Pahlawan Di Dunia Lain

Pahlawan Di Dunia Lain
DISKUSI UNTUK RENCANA PENYERANGAN


__ADS_3

"Baiklah, kalau begitu mari kita susun rencana terlebih dahulu!" kata Sagachi menyepakati usulan dari teman-temannya. Kemudian, ia menoleh ke arah Sakura dan berkata, "Sakura-san. Jadi, karena sekarang kau adalah pengganti Ken-san sebagai ketua tim kami, maka kami persilahkan kau untuk memulai diskusi!"


Sakura pun tersenyum simpul, kemudian ia berjalan menuju ke arah kursi di ruangan itu dan kemudian duduk. "Kita bahas ini sambil duduk saja, yuk!"


"Baiklah." Mereka semua menyahut, kemudian ikut berkumpul dan duduk bersama di meja di kursi dengan meja panjang di ruangan itu.


Setelah dirasa semuanya telah siap, Sakura memulai pembahasan rencana. "Baiklah, mari kita mulai diskusi ini." Semuanya mengangguk sebagai respon terhadap ucapan Sakura.


"Jadi, karena Raja Iblis yang akan kita lawan selanjutnya ber-tipe pencuri skill. Maka, pada kali ini di antara kalian yang merasa tidak bisa skill serangan selain magic, tidak boleh ikut dalam pertarungan." Sakura menjelaskan dengan berkata secara kalem tapi serius, Sagachi dan teman satu tim-nya mendengarkannya dengan serius juga.

__ADS_1


"Lalu, bagaimana denganku? Apa tugasku jika aku tidak ikut pertarungan?" Furuko bertanya seperti itu karena ia adalah petarung ber-Job Marksman Mage—Panah Sihir yang serangannya itu tentunya pasti ber-tipe magic.


"Menunggu saat yang tepat." Sakura menjawab Furuko dengan singkat. Tentu saja, hal mengundang tanda tanya pada benak Furuko.


"Menunggu saat yang tepat? Maksudnya apa, Sakura-san?" tanya Furuko heran, karena ia tak mengerti karena Sakura belum menjelaskan apa yang dimasukkan itu.


"Jadi, kekuatan mencuri skill magic itu dari senjatanya, ya?" Sagachi bertanya untuk memastikan apakah prediksi jawabannya itu benar dan tidaknya.


Sakura menoleh ke arah Sagachi dan berkata, "Ya, tepat sekali dengan yang kau katakan, Sagachi. Jadi, rencananya jika salah satu petarung non magic berhasil membuat senjatanya Raja Iblis terpisah dari sang pemilik, maka pada saat itulah, Aku, Ezio dan yang serangan lainnya bertipe magic akan langsung membantu menyerang dan menghabisi Raja Iblis itu." Sakura menjelaskan dengan detail, teman satu tim-nya mendengarkannya dengan serius. "Apa kalian paham dengan maksudku?"

__ADS_1


"Ya, kami paham!" kata semuanya secara bersamaan.


Sagachi yang penasaran dengan senjata Raja Iblis Akuma Netami yang bisa mencuri kekuatan magic itu, ia pun memutuskan untuk bertanya, "Ngomong-ngomong, senjata Akuma Netami itu seperti apa?"


Sakura pun menoleh ke arah Sagachi dan menjawab, "Tombak. Keterangan skill: di saat serangan bertipe magic melaju ke arah Raja Iblis Akuma Netami, maka Raja Iblis Akuma Netami akan memutar-mutarkan tombaknya. Hal itu akan langsung memicu munculnya sebuah lubang dimensi yang akan dapat menyerap skill magic, dan kemudian akan dikembalikan dengan kekuatan magic yang sama tapi dengan kekuatan dua kali lipat lebih dahsyat."


"Oh, ya. Ada satu lagi yang ingin aku katakan." Sakura teringat sesuatu yang belum ia sampaikan. "Untuk Sagachi, karena kau juga memiliki kekuatan ice dari skill Pedang Naga Es-mu, kau tetap boleh ikut bertarung, tapi kau tidak boleh menggunakan skill ice dari Pedang Naga-mu saat melawan Raj Iblis Akuma Netami. Pasalnya, skill Ice dari Pedang Naga Es-mu itu mengandung unsur magic yang juga tentu bisa diserap oleh Raja Iblis Akuma Netami," lanjutnya dengan menjelaskan.


"Baiklah, aku paham! Berarti, aku hanya akan menggunakan teknik berpedang biasa saja dan tidak menggunakan kekuatan skill Pedang Naga Es," kas Sagachi menanggapi perkataan Sakura.

__ADS_1


__ADS_2