Pahlawan Di Dunia Lain

Pahlawan Di Dunia Lain
SKILL BARU SAGACHI


__ADS_3

"Jadi, kata kunci ternyata bisa ngarang sendiri, ya? Baiklah, akan aku coba." Sagachi ingin mencoba mengarang kata kunci untuk melanjutkan sebuah skill dari kekuatan pedang kristalnya. Ia berfikir, kata kunci apa yang cocok selain yang ia dapatkan dari hasil ngarang dari Kenta Ken.


Sementara Kenta Ken hanya diam saja. Ia sebenarnya tahu kalau Sagachi sedang berpikir keras mencari kata kunci yang cocok untuk diucapkan saat mengeluarkan skill. Karena, dari raut wajah Sagachi saja sudah terlihat menggambarkan kalau pria berambut biru itu sedang berpikir. Ia berniat membiarkan Sagachi berpikir dulu, jika Sagachi tidak menemukan kata kuncinya, maka ia akan ikut ngarang juga untuk mencarikan kata kunci yang pas.


Tak berselang waktu lama kemudian, akhirnya pun Sagachi telah mendapatkan sebuah ide untuk kata kunci yang akan ia gunakan untuk percobaan skill-nya. Bukan hanya itu aja, karena ia juga telah memikirkan gerakannya juga. Tanpa membuang-buang waktu, ia pun langsung mencobanya, apakah itu cocok atau tidak? Jika kata kunci yang ia dapatkan dari hasil ngarangnya itu cocok, maka akan membuahkan sebuah skill saat dipraktekkan. Namun, jika tidak berefek apa-apa, itu berarti kata kuncinya tidak cocok sama sekali dan tentunya ia harus berpikir lagi untuk mencari dan mencoba kata kunci yang lain.


Sebelum mempraktekkannya, Sagachi mempersiapkan diri dengan kuda-kuda seorang petarung Swordman. Kaki kanannya bertumpu ke arah depan, sedangkan kaki kirinya ia tarik ke belakang. Pedangnya ia pegang dengan tangan kanannya. Kemudian, ia mengangkat pedangnya ke arah langit dan kemudian memulai mengucapkan kata kuncinya.


"I'm not a terrorist, and I'm not a killer. However, it all happened because I was slandered by the real killer. That was the beginning of why I was fated to come to this world. And the beginning of the power that I obtained was the power of the Ice Dragon. So with this power, then show me great magic and might, O Ice Dragon Sword!"


"Aku bukan *******, dan aku bukan pembunuh. Namun, itu semua terjadi karena aku difitnah oleh pembunuh yang sebenarnya. Itulah awal dari penyebab aku ditakdirkan datang ke dunia ini. Dan awal dari kekuatan yang aku dapatkan adalah kekuatan Naga Es. Jadi dengan kekuatan ini, maka tunjukkanlah keajaiban dan kekuatan luar biasa padaku, wahai Pedang Naga Es!"


Setelah mengucapkan kata kunci itu, pedang yang Sagachi diangkat itu memancarkan sebuah cahaya biru sangat sangat terang. Dari cahaya biru itu, tercintalah sebuah hawa sangat dingin, bahkan seluruh orang dari segala penjuru Kerajaan Alcazar Sevilla tiba-tiba saja merasakan suhu yang sangat dingin menyerang tubuh mereka. Di antara mereka ada berkata dan bertanya-tanya, mengapa tiba-tiba saja suhu menjadi dingin? Padahal, sekarang ini sedang musim panas.


Di tempat lain.


Di Kota Hikari, lebih tepatnya di penginapan Vitaloka. Saat ini, Furuko sedang duduk di rumahnya bersama dengan Vitaloka yang menemaninya.

__ADS_1


Vitaloka memang sengaja menemani Furuko, karena ia tak tega kalau Furuko sendirian di rumahnya, dan itu juga karena Furuko selalu menolak ajakan saat ia mengajaknya untuk tinggal di rumahnya sementara waktu, sembari menunggu kepulangan Sagachi. Namun, Furuko menolaknya karena ia merasa sedikit sungkan padanya. Oleh karena itulah, Vitaloka pun akhirnya memutuskan untuk menemani Furuko di penginapan yang ditinggalinya, sembari menunggu Sagachi pulang dari Istana Alcazar Sevilla.


