Pahlawan Di Dunia Lain

Pahlawan Di Dunia Lain
LATIHAN MEMACU KUDA


__ADS_3

"Apa? Kau tidak bisa memacu kuda?" tanya Kenta Ken. Ia mengembuskan napas berat mendengar perkataan dari Sagachi barusan itu. "Masa' iya, mau berangkat saja aku harus mengajarimu dulu."


Sagachi menanggapi perkataan Kenta Ken sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Hehe, emang harus gitu. Inilah alasanku yang sebenarnya tentang mengapa aku menolak kuda yang dipersiapkan raja, karena memang aku gak bisa memacu kuda."


Kenta Ken menepuk jidatnya sendiri pelan, ada sedikit rasa kesal dalam dirinya. Kemudian pria berjubah hitam itu berucap, "Sagachi pSagachi. Ya udah, akan aku ajarin dulu."


Kenta Ken pun terpaksa harus mengajari Sagachi dulu dalam berkuda.


Kenta Ken harus mulai mengajarkan teknik dasar menunggang kuda untuk pemula pada Sagachi. Ia mengajari Sagachi dengan mengarahkan kuda-nya untuk jalan biasa. Kenta Ken juga menyuruh Sagachi untuk tetap mengendalikan kestabilan tubuh di atas pelana.


"Lalu, bagaimana agar cara menggerakkan kuda ini?" tanya Sagachi.


"Caranya gini. Kamu hentakkan kedua kaki sedikit ke perut kuda seperti ini," Kenta Ken mencontohkan teknik menggerakkan kuda, dan kudanya pun kemudian bergerak maju. "Nah seperti ini. Sekali lagi, pastikan posisi duduk sudah kokoh, nyaman dan seimbang di pelana, ya!"


"Keseimbangan ini bisa terjaga dengan baik kalau kamu mengatur pinggangmu sendiri. Biar posisi tubuh lebih seimbang dan gerak kuda yang lebih terkendali, pastikan juga pijakan kaki ada pada posisi yang seharusnya, ya!" sambung Kenta Ken menjelaskan. "Sekarang, coba kamu praktekkan!"


"Baiklah, akan aku coba." Sagachi pun mencoba mempraktekkan seperti apa yang Kenta Ken telah contohkan. Sagachi menghentakkan kedua kaki sedikit ke perut kuda sembari memacu tali kudanya. Setelah melakukan itu, ternyata kudanya mulai bergerak maju ke arah depan.


Sagachi tersenyum dan tambah bersemangat ia setelah bisa melakukannya. "Yes, aku sudah bisa mengendalikan kuda."


"Itu baru tahap awal, kamu masih perlu berlatih lagi untuk tahap selanjutnya," kata Kenta Ken menanggapi.


"Lalu, bagaimana tahap yang kedua?" tanya Sagachi.


"Kalau kamu sudah stabil dan bisa berjalan biasa dengan lancar dalam berkuda tahap pertama, maka teknik dasar menunggang kuda yang selanjutnya yaitu cobalah buat berlatih lari biasa. Awalnya, kamu harus merapatkan kedua kaki ke tubuh kuda-mu, dan kuda-mu pun natinya juga akan mulai berlari dengan kecepatan normal," ujar Kenta Ken menjelaskan, dan Sagachi pun terlihat memperhatikannya dengan serius.

__ADS_1


Kenta Ken melanjutkan penjelasannya. "Tangan yang memegang tali kendali agak pendek bisa mengikuti irama kepala kuda sambil berlari.


Setelah menjelaskan tahap kedua, Kenta Ken mencontohkannya, dan seperti penjelasan di tahap pertama, di tahap kedua ini Kenta Ken juga menyuruh Sagachi mempraktekkannya lagi setelah ia mencontohkannya.


Sagachi pun ternyata bisa mempraktekkan latihan tahap kedua ini, hingga membuat Kenta Ken dalam hati bergumam, "Anak ini walaupun seperti tidak tahu apa-apa, tapi ia mudah paham dan cepat dalam pelatihan."


Tadi di tahap kedua Sagachi berlatih teknik memacu kuda agar kuda berjalan biasa. Karena sekarang Sagachi sudah mahir di tahap pertama dan kedua, Kenta Ken pun memutuskan untuk lanjut menjelaskan tahap yang ketiga, yaitu barlatih memacu kuda agar berlari cepat.


Teknik memacu kuda agar berlari cepat, sama seperti teknik memacu kuda agar berlari biasa. Akan tetapi, di tahap ini kedua kaki harus dirapatkan dengan kencang pada tubuh kuda.


