba saja muncul di jari telunjuk Sakura, kemudian gadis itu mengukir(menggambar) sebuah lingkaran dengan jari telunjuknya itu sampai membentuk sebuah lingkaran cahaya. Cara kerja jari telunjuk Sakura itu bagaikan seperti sebuah pena ajaib.


"Lingkaran Sihir Teleportasi sudah berhasil kubuat, marilah ke sini kalian semua." Sakura menyuruh Sagachi dan teman satu tim-nya untuk memasuki lingkaran sihir yang dibuatnya, lalu gadis itu berdiri dari posisi jongkoknya.


"Baiklah," sahut Sagachi dan teman satu tim-nya terkecuali Hyakimaru. Mereka semua berjalan mendekati Sakura yang sekarang ini telah berada di dalam lingkaran Portal Teleportasi-nya.

__ADS_1


Setelah Sagachi dan teman satu tim-nya memasuki lingkaran Portal Teleportasi itu, Sakura langsung menatap Hyakimaru yang sedang berdiri di luar lingkaran Portal Teleportasi. Lalu Sakura bertanya, "Loh, kok kamu tidak ikut masuk lingkaran ini, Hyakimaru?"


"Maaf, karena aku sekarang ini adalah sebagai pengganti dan penerus kerajaan ini, aku tidak akan ikut dengan kalian ... semoga saja kalian berhasil. Dan akan kuusahakan, menjadikan kerajaan ini menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya," ujar Hyakimaru beralasan.


Mendengar ujaran Hyakimaru, Sagachi tersenyum simpul dan kemudian berkata, "Baiklah, Hyakimaru, tidak apa-apa. Tapi, istana ini masih kosong. Belum ada prajurit, pelayan dan lain sebagainya. Lalu, apakah kau akan mengurus Istana Zephyra ini sendirian?"


"Ak—"


Saat Hyakimaru akan menjawab, Sakura langsung memotong perkataannya dengan berkata, "Biar aku saja yang membantunya."


Mendengar Sakura secara tiba-tiba saja berkata seperti itu, Sagachi dan teman satu tim-nya mengeryitkan dahi. Sagachi mewakili teman-temannya dengan berkata, "Maksudnya apa, Sakura-san?


"Aku akan membantu dengan bayanganku," jawab Sakura. "Dengan sihir bayangan, bayanganku akan membantumu, Hyakimaru," sambung Sakura melanjutkan perkataannya sebelum Hyakimaru akan bertanya lagi.


Sementara di dalam hati, Sagachi berpikir, "Sihir bayangan? Apakah maksudnya itu Sakura akan membuat bayangan?"


Sebelum ada yang bertanya, Sakura kembali berkata sembari menatap Sagachi dan teman-temannya yang kini masih berada di dalam lingkaran Portal Teleportasi. "Kalian tunggu dulu di lingkaran Portal Teleportasi ini, aku akan membuat bayangan untuk membantu Hyakimaru."


"Baik, Sakura-san." Semua orang yang berada di dalam lingkaran Portal Teleportasi itu menjawab Sakura secara bersamaan.


Setelah itu pun, Sakura melangkah keluar dari lingkaran Portal Teleportasi itu dan maju tiga langkah ke depan. Lisannya berkomat-kamit merapalkan mantra.


"Dengan kekuatan sihir kuciptakan sebuah keajaiban, dan dengan keajaiban, kuciptakan bayangan."

__ADS_1


Setelah Sakura merapalkan mantra itu, sebuah lingkaran cahaya muncul di samping kanannya. Dari lingkaran itu, sebuah cahaya biru dari atas dan cahaya merah dari bawah saling bergantian naik turun. Tak berselang lama, muncullah sebuah sosok yang sangat mirip dengan Sakura di area itu, sementara lingkaran cahaya itu kini telah menghilang.


"Waah ... mirip sekali!" Furuko takjub melihat bayangan Sakura.


"Ooh, jadi ini yang ia maksud bayangan," kata Sagachi dalam hati.


Sementara Sakura menoleh ke arah bayangannya sendiri, dan bayangannya pun kemudian juga menoleh ke arahnya hingga keduanya saling bertatapan. "Kuperintahkan kau untuk membantu Hyakimaru dalam menjadikan kerajaan ini menjadi sebuah kerajaan makmur!"


"Baiklah." Bayangan itu menjawab Sakura dengan santai—waktaknya juga mirip dengan yang aslinya.


Sakura kemudian menoleh ke arah Hyakimaru dan berkata, "Hyakimaru, bayanganku ini akan bertahan selama tujuh hari. Dan selama tujuh hari, bayanganku ini akan menemanimu dan membantumu dalam mencari rakyat yang akan menjadi prajurit dan pelayan di Istana Kerajaan Zephyra ini."


"Baiklah, terima kasih, Sakura-san," kata Hyakimaru merespon ucapan Sakura, sementara bayangan Sakura kemudian berjalan mendekati Hyakimaru.


Sementara Sakura kemudian kembali melangkah ke arah lingkaran Portal Teleportasi—tempat Sagachi dan teman satu tim-nya yang masih berdiri di dalam lingkaran itu.


Setelah itu, Sakura berkomat-kamit lagi merapalkan mantra.


"Dengan kekuatan sihir, dan dengan perantara lingkaran Portal Teleportasi ini. Pindahkanlah! ... pindahkanlah kami ke Istana Kerajaan Valcke!"


Setelah merapalkan mantra itu, tiba-tiba saja sebuah cahaya yang sangat terang secara langsung muncul di dalam area lingkaran Portal Teleportasi itu. Hal itu membuat Sagachi dan teman satu tim-nya yang berada di dalam lingkaran Portal Teleportasi itu secara reflek menutup matanya masing-masing karena saking silaunya.


Beberapa saat kemudian, dirasa cahaya itu tengah redup, mereka pun kemudian membuka matanya perlahan. Setelah Sagachi dan teman satu tim-nya membuka matanya masing-masing, mereka langsung membulatkan matanya. Karena, sekarang ini mereka berada di dalam Istana Kerajaan Valcke.

__ADS_1


"Sekarang kita telah berada di Istana Kerajaan Valke—di dalam ruangan gudang Istana, karena aku sengaja memindahkan ke sini agar kalian tidak langsung disergap pasukan prajurit Iblis Akuma Netami. Karena hanya di ruangan inilah, tempat yang sepi jika ingin menyusun strategi sebelum menyerang," kata Sakura menjelaskan. "Jadi, apakah kalian sudah siap untuk menyerang, atau mau berdiskusi lagi untuk strategi menyusun lain?" lanjutnya dengan bertanya.


__ADS_2