
"Siapa mereka?" Hyakimaru pemasaran dengan orang yang dimaksud Furuko. Pasalnya Furuko tadi mengatakan, kalau ia punya teman yang bisa menyembuhkan mata kanannya yang telah hancur. "Memangnya mataku yang sudah hancur ini bisa pulih?"
"Namanya Cika dan Chizu," jawab Furuko. "Namun, saya tidak bisa memastikan sihir mereka bisa memulihkan mata Anda atau tidak, karena itu hanya perkiraan saya saja, soalnya mereka adalah penyihir ber-Job Mage yang tingkatannya bisa dikatakan tinggi," ujar Furuko menjelaskan.
"Tapi kita tidak mungkin kembali ke sana, Furuko. Kita kan sudah jauh-jauh datang ke sini. Yang harus kita lakukan adalah, misi ke Kerajaan Raja Iblis selanjutnya, setelah kita menyelesaikan misi kita di sini." Sagachi berucap sembari menatap adiknya itu. Kemudian, ia menoleh ke arah Hyakimaru dan berkata, "Maaf, Hyakimaru-san. Bukan berarti kami tidak ingin mengantarkan Anda ke rumah Cika dan Chizu, tetapi kami harus menyelesaikan misi kami secepatnya ke negeri Kerajaan Iblis yang lain."
Tanpa menoleh ke arah Sagachi maupun Furuko, Hyakimaru menjawab dengan santai. "Tidak apa-apa."
Vitaloka yang sedari tadi diam, ia mengambil buah apel pemulih Shukufu-sha Appuru dari gulungan yang terikat di pahanya.
"Coba makan ini! Katanya Ken-san, apel ini bisa menyembuhkan segala macam penyakit." Vitaloka berucap sembari menyerahkan Shukufu-sha Appuru pada Hyakimaru.
__ADS_1
Sagachi dan Furuko membulatkan matanya, mereka tak menyangka, kalau ternyata Vita-san masih menyimpan buah itu.
Hyakimaru menerima apel itu. "Shukufu-sha Appuru? Apel ini bisa menyembuhkan segala macam penyakit?"
"Ya, itu adalah Apel pemulih. Dalam kata lain, apel itu bisa memulihkan segala macam luka dan juga bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Coba makanlah! Siapa tahu buah itu bisa memulihkan matamu kembali," jawab Vitaloka menjelaskan.
Dengan tanpa ragu, Hyakimaru pun memantapkan hatinya dan langsung memakan apel itu perlahan sampai habis.
Hyakimaru merasakan, seperti ada pertumbuhan pada mata kanannya yang tertutup oleh kain hitam itu.
"Bagaimana Hyakimaru-san?" Vitaloka bertanya serta berharap bahwa buah apel pemulih Shukufu-sha Appuru itu akan berpengaruh besar terhadap pemulihan mata kanan Hyakimaru.
__ADS_1
Hyakimaru merasakan sedikit pusing dan nyilu-nyilu pada bagian mata kanannya. Lama-kelamaan, rasa pusing itu semakin lama semakin bertambah.
"Aduuuh! Kenapa aku jadi pusing sekali seperti ini?" ujar Hyakimaru sembari memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.
Vitaloka yang melihat Hyakimaru seperti itu menjadi panik, pasalnya ia takut kalau buah itu tidak cocok dan malah meracuni Hyakimaru. Dalam hatinya ia hanya berharap, kalau buah itu dapat menyembuhkannya dan bukannya malah menyakitinya.
"Aduuuuuh! Pusing banget kepalaku!" Hyakimaru mulai merasakan rasa pusing sekaligus rasa nyeri pada bagian kepalanya yang sebelah kanan.
Vitaloka menjadi tambah panik, hingga detak jantungnya berdegup kencang. Bukan hanya ia saja, akan tetapi Sagachi dan Furuko juga panik melihat Hyakimaru yang tiba-tiba saja seperti itu setelah memakan buah apel pemulih Shukufu-sha Appuru.
Saat Hyakimaru seperti akan merobohkan tubuhnya, Vitaloka dan Sagachi dengan reflek cepat langsung memapahnya. Sagachi memegangi tangan kanannya, sementara Vitaloka tangan kirinya. Secara bersamaan, mereka berkata, "Apakah kau tidak apa-apa, Hyakimaru-san?"
__ADS_1
Hyakimaru menggelengkan kepalanya berkali-kali dan kemudian ia berkata, "Eh, tunggu-tunggu!" Hyakimaru langsung membuka kain hitam yang menutupi mata kanannya.