
"Jika kau tidak bermaksud untuk membuatku sedih! Lalu, mengapa kau mengungkit-ungkit masa lalu tentang ibuku?!" Hyakimaru tiba-tiba saja membentak Furuko sembari melotot ke arah gadis tersebut dengan matanya yang berkaca-kaca.
Tentu saja Furuko langsung kaget dengan tingkah Hyakimaru yang secara tiba-tiba saja membentaknya.
"Maaf ... maaf! Baiklah, kalau begitu ... aku tidak akan mengganggumu lagi." Furuko meneteska air sebening embun dan sehangat sinar matahari dari kelopak matanya. Kemudian gadis itu berlari menghampiri Sagachi sembari menangis.
"Nii–Nii-san ... tolong jelaskan padanya! A–aku ti ... tidak bermaksud menyakiti perasaanya, Nii-san." Furuko meletakkan kepalanya pada dada sang kakak. Hal itu membuat baju Sagachi basah akibat air mata Furuko yang membasahi bajunya.
Sagachi pun langsung memeluk Furuko agar adiknya itu merasa tenang. Sembari mengelus lembut rambut adiknya itu, Sagachi berkata, "Jangan menangis, Furuko! Nii-san akan beri pelajaran padanya."
Sagachi kemudian langsung melepaskan pelukan terhadap Furuko, kemudian ia melesat ke arah Hyakimaru sembari melesatkan pukulan ke arahnya. Tentu saja hal itu ia lakukan, karena seorang kakak tidak akan terima, jika adik kesayangannya dibuat menangis.
__ADS_1
Vitaloka yang melihat itu, langsung ambil tindakan untuk menghentikan perkelahian yang akan terjadi. Gadis itu mengucapkan kata kunci. "Kuiku Tenso!"
Dalam sekejab saja, Vitaloka langsung berpindah ke arah Sagachi dengan cepat dan langsung menangkap tangan kanan pemuda berambut biru itu dengan tangan kanannya. "Sudah, hentikan! Jangan membuat masalah hanya dengan hal sepele seperti itu, Sagachi."
Sagachi yang tadinya akan melesatkan pukulan ke arah Hyakimaru, langsung dihentikan oleh Vitaloka.
Sementara Vitaloka, gadis itu berusaha menenangkan Sagachi yang sudah naik darah. "Sudahlah! Tidak ada gunanya sebuah perkelahian. Jika kamu ingin bertarung, jangan menyerang temanmu sendiri! Banyak musuh di luar sana yang belum kamu kalahkan, Sagachi-chan."
"Dunia ini luas, Sagachi-chan. Masih banyak kejahatan merajalela di dunia ini. Sementara Hyakimaru, dia bukanlah musuhmu. Mendingan kita memikirkan tentang mereka bertiga yang belum juga kembali." Vitaloka menurunkan tangan kanan Sagachi yang digenggamnya itu, dan Sagachi pun hanya menurut.
Kata 'mereka bertiga yang belum juga kembali' maksudnya adalah Kenta Ken, Hazuki dan Ezio.
__ADS_1
"Iya juga, ya. Maafkan aku, Vita-san." Wajah Sagachi menjadi terlihat sendu, emosinya yang tadinya naik kini telah sirna. Ternyata, Vitaloka adalah sosok gadis yang sangat berbakat dalam hal mencegah terjadinya pertengkaran. Seperti di saat Kenta Ken dan Hazuki yang waktu itu akan melakukan perkelahian.
"Baiklah, tidak apa-apa. Lain kali, berfikirlah terlebih dahulu sebelum bertindak, ya, Sagachi-chan!" Lagi-lagi Vitaloka menasihati Sagachi.
"Baiklah ... sekali lagi, maafkan aku yang mudah terpaksa emosi ini." Sagachi meminta maaf sekali lagi, karena ia benar-benar merasa sangat bersalah dengan kejadian ini.
Vitaloka kemudian melepaskan Sagachi, karena ia sudah yakin, jikalau amarah adik laki-laki angkatnya itu telah mereda.
Furuko yang melihat itu hanya berkata dalam hati. "Benar dengan yang kamu katakan, Vita-san. Aku juga tidak menginginkan Nii-san berkelahi dengan Hyakimaru-san. Yang sebenarnya aku inginkan yaitu, Nii-san menjelaskan kepada Hyakimaru-san, kalau aku tidak bermaksud menyakitinya."
Furuko sengaja mengumpat perkataannya itu di dalam sanubarinya, karena ia tidak ingin membuat masalah terjadi lagi jika ia katakan secara langsung saat ini.
__ADS_1