Pahlawan Di Dunia Lain

Pahlawan Di Dunia Lain
KEMENANGAN PERTAMA MELAWAN RAJA IBLIS


__ADS_3

"Dia telah berhasil memenangkan pertarungan ini. Iya ... dia telah berhasil membunuhnya." Hazuki kagum melihat Sagachi yang kini telah berhasil membelah tubuh Raja Iblis hingga terbelah menjadi dua bagian.


"Nisan ...." Furuko tak tahu harus berkata apa, tapi ia sangat bangga dan terharu melihat keberhasilan kakaknya dalam membunuh Raja Iblis pertama. Gadis itu pun langsung melompat dari atas tembok itu ke bawah, dan kemudian ia berlari dengan raut wajah senang ke arah Sagachi.


"Ternyata, ramalan penyihir sakti itu tidak pernah meleset. Pada akhirnya, Sagachi-lah yang membunuh Raja Iblis itu. Meskipun dari tadi, aksinya tidak begitu banyak, tetapi pada akhirnya dialah yang melakukan serangan terakhir dalam pembunuhan Raja Iblis Totemo Hokori." Kenta Ken bergumam sembari tersenyum bangga ke arah Sagachi.


Sementara Sagachi, pemuda berambut biru itu berjalan dengan santainya sembari membawa pedangnya. Ia berjalan ke arah teman satu tim-nya sembari tersenyum membawa kemenangan. "Aku berhasil, teman-teman!"


Sementara Furuko yang kini telah sampai di area itu langsung melompat ke arah Sagachi, dan hinggap dalam pelukan sang kakak.


"Nisan, syukurlah Nisan baik-baik saja." Furuko memeluk Sagachi sembari meneteskan air matanya. Akan tetapi, itu adalah sebuah air mata kebahagiaan atas keberhasilan kakaknya.


Sagachi membalas pelukan adiknya, pemuda itu mengelus lembut rambut Furuko dan berkata, "Iya, Furuko. Karena semangat dan tekad yang kuat, Nisan bisa melakukannya."


Sementara Vitaloka, Kenta Ken, Hazuki dan juga Ezio; mereka semua mendekat ke arah Sagachi yang sedang bersama Furuko ini.


"Selamat atas keberhasilanmu, Sagachi-chan." Vitaloka berucap sembari tersenyum ke arah Sagachi.


"Chan?" Sagachi heran dengan maksud panggilan itu. Karena itu adalah panggilan yang biasa digunakan kepada orang lebih muda atau digunakan untuk memanggil seorang adik.


"Iya, Sagachi-chan. 'kan kamu dan Furuko sudah aku anggap sebagai adikku sendiri." Vitaloka menjelaskan sembari mengingat-ingat kejadian di saat sebelum pemberangkatan ke sini. "Apakah kamu tidak ingat?"


"Eh, iya. Maafkan adik angkatmu ini, yang tidak mengingat hal itu." Sagachi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tidak apa-apa, Sagachi-chan," kata Vitaloka merespon ucapan Sagachi.

__ADS_1


"Tapi aku masih mengingat itu kok, Vita-san." Furuko melepas pelukan kakaknya dan kemudian beralih menghadap ke arah Vitaloka sembari tersenyum manis.


"Iya, Furuko-chan. Aku percaya kok," kata Vitaloka merespon ucapan Furuko.


Kenta Ken dan Hazuki berjalan mendekati Sagachi. Setelah mereka telah sampai dan dekat dengan pemuda berambut biru itu, Hazuki berkata terlebih dahulu sembari menepuk pundak Sagachi. "Selamat ya, Sagachi-san! Kau sungguh hebat sekali! Aku kagum padamu."


"Tapi janganlah lengah, Sagachi-san. Kamu tetap harus bisa membuat dirimu agar menjadi lebih kuat lagi, karena masih ada enam Raja Iblis lagi untuk misi selanjutnya. Tapi aku salut padamu, aku kira pemula sepertimu itu tidak akan mencapai titik ini, tapi ternyata dugaanku salah." Ucapan sekaligus ungkapan dari Kenta Ken ini tidak seperti biasanya.


"Baiklah Hazuki-san, Ken-san. Ini semua juga berkat darimu juga. Dan juga, aku juga dibantu oleh kalian semua. Tanpa bantuan kalian semua, mungkin aku tidak akan bisa mengalahkannya," kata Sagachi merespon ucapan Kenta Ken, sekaligus ungkapan untuk semua teman satu tim-nya.


