Pahlawan Di Dunia Lain

Pahlawan Di Dunia Lain
RENCANA MENCARI MEREKA BERTIGA


__ADS_3

Di Istana Kerajaan Zephyra.


Tampak Sagachi, Furuko dan juga Vitaloka tengah berkumpul di ruang diskusi Kerajaan Zephyra.


Beda lain dengan Hyakimaru, pemuda itu menyendiri di luar bangunan istana ini—di Taman Kerajaan Zephyra.


"Kok tiba-tiba saja perasaanku tidak enak, ya? Apakah Ken-san dan Hazuki-san baik-baik saja di luar sana?" Vitaloka tiba-tiba merasa khawatir dengan Kenta Ken dan Hazuki yang sampai saat ini belum kembali. Gadis berambut ungu ini duduk bersebelahan dengan Furuko di sebuah kursi panjang di ruangan ini.


"Aku pun juga begitu," kata Furuko merespon Vitaloka. Gadis berambut biru yang duduk di samping kirinya Vitaloka itu, kemudian menoleh ke arah Vitaloka dan berkata, "Apa sebaiknya kita cari mereka saja Vita-san."


"Iya, aku setuju dengan Furuko, dua bulan tanpa mereka rasanya begitu hampa." Sagachi berdiri dan bersandar pada tembok yang tak jauh dari Vitaloka dan Furuko. Pemuda itu menekuk kaki kirinyanya dan kedua telapak tangannya gunakan untuk bantalan kepalanya.


"Tapi Ken-san sudah berpesan, jangan pergi dari istana ini jika mereka belum kembali." Vitaloka mengingat-ingat perkataan Kenta Ken sebelum pemuda itu pergi dari Istana Kerajaan Zephyra ini.


"Iya sih, tetapi aku sudah sangat khawatir pada mereka. Sudah dua bulan lebih, sampai saat ini mereka belum juga kembali." Sagachi menjawab sembari menapakkan kakinya dan menurunkan tangannya, kemudian pemuda itu berjalan mendekati Furuko dan Vitaloka. "Sebaiknya kita pergi cari mereka saja. Aku khawatir kalau terjadi apa-apa dengan mereka."


"Bagaimana dengan Hyakimaru-san?" tanya Vitaloka. "Apakah kita juga harus mengajaknya?"


Sagachi pun menjawab, "Ya! Saat mendengar ceritanya itu, aku yakin kalau dia itu sangatlah kuat. Bahkan, dia mampu menusuk dada musuh dengan tangan kosong sampai tembus ke bagian belakangnya." Sagachi mengingat-ingat kisah yang Hyakimaru ceritakan waktu itu. Sementara Furuko yang mendengar perkataan kakaknya barusan itu, langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. "Dengan begitu, misal ada musuh kuat di saat di perjalanan mencari Ken-san dan Hazuki-san, dia bisa membantu kita bertarung melawannya."


"Dunia ini penuh dengan pertempuran, aku ingin pulang ke dunia asalku, Nii-san. Huaaaa!" Furuko sangat ingin bisa kembali ke dunia asalnya, ke rumahnya di Jepang, karena di sanalah, ia dan kakaknya bisa hidup dengan tenang dan damai tanpa ada sebuah pertarungan atau pun permusuhan seperti di dunia fantasi ini.


"Sabar, Furuko! Setelah nii-san berhasil memusnahkan tujuh raja iblis, kita akan kembali lagi ke dunia asal kita, kita akan sekolah lagi seperti biasa di sana." Sagachi berusaha menenangkan Furuko sembari tersenyum agar adiknya itu tidak merasa sedih dengan kehidupan yang tidak nyaman di dunia fantasi ini.


"Kuharap kita bisa secepatnya menumpas tujuh raja iblis itu, Nii-san." Furuko merespon sembari menundukkan kepalanya, dan hal itu membuat Sagachi langsung mengelus-elus rambutnya dengan lembut.

__ADS_1


"Kalau kalian kembali ke dunia asal kalian, berarti kita akan berpisah, ya?" Wajah Vitaloka seketika saja terlihat sedih mendengar perkataan Sagachi dan Furuko yang ingin sekali kembali ke dunia asal mereka.


Mendengar Vitaloka berkata seperti itu, Furuko langsung mengangkat kepalanya yang tadinya menunduk, kemudian gadis itu menoleh ke arah Vitaloka dan berkata, "Iya juga, ya. Aku juga tidak ingin berpisah denganmu, Vita-san. Aku juga tidak ingin berpisah dengan teman-temanku yang di dunia ini." Kemudian gadis berambut biru itu melanjutkan perkataannya lagi dengan bertanya, "Semisal Vita-san bisa ikut dengan kami ke dunia asal kami, apakah Vita-san mau?"


Vitaloka menyunggingkan senyum manis sembari menatap wajah Furuko yang memiliki kecantikan bak bunga lotus biru. Gadis berambut ungu itu kemudian berkata, "Tentu saja dengan senang hati aku akan ikut kalian."


