Pahlawan Di Dunia Lain

Pahlawan Di Dunia Lain
MENDARAT DI WILAYAH KOTA KERAJAAN ZEPHYRA


__ADS_3

Di sebuah kota yang ramai. Kita ini masih termasuk wilayah Kerajaan Zephyra.


Di kota ini banyak orang-orang sedang berlalu-lalang. Ya. Mereka semua melakukan aktivitasnya masing-masing.


Namun, di saat mereka sedang sibuk dengan aktivitasnya, salah satu di antara mereka ada yang menjerit.


"Ada elang raksasa yang akan mendarat di kota ini. Cepat! Selamatkan diri kalian masing-masing!" Itulah yang jeritan dari salah satu warga kota tersebut, sembari menunjuk ke arah langit dengan jari telunjuknya, karena ia melihat seekor elang raksasa sedang terjun dari atas cakrawala.


Para warga yang mendengar jeritan dari orang tersebut, tentu langsung saja mereka semua langsung mendangakkan kepalanya ke arah langit untuk memastikan apakah yang dikatakannya itu benar tidaknya.


Setelah mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri, ternyata benar dengan apa yang dikatakan orang yang menjerit itu. Bahwasanya, di atas langit sana mereka melihat sosok elang raksasa yang sepertinya sedang melakukan pendaratan ke arah kota ini.


Di pikiran orang-orang yang melihat itu, bahwa elang raksasa itu pasti akan memangsa mereka. Tentu saja, hal itu membuat orang-orang di kota ini pada lari berhamburan.


"Selamatkan diri kalian!"


"Aku tidak ingin menjadi santapan elang raksasa itu!"


"Kita harus cari tempat persembunyian yang aman secepatnya!"


Itulah jeritan dari orang yang sedang kebingungan mencari tempat persembunyian.


Dalam hitungan menit saja, para warga di kota ini semuanya telah bersembunyi di berbagai tempat. Ada yang bersembunyi di balik pohon sembari mengintip, ada yang bersembunyi di dalam rumahnya sembari mengintip dari sela-sela jendela, ada yang bersembunyi di dalam semak-semak dan masih banyak lagi. Intinya, mereka semua bersembunyi berbagai tempat untuk menyelamatkan diri dari elang raksasa itu.

__ADS_1


Setelah elang raksasa itu mendarat di kota ini. Ternyata, ada beberapa orang yang menaiki elang raksasa tersebut. Orang-orang itu pada meloncat turun dari punggung sang elang raksasa. Tentu saja orang-orang itu tak lain adalah Sagachi dan teman satu tim-nya. Sedang elang raksasa itu, tentu saja itu adalah perwujudan dari Ezio—servant Hazuki.


"Baiklah, kita sudah sampai. Ayo kita seleksi mereka!" kata Hazuki saat ia dan teman satu tim-nya telah turun dari punggung Ezio. Namun ia merasa heran, karena kota ini terlihat sepi sekali seperti tidak ada penghuninya. "Eh, tunggu! Kenapa kota ini sepi sekali?"


"Iya juga, ya. Di Istana Kerajaan Zephyra juga sepi, di sini juga sepi, lalu ... jika di kota ini tidak ada siapa-siapa ... siapakah yang akan menjadi penerus Kerajaan Zephyra?" Sagachi juga heran dengan keadaan kota yang begitu sepi ini.


Beda lain dengan Kenta Ken, pemuda berjubah hitam itu seperti tidak bingung dan heran seperti Hazuki dan Sagachi. Dari raut wajahnya terlihat, jikalau ia seperti tahu kalau penyebab kota ini sepi bukan karena tidak ada penghuninya ... melainkan, karena mereka semua pada bersembunyi karena takut dengan Ezio dalam wujud elang raksasanya.


"Apa kalian tidak berpikir, kalau penyebab kota ini sepi itu bukan karena tidak ada penghuninya?" Kenta Ken dengan sengaja berkata seperti itu, karena ia ingin membuat mereka sedikit berpikir, dengan apa yang ia maksudkan.


Sementara Sagachi dan Hazuki yang mendengar perkataan Kenta Ken, mereka malah saling pandang satu sama lain karena heran dan bingung dengan apa yang dimaksudkannya.