"Terima kasih banyak sebelumnya Vita-san, aku jadi merasa tidak enak karena terlalu sering merepotkanmu," ucap Furuko yang sedang duduk di ruang utama di penginapan yang ditinggalinya.


Begitu pula juga dengan Vitaloka, gadis bermabut ungu yang dikucir ponytail menggunakan suriken itu juga sedang duduk di sampingnya.


"Ah, tidak apa-apa. Sebenarnya aku tidak sibuk kok. Bahkan, aku merasa kesepian karena di rumah aku tinggal seorang diri," kata Vitaloka merespon ucapan Furuko. Ia mengungkapkan curhatan pada gadis berambut biru yang duduk di samping kanannya, lebih tepatnya di kursi panjang yang cukup untuk duduk berdua.


Bukannya merespon perkataan Vitaloka, Furuko malah bertanya padanya sembari memeluk tubuhnya sendiri karena tiba-tiba saja ia merasakan suhu dingin menyerang tubuh-nya.


"Eh, kok tiba-tiba dingin banget, ya? Kamu ngerasa dingin juga gak, Vita-san?"


Vitaloka berdiri dari duduknya, kemudian ia beranjak melangkah ke arah pintu dan membukanya. Setelah pintu itu terbuka, ia terkejut bukan main, karena melihat serpihan salju turun dari langit. Bahkan, jalan sudah mulai menumpuk tumpukan salju seperti di saat musim dingin, padahal sekarang ini masih musim panas. "Hah! Kok bisa turun salju?"


Mendengar Vitaloka mengatakan itu, Furuko pun langsung beranjak menghampiri pintu yang dibuka oleh Vitaloka untuk memastikan apakah yang dikatakan Vitaloka itu benar kalau sekarang sedang musim salju atau tidak.


Setelah Furuko melihat dengan indera penglihatannya sendiri, ia membulatkan matanya.

__ADS_1


"Salju? Kenapa sekarang bisa turun salju?" Furuko bertanya-tanya, ia pun juga tak kalah terkejutnya dengan Vitaloka.


"Iya, aku juga bingung. Baru kali ini di kota ini turun salju di saat musim panas seperti ini," kata Vitaloka merespon ucapan Furuko.


Di tempat lain.


Kini Kenta Ken dibuat terkejut oleh kekuatan yang luar biasa dari pedang Naga Es Sagachi. Bahkan, seluruh plajurit dan penghuni Istana Alcazar Sevilla, termasuk juga raja menghampiri arena pelatihan tempur ini.


Orang-orang di situ banyak yang berkata, skill macam apa itu? Karena mereka belum pernah melihat skill yang luar biasa dahsyatnya hingga mengubah cuaca panas menjadi turun salju.


Sedangkan sang raja yang juga datang menghampiri arena pelatihan tempur ini, ia langsung bergegas mendekati Sagachi. Setelah sang raja sampai di dekat Sagachi, ia langsung berkata, "Kau sungguh ... sudah tidak diragukan lagi, kalau kaulah orangnya!"


Ya. Maksud dari kata-kata sang raja adalah, bahwa Sagachi adalah orang yang memang benar-benar akan membasmi tujuh raja iblis seperti yang telah diramalkan.


Sementara Kenta Ken hanya berpikir, kalau ia juga tidak menyangka seorang petarung pemula seperti Sagachi bisa mengeluarkan skill yang dahsyatnya di luar nalar. Bahkan, belum pernah ada sejarah tentang seorang penyihir ber-Job Mage tingkat tertinggi yang bisa mengubah cuaca seperti yang dilakukan Sagachi.


Para sekali memang, kalau Mage tingkat tinggi saja belum ada sejarahnya bisa melakukan ini. Sementara Sagachi, ia hanyalah seorang Swordman. Tapi, sekarang ia bukan hanya seorang Swordman saja, melain Swordman Mage.

__ADS_1


"Baiklah," ucap sang, kemudian ia menarik napas panjang sebelum melanjutkan perkataannya. "Karena aku telah melihat kekuatanmu yang luar biasa ini. Maka ... mulai besok, kau akan aku tugaskan untuk mulai pergi ke kerajaan yang dikuasai raja iblis. Kutugaskan kau untuk membunuh para raja iblis itu! Apakah kau bersedia?"


__ADS_2