...SKIP TIME...


Satu jam kemudian. Sagachi pun sekarang sudah menguasai ilmu memacu kuda. Kenta Ken juga tidak menyangka, kalau mengajari Sagachi itu ternyata tidak terlalu sulit dan juga tidak terlalu lama.


Karena Sagachi sudah menguasai ilmu memacu kuda, mereka pun langsung berangkat dengan tujuan untuk pergi ke Kerajaan Zephyra—tempat raja iblis Totemo Hokori berada.


"Ken-san." Sagachi menyebut nama Kenta Ken agar pria berjubah hitam yang sedang fokus memacu kudanya menatap dengan menoleh ke arahnya.


Namun, Kenta Ken malahan tidak menoleh ke arah Sagachi, ia hanya merespon Sagachi dengan berkata, "Ada apa?"


Sebenarnya Sagachi agak sedikit kesal dengan sikap Kenta Ken yang kadang terlalu cuek padanya, tapi ia berusaha untuk tetap biasa-biasa saja dengan hal itu.


"Kita ke Kota Hikari dulu saja," jawab Sagachi menjelaskan apa maksud sebenarnya dia memanggil Kenta Ken dengan menyebut namanya tadi.


Kenta Ken pun akhirnya menoleh ke arah Sagachi, kemudian pria berjubah hitam itu pun bertanya, "Ke Kota Hikari?"

__ADS_1


"Iya, ke Kota Hikari dulu. Soalnya, aku ingin mengajak adikku untuk ikut serta dalam misi penyerangan raja iblis," ujar Sagachi menjelaskan apa yang dimaksudkannya itu.


"Untuk apa? Itu malahan hanya akan membayangkan nyawa adikmu saja," tanya Kenta Ken dengan dengan heran pada Sagachi.


Sagachi menjelaskan semuanya pada Kenta Ken, tentang tujuannya itu yang akan mengajak adiknya. Ia mengatakan pada Kenta Ken, kalau tujuannya untuk mengajak adiknya itu karena sudah ada perjanjian padanya.


Perjanjian itu adalah, bahwa Sagachi pernah berkata pada adiknya kalau ia akan menyerang raja iblis, maka Furuko juga akan ikut membantu.


Oleh karena itulah, Sagachi berniat ingin untuk mengajak adiknya itu, karena ia ingin menepati janjinya pada Furuko.


Kenta Ken yang sudah paham dengan apa yang dimaksudkan oleh Sagachi, ia pun menanggapinya dengan bertanya, "Lalu, apa yang akan kamu lakukan, jika adikmu dalam bahaya nanti?"


Sagachi pun menjawab dengan ekspresi wajahnya yang terlihat sangat serius. "Maka, akulah yang akan menjadi perisainya."


Sagachi menjawab seperti itu, karena ia pernah berkata di saat sebelum ia mengambil job di Akademi Barak Sihir. Waktu itu Furuko menyuruhnya untuk mengambil Job Knight ataupun Vanguard, tapi Sagachi malahan memilih Swordman. Tapi walaupun begitu, waktu itu Sagachi juga berkata kalau ia akan tetap menjadi perisainya walaupun ia seorang Swordman.


Maksud Sagachi yang mengatakan pada adiknya kalau ia akan menjadi perisainya yaitu, ia akan selalu melindungi adiknya walaupun nyawa yang akan menjadi taruhannya.


"Ya sudah, kalau itu maumu, baiklah, kita ke Kota Hikari dulu untuk menjemput adikmu," kata Kenta Ken merespon ucapan Sagachi. Pria berjubah hitam itu pun kemudian kembali fokus ke arah depan dan memacu kudanya.


Sagachi pun juga memacu kudanya dan kemudian ia mengikuti Kenta Ken.


...---...


Dua jam kemudian, sekarang Kenta Ken dan juga Sagachi telah sampai di Kota Hikari—di depan rumah penginapan Vitaloka yang ditempati oleh Furuko.

__ADS_1


Baru saja Sagachi dan juga Kenta Ken akan turun dari punggung kudanya untuk menghampiri ruma penginapan itu dan memanggil Furuko yang ada di dalamnya, tiba-tiba saja pintu itu sudah dibuka terlebih dahulu oleh Furuko.


"Nisan, akhirnya kau pulang juga," ucap Furuko yang baru saja membuka pintu rumah penginapannya, kemudian gadis berambut biru itu bergegas mendekati kakaknya.


__ADS_2