"Apa maksudmu, Ken-san?" Hazuki bertanya kepada Kenta Ken, karena ia memang tidak mengerti dengan apa yang dimaksudkannya itu.


Mendengar pertanyaan dari mereka berdua, Kenta Ken menarik napas sebelum menjawab pertanyaan mereka. "Begini, maksudnya itu


... kota ini itu sebenarnya ramai dan kota ini itu banyak penghuninya."


"Apa maksudmu? Sudah jelas-jelas kota ini sepi, tapi kau malah berkata kalau kota ini ramai?" kata Hazuki yang masih belum mengerti dengan apa yang dimaksudkan oleh Kenta Ken. Itu dikarenakan, Kenta Ken belum menjelaskan dengan detail tentang apa yang dimaksudkannya.


"Baiklah, akan aku jelaskan dengan rinci, agar kalian paham dengan apa yang aku maksudkan." Kenta Ken kembali menarik napas lagi sebelum memulai menjelaskan. "Maksud sebenarnya di kota ini itu ramai dan banyak penghuninya adalah ... mereka semua pada sembunyi, karena mereka takut melihat Ezio dalam wujud elang raksasanya terjun dan mendarat ke bawah sini."


Kali ini Sagachi dan Hazuki paham dengan penjelasan Kenta Ken.

__ADS_1


"Ooo, jadi itu maksudmu," kata Hazuki menanggapi penjelasan Kenta Ken. "Kenapa tidak bilang seperti itu saja dari tadi?"


"Karena aku ingin mengetes kecerdasan kalian dalam menebak. Tapi ternyata, kalian semua ... baka," kata Kenta Ken.


"Apa katamu? Baka?" Hazuki naik darah mendengar ucapan Kenta Ken barusan. Pasalnya, kata 'baka' yang Kenta Ken ucapkan pada mereka berdua itu adalah sebuah ejekan. Dalam kata lain, baka itu artinya bodoh.


Sementara Sagachi, pemuda berambut biru itu biasa-biasa saja dengan perkataan Kenta Ken. Karena ia tidak ingin membuat masalah dengannya, karena ia juga termasuk orang yang masih baru di dunia ini. Yang terpenting bagi Sagachi adalah, misi mengalahkan tujuh raja iblis segera dituntaskan, agar ia dan adiknya bisa segera kembali ke dunia asal mereka, lebih tepatnya di dunia modern.


Vitaloka yang melihat Hazuki dan Kenta Ken seperti akan bertengkar lagi, ia segera mendekati kedua pemuda itu. "Sudah-sudah! Jangan buang-buang waktu dengan bertengkar! Lebih baik, kita segera lakukan apa yang seharusnya kita lakukan."


Mendengar perkataan Vitaloka, Hazuki pun berusaha mengontrol emosinya. Perlahan demi perlahan, pada akhirnya pun rasa kesalnya pada Kenta Ken berkurang. "Baiklah, ayo kita segera seleksi mereka!"


Kemudian Hazuki membalikkan badannya ke arah Ezio.


"Ezio, cepat kembalilah ke wujud semula, agar para warga yang sedang bersembunyi itu tidak takut lagi denganmu!" titah Hazuki pada servantnya.


Ezio yang masih dalam wujud elangnya pun mengangguk. "Baiklah, Master!"


Dalam sekejap saja, sebuah cahaya terang muncul di area tubuh elang Ezio. Setelah itu, Ezio yang tadinya berwujud elang raksasa kini telah kembali ke wujud manusianya.


Setelah melihat Ezio kembali ke wujud manusianya, Hazuki pun berseru dengan suara lantang. "Hei, para warga yang tinggal di kota ini! Kalian jangan takut pada kami, karena kami adalah pembasmi Raja Iblis Totemo Hokori! Dan sekarang, Raja Iblis Totemo Hokori sudah mati! Dan kedatangan kami ke kota ini itu untuk menyeleksi kalian untuk menjadi raja penerus Kerajaan Zephyra!"


Setelah mendengar seruan dari Hazuki, para warga yang tadinya pada sembunyi pun akhirnya pada keluar dari tempat persembunyian mereka. Mereka bergermbolan mendekati Hazuki dan teman satu tim-nya. Beberapa dari mereka juga tadi menyaksikan, perubahan elang raksasa itu hingga berubah menjadi wujud manusia—Ezio.

__ADS_1


__ADS_2