"Baiklah, mulai sekarang kita harus semangat!" sambung Sagachi sembari mengepalkan tangan kanannya.


"Baiklah, seperti pesan dari Yang Mulia; setelah berhasil mengalahkan Raja Iblis, kita harus memilih raja selanjutnya untuk memerintah Kerajaan Zephyra ini." Kenta Ken teringat dengan pesan sang raja Alcazar Sevilla.


"Baiklah, besok kita memilih salah satu rakyat Kerajaan Zephyra yang pantas untuk menjadi penerus Raja Kerajaan Zephyra," ujar Hazuki.


Mendengar perkataan Furuko barusan, Sagachi dan Vitaloka langsung menahan tawanya dengan menutupi mulutnya dengan tangan. Sementara Hazuki dan Kenta Ken hanya bersikap biasa-biasa saja.


"Iiiih! Kenapa kalian berdua malah ketawa? Apa kalian tidak lapar?" Furuko bertanya sembari mengembungkan pipinya pertanda kesal ke arah Sagachi dan Vitaloka.


"Bukan begitu, nisan juga sebenarnya sudah lapar kok." Sagachi menjawab dengan jujur.


"Iya, begitu juga denganku," sambung Vitaloka. "Aku juga sudah lapar."


"Kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo kita cari sesuatu yang bisa untuk dimakan!" ajak Furuko yang sudah tidak sabar lagi karena rasa lapar yang sudah tidak bisa ditahan lebih lama lagi.

__ADS_1


"Tenang saja, di dalam istana itu pasti ada banyak makanan. Coba kita masuk ke sana, yuk!" Vitaloka berucap sembari menunjuk ke arah bangunan Istana Zephyra yang tak jauh dari tempat mereka berpijak.


Furuko langsung berjalan melangkah mendekati Vitaloka dan kemudian ia menggandeng tangannya sembari berkata, "Yuk, kita ke sana, Vita-san!"


"Baiklah, ayo!" Vitaloka menurut saja dan kemudian mereka berdua berjalan bersama menuju ke arah bangunan Istana Kerajaan Zephyra itu.


"Tunggu dulu Fu—"


"Kamu tidak usah khawatir, Sagachi-san. Jika Raja Iblis Totemo Hokori telah mati, maka pengaruh jahat kekuatanya terhadap seluruh prajurit dan pelayan Kerajaan Zephyra juga sudah hilang. Jadi biarkanlah mereka, mereka akan baik-baik saja kok." Kenta Ken seperti mengerti dengan perasaan Sagachi yang khawatir dengan hal itu.


"Kamu kalau lapar juga boleh saja ikut dengan mereka sana," sambung Hazuki.


"Apakah kalian tidak lapar juga?" bertanya Sagachi dengan heran. Karena setahu dia, Kenta Ken dan juga Hazuki juga belum makan apa-apa.


"Tidak, kami tidak lapar," jawab Kenta Ken. "Silakan saja ikut dengan adikmu dan kakak angkatmu itu jika kamu lapar. Karena, manusia itu pasti butuh makanan sebagai sumber energi juga."


Sagachi menjadi heran dengan apa yang dimaksud dari Kenta Ken. Sehingga, dalam hati pemuda berambut biru itu bertanya-tanya. "Apa yang dimaksudnya itu? Apakah Ken-san dan Hazuki-san bukan manusia, sehingga mereka tidak merasa lapar?"


"Kenapa kau malah melamun, Sagachi?" tanya Hazuki yang memperhatikan Sagachi.


Sagachi pun tersentak. "Oh, tidak kok. Aku cuma ...."


"Cuma heran kenapa kami tidak lapar?" Pertanyaan Kenta Ken yang menebak secara langsung membuat perkataan Sagachi terpotong.


"Iya, begitulah. Aku memang heran kenapa kalian tidak lapar. Padahal kan, kalian juga belum makan apa pun semenjak dari goa itu?" Sagachi berkata dengan jujur sembari menatap keduanya.

__ADS_1


"Itu karena kami sudah memakan banyak buah apel biru Shukufu-sha Appuru saat diperjalanan dan saat bertarung untuk memulihkan mana untuk kombinasi skill yang membutuhkan banyak mana. Dan juga, skill terbesar Ezio juga menguras mana-ku. Mungkin kamu tidak menyadari kalau kami sering makan buah itu. Dan sekarang, buah itu sudah habis." Hazuki menjelaskan alasannya. Tentu saja, sekarang Sagachi sudah mengerti dengan jelas kalau itu penyebabnya.


__ADS_2