Pahlawan Di Dunia Lain

Pahlawan Di Dunia Lain
KEPUTUSAN HYAKIMARU


__ADS_3

Terlihat Sangachi mendengarkan cerita Hyakimaru dengan serius. Di saat Sagachi mendengar ceritanya di bagian di saat Hyakimaru sedang menceritakan tentang sosok misterius yang ia temui di alam bawah sadar ....


"Sosok misterius?" Sagachi mengumpat pertanyaannya di dalam hati. "Sepertinya, sosok misterius yang ditemui Hyakimaru itu adalah sosok misterius yang memindahkan aku dan Furuko ke dunia ini. Ya! Tidak salah lagi, pasti dia!"


Sagachi tidak langsung mempertanyaka hal itu pada Hyakimaru, karena ia tidak ingin membuatnya berhenti bercerita hanya karena pertanyaannya. Oleh karena itulah, ia berniat mempertahankan hal ini setelah Hyakimaru selesai bercerita.


Tak lama kemudian, pada akhirnya pun Hyakimaru telah selesai menceritakan semua kejadian masa lalunya, dan sekarang pun Sagachi dan teman satu tim-nya sudah tahu, jikalau penyebab mata kanan Hyakimaru rusak itu dikarenakan oleh panah.


Mereka tidak menyangka, kalau sosok yang sedang mereka wawancarai ini ternyata bukan hanya sekedar rakyat biasa, tapi memiliki kekuatan yang luar biasa. Meskipun Hyakimaru hanya memiliki satu mata saja, akan tetapi tampangnya masih terlihat keren dengan rambut hitam pekat dan wajah datarnya menggambarkan kalau ia adalah seseorang yang bersifat dingin.


Setelah Hyakimaru menyelesaikan ceritanya, kemudian Kenta Ken menawarinya lagi. "Jadi ... apakah Anda bersedia untuk menjadi raja di Kerajaan Zephyra?"


"Seperti yang sudah saya katakan tadi, kalau saya ini tidak pantas untuk menjadi raja, karena saya ini cacat dan saya hanya memiliki satu mata saja." Hyakimaru menjawab dengan santai dengan wajahnya yang masih terlihat datar dan dingin.


"Yang kami cari untuk dijadikan raja di Istana Kerajaan Zephyra itu bukanlah orang yang sempurna secara fisik, tapi kami mencari orang yang memiliki sifat rendah hati. Oleh karena itulah, kami memilihmu, Hyakimaru. Karena dari seluruh rakyat ang kami seleksi di sini, hanya kamulah yang lulus seleksi." Kenta Ken berusaha meyakinkan Hyakimaru, agar ia mau menurutinya untuk menjadi raja di Istana Kerajaan Zephyra.


"Tapi, apakah orang yang hanya memiliki satu mata seperti saya ini layak untuk menjadi raja?" Hyakimaru bertanya karena ia merasa kalau dirinya tidak pantas untuk menjadi raja.


"Tentu saja pantas, Hyakimaru!" Kali ini Sagachi yang menyahut. Pemuda berambut biru itu juga berusaha meyakinkan Hyakimaru. "Meskipun kamu hanya memiliki satu mata saja, tetapi bagiku kamu masih terlihat keren kok. Dan juga, kau memiliki kekuatan dari sosok misterius yang sama seperti sosok misterius yang memindahkanku ke dunia ini."

__ADS_1


Perkataan Sagachi sukses membuat Hyakimaru penasaran. Pasalnya, ia baru mendengar kalau ada orang yang datang dari dunia lain ke dunia ini. Meskipun ia pernah mendengar dongeng dari ibunya, dan di dalam dongeng itu ada ramalan tentang seorang pahlawan dari dunia lain yang akan membasmi tujuh raja iblis.


"Jadi, ramalan dalam dongeng yang dulu ibuku selalu dongengian itu ...." Hyakimaru langsung menteteskan air sebening embun dan sehangat dan sehangat sinar matahari dari kelopak mata kirinya. Sungguh, ia tak kuasa menyeka air matanya jika teringat kenangan terindah di saat masih bersama sang ibu. Mengingat ibunya yang selalu menceritakan kisah dongeng sebelum tidur membuat hati Hyakimaru menjadi terenyuh.


Hyakimaru menangis tanpa bersuara dan hanya air matanya yang terus mengalir dengan deras membasahi wajah kirinya.


"Ke–kenapa kamu menangis, Hyakimaru? Jika perkataanku tadi membuatmu sedih, tolong maafkan aku, ya!" Sagachi merasa bersalah. Karena ia merasa, gara-gara perkataannya yang menceritakan tentang asal-usulnya dari dunia lain membuat Hyakimaru bersedih.