Mendengar ucapan Vitaloka barusan, Furuko membayangkan bersama gadis berambut ungu itu di dunia asalnya. "Kuharap hal itu bisa terjadi."


"Ya sudah, ayo kita cari Hyakimaru dan berangkat mencari Kenta Ken, Hazuki dan Ezio!" Vitaloka langsung berdiri dari duduknya. Sepertinya ia sudah khawatir dengan mereka bertiga, dan ingin segera berangkat untuk mencari mereka.


"Iya, aku juga sudah khawatir dengan mereka, sudah dua bulan lebih mereka tidak ada kabar." Sagachi juga sudah tidak sabar lagi untuk mencari mereka.


"Baiklah, aku ikut-ikut saja." Furuko pun juga ikut berdiri, ia hanya menurut dan akan ikut ke mana saja Sagachi dan Vitaloka pergi.


Kemudian mereka pun langsung bergegas menuju ke halaman Istana Kerajaan Zephyra bagian awal. Di sana mereka mendapati Hyakimaru yang sedang duduk diam di pondasi kolam air yang tengahnya ada air mancur-nya. Sagachi, Vitaloka dan Furuko pun langsung melangkah mendekatinya.


Mendengar ucapan Sagachi, Hyakimaru pun langsung mendongakkan kepalanya dan langsung bertatap muka dengan Sagachi dalam jarak kurang lebih satu meter. Kemudian, pemuda itu bertanya, "Memangnya kalian mau pergi ke mana?"


"Kami akan pergi untuk mencari Kenta Ken dan Ezio yang sampai saat ini masih juga belum kembali." Sagachi menjawab dengan menjelaskan tujuan mereka akan pergi.


"Baiklah, aku ikut saja. Mungkin aku bisa membantu di perjalanan nantinya," kata Hyakimaru merespon ucapan Sagachi.


Sagachi pun tersenyum tipis dan kemudian berkata, "Baiklah, ayo kita segera bergegas!" ajaknya.


Hyakimaru pun langsung bangkit dari duduknya dan merespon ucapan Sagachi. "Baiklah, ayo!"

__ADS_1


Sagachi pun kemudian menoleh ke arah Vitaloka yang berada di samping kanannya dengan mengangguk sebagai isyarat ajakan untuk berangkat.


Sementara Vitaloka pun langsung membalas dengan anggukan pula sebagai jawaban kalau ia paham dengan maksud Sagachi.


Setelah itu pun, mereka ber-empat berjalan bersama keluar dari area Istana Kerajaan Zephyra.


Setelah mereka keluar dari area Istana Kerajaan Zephyra, lebih tepatnya di luar Istana, mereka melihat ke bawah. Ternyata, Istana Kerajaan Zephyra ini seperti berada di atas bukit.


Saat mereka melihat ke bawah, yang dilihat adalah jalan berkelok-kelok untuk turun dari Istana Zephyra ini.


"Apakah kau yakin akan pergi dengan jalan kaki?" bertanya Hyakimaru sembari menatap ke arah Sagachi yang berada di depannya.


Sagachi yang sedang menatap ke arah depan, menoleh ke belakang—ke arah Hyakimaru dan berkata, "Aku yakin! Apa pun demi temanku, akan aku lakukan!"


"Aku pun juga. Karena sebagai sesama teman, kita harus saling peduli satu sama lain," kata Vitaloka merespon ucapan Sagachi.


"Aku mah ikut-ikutan aja. Dan semoga saja, aku kuat melalui perjalanan dengan jalan kaki bersama kalian." Furuko pun juga ikut-ikutan merespon ucapan Sagachi.


"Baiklah, ayo berangkat kalau begitu," ajak Sagachi. Kemudian pemuda berambut biru itu menoleh ke arah adiknya. "Untukmu Furuko ... kamu tenang saja, ya! Semisal kamu sudah tidak kuat lagi berjalan kaki, maka nii-san-mu ini akan menggendongmu."


"Nii-saaan! Jangan seperti itu, ah! Imouto-mu ini kuat kok." Terlihat Furuko mengembungkan pipinya dan hal itu membuat Sagachi tersenyum tipis.


"Ya sudah, ayolah langsung saja berangkat!" Sagachi kemudian langsung membalikkan badannya ke arah depan dan akan memulai perjalanan mereka.


Namun, saat Sagachi dan teman satu tim-nya akan memulai untuk perjalanan mencari Kenta Ken, Hazuki dan Ezio. Mereka mengurungkan niatnya, karena mereka melihat sosok elang raksasa sedang terbang ke arah mereka. Hal itu membuat mereka tersenyum senang, karena mereka tahu kalau elang raksasa itu pasti adalah perwujudan Ezio yang di atasnya ada Kenta Ken dan Hazuki.

__ADS_1


"Mereka kembali!"


__ADS_2