
Furuko pun langsung bergegas menghampiri kakaknya yang masih duduk di atas kuda putih. Gadis bermabut biru itu mengulas senyum manis saat melihat Sagachi.
Sagachi turun dari kuda-nya, kemudian remaja berambut biru itu juga berjalan dengan santai ke arah adiknya. Sementara adiknya langsung memeluk kakaknya seperti sudah lama tidak bertemu. Padahal, Sagachi hanya satu malam saja di Istana Alcazar Sevilla.
"Eh, Nisan kok bawa kuda? Dapet dari mana, beli kah?" tanya Furuko sembari melepas pelukannya itu dengan Sagachi.
Mendengar pertanyaan adiknya Sagachi malah terkekeh. Memang seperti biasa, kalau Furuko bertanya itu suka yang aneh-aneh.
"Mana ada beli, uang aja nisan gak punya, apalagi beli kuda sebagus ini," kata Sagachi merespon pertanyaan Furuko. Remaja berambut biru itu berjalan ke arah kudanya, kemudian ia mengelus-elus kulit kuda-nya yang putih cerah itu. Kemudian, Sagachi menoleh lagi ke arah adiknya dan kemudian berkata sembari menatap Furuko dengan wajah yang terlihat serius. "Furuko, aku ingin pergi ke Kerajaan Zephyra—tempat raja iblis Totemo Hokori. Aku sudah mulai diberi misi oleh sang raja untuk membunuh iblis itu."
"Kalau begitu aku ikut! Aku ingin ikut bertarung membantu Nisan mengalahkan raja iblis!" ucap Furuko dengan penuh keyakinan.
"Baiklah, karena memang ini maksud nisan datang kemari," ucap Sagachi. Kemudian remaja berambut biru itu naik ke atas kudanya.
"Ayolah berangkat! Jangan buang-buang waktu, perjalanan kita akan cukup panjang." Kali ini Kenta Ken yang bicara. Hal ini juga membuat Furuko mengalihkan pandangannya ke arah Kenta Ken.
"Baiklah, tunggu sebentar, ya! Aku ingin mengambil senjataku dulu," ucap Furuko. Kemudian ia berjalan menuju ke rumahnya untuk mengambil busur-nya.
Di saat Furuko sampai di dalam rumahnya, ia mengambil busur yang digantungkan di tembok ruang utama, dan kebetulan di situ ada Vitaloka.
"Mau ke mana kamu Furuko?" tanya Vitaloka yang melihat Furuko mengambil busur dari tempatnya.
__ADS_1
Furuko pun menjawab, "Aku ingin ikut Nisan, katanya ke Kerajaan Zephyra."
Vitaloka pun langsung membulatkan mata-nya terkejut, ketika ia mendengar kata 'Zephura' dari lisan Futuko. Sepertinya gadis berambut ungu ini sudah paham dengan maksudnya, kalau Zephyra adalah tempat raja iblis Totemo Hokori yang dikenal dengan raja-nya kesombongan.
"Apa? Kerajaan Zephyra?" ucap Vitaloka menanggapinya perkataan Furuko dengan
sedikit meninggikan intonasinya. "Bukannya ... bukannya itu tempat raja iblis?"
"Iya, itu tempat raja iblis. Dan nisan-ku katanya mendapatkan misi dari sang raja untuk pergi ke sana untuk mengalahkan raja iblis," jawab Furuko. "Kalau begitu, aku mohon pamit, Vita-san." Lanjutannya sembari membungkukkan badannya, dan kemudian gadis bermabut biru itu langsung bergegas ke luar dari rumah penginapan ini. Namun, sebuah suara membuatnya menghentikan langkahnya.
"Tunggu!"
Suara itu tentu saja adalah suara Vitaloka. Hal ini pun membuat Furuko menghentikan langkahnya sebelum keluar, ia pun kemudian membalikkan badannya dan menghadap ke arah Vitaloka lagi. "Ada apa Vita-san? Apakah aku tidak boleh ikut dengan nisan-ku?"