Hyakimaru segera menghadap air matanya dengan tangan kiri, kemudian ia langsung berkata, "Tidak! Bukan karena ucapanmu aku bersedih. Tapi, aku teringat kenangan bersama ibuku dulu. Sudah tujuh tahun aku hidup sendiri tanpa keluarga, hingga hal ini membuat hidupku terasa hampa.


"Jika memang aku yang pantas untuk menjadi seorang raja, maka baiklah, aku akan menjadi raja di Istana Kerajaan Zephyra," sambung Hyakimaru memutuskan. Karena ia sudah tidak ingin lagi berdebat dengan mereka. Karena sungguh ... ia sangat membenci perdebatan yang membuatnya sedih karena teringat kenangan bersama ibunya.


"Baiklah, kalau begitu, ikutlah dengan kami!" kata Kenta Ken." Ke Istana Kerajaan Zephyra tentunya."


"Baiklah, Master!" Ezio pun langsung merubah dirinya menjadi seekor elang raksasa seperti biasanya.


"Baiklah, ayo kita naik ke atas Ezio!" ajak Hazuki, kemudian ia langsung melompat ke atas punggung Ezio. "Tunggu apa lagi? Ayo naik!"


Kenta Ken dan yang lainnya hanya mengangguk sebagai jawaban dan langsung melompat ke atas punggung Ezio terkecuali Hyakimaru yang terlihat dengan raut wajahnya yang menyiratkan kesedihan. "Hyakimaru, kau juga, ayo naik!"

__ADS_1


"Baiklah," jawab Hyakimaru singkat dan ia pun langsung melompat ke atas punggung Ezio.


Tanpa diperintah oleh Hazuki pun, Ezio yang telah peka langsung berangkat dengan memulai penerbangannya.


Sagachi dan yang lainnya langsung berjongkok sembari memegangi bulu Ezio. Namun anehnya, Hyakimaru hanya berdiri dengan tegak tapi tidak jatuh. Tentu saja, hal itu membuat mereka semua yang melihatnya menjadi heran sekaligus takjub dengan yang dilakukan Hyakimaru.


Hyakimaru masih terlihat berdiri di atas elang raksasa perwujudan Ezio sembari menghadapkan wajahnya ke arah langit dengan mata kirinyanya yang terpejam. "Andai aku bisa kembali ke masa lalu, maka aku akan kembali ke masa di mana ibuku masih hidup."


Melihat Hyakimaru yang terlihat sedang bersedih seperti itu, tiba-tiba saja mengalir air sebening embun dan sehangat sinar matahari dari kelopak mata Furuko dan Vitaloka. Karena bagi hati seorang wanita yang lembut tidak kuasa menahan air matanya di saat melihat kesedihan meski itu adalah kesedihan orang lain. Karena kedua gadis itu membayangkan, bagaimana rasanya kehilangan seseorang ibu.


Vitaloka dan juga Furuko juga sudah tidak memiliki keluarga lagi, hal ini juga menjadi penyebab air mata mereka mengalir dengan sendirinya. Karena bukan hanya melihat kesedihan yang Hyakimaru rasakan saja, melainkan mereka juga teringat masa-masa di saat ibu mereka masih ada.


"Ke–kenapa sekarang malah kalian yang menangis?" Hazuki bertanya dengan heran melihat Vitaloka dan juga Furuko tiba-tiba menangis.


Sagachi pun juga langsung menoleh ke arah kedua gadis itu. Pemuda berambut biru itu pun juga tak kalah heran dengan Hazuki, karena ia juga bingung melihat Furuko dan Vitaloka yang tiba-tiba saja menangis. "Eh, Furuko-chan, Vita-san. Kenapa kalian juga malah menangis?"


Sementara Hyakimaru hanya diam saja. Pemuda tujuh belas tahun ini seperti tidak tahu kalau Furuko dan Vitaloka menangis karenanya, karena ia masih termenung dalam ranum masa lalunya.


Sementara Kenta Ken, pemuda berjubah hitam itu tampak biasa-biasa saja. Ia tak menghiraukan mereka. Terserah mereka mau menangis atau bersedih pun ia tetap diam dan bersikap biasa-biasa saja. Seolah-olah tidak memperdulikan mereka yang tengah bersedih.

__ADS_1


Hanya ditinggal menangis saja. Tak terasa, sekarang ini mereka tengah sampai di wilayah Istana Kerajaan Zephyra.


Ezio pun langsung melakukan pendaratan ke arah Istana Kerajaan Zephyra dengan kecepatan normal.


__ADS_2