"Oh, jadi begi—" Suara Furuko terhenti ketika ada seseorang yang masuk ke dalam penginapannya.
"Furuko, ayo berangkat! Ken-san sudah menunggu kita," ucap Sagachi yang baru saja masuk ke rumah panginapan ini.
Furuko pun menoleh ke arah Sagachi, kemudian ia berkata, "Tapi itu berbahaya, Nisan. Sebaiknya kita jangan dulu ke sana."
Furuko berkata seperti itu karena ia sudah mendengar cerita dari Vitaloka barusan. Di cerita itu mengatakan, kalau sudah banyak sekali petarung untuk mencoba membunuh para raja iblis, tapi tak ada satu pun dari mereka yang berhasil atau pun kembali dengan selamat.
__ADS_1
"Kamu berubah pikiran, ya? Ya sudah, kalau begitu nisan dan Ken-san saja yang pergi ke sana, kamu di sini saja sama Vita-san, ya!" kata Sagachi merespon ucapan Furuko.
"Bukan begitu, Nisan. Tapi aku ingin kalau Nisan juga jangan ke sana dulu, karena sudah banyak petarung yang terbunuh gara-gara misi itu," ucap Furuko menjelaskan maksudnya agar Sagachi tidak ke sana sekarang.
"Maaf, Furuko. Ini sudah menjadi kewajiban nisan yang ditakdirkan untuk membasmi tujuh raja iblis di dunia ini. Ini juga adalah janji nisan dengan sosok misterius yang memindahkan kita ke dunia ini," ucap Sagachi yang bersikeras tetap pada pendiriannya ingin ke sana untuk memenuhi janjinya dan takdirnya.
"Kalau Nisan masih juga bersikeras untuk ke sana, maka aku juga akan tetap ikut dengan Nisan. Aku ingin berjuang bersama Nisan, apa pun resikonya!" Kali ini Furuko mengucapkan kata-kata tekadnya. Kemudian bibirnya bergetar menahan tangisan, bola matanya mulai berkaca-kaca seperti akan meneteskan air matanya. Gadis bermabut biru itu pun kemudian langsung memeluk kakaknya sembari menangis di dada sang kakak. "Apa pun yang terjadi dan di mana pun itu, ingatlah janji kita! Kalau hidup dan mati, kita akan selalu bersama!"
Sagachi pun membalas pelukan dari sang adik sembari mengelus-elus lembut kepalanya. "Iya, Furuko. Aku akan bertarung sekuat tenaga untuk memenangkan pertempuran ini!"
Vitaloka yang melihat itu pun tak menyangka kalau hal itu membuatnya meneteskan air matanya. Ia terharu melihat seorang kakak beradik yang begitu kuat ikatan tali persaudaraannya. Gadis berambut ungu itu kemudian bergumam dalam hatinya. "Andai aku masih memiliki saudara seperti kalian, maka aku tidak akan kesepian seperti ini. Alangkah bahagianya kalina yang masih memiliki seorang saudara dan keluarga."
Vitaloka berkata seperti itu sembari mengingat kejadian lampau tentang kematian ayah, ibu dan juga kakaknya. Mengingat kejadian tragis itu, bibirnya bergetar menahan tangisan, napasnya menjadi tidak teratur, jantungnya berdetak sangat cepat dan bahkan, ia pun tak kuasa lagi menahan air matanya, hingga air matanya berderaian dengan sendirinya.
Hal itu pun membuat Sagachi dan juga Furuko langsung menoleh ke arah Vitaloka.
"Vita-san, kamu kenapa?" tanya Sagachi dan juga Furuko secara bersamaan.
"Tidak apa-apa, aku hanya terharu melihat keakuran kalian," jawab Vitaloka berbohong untuk menutupi kesedihannya.
"Vita-san, aku tahu kalau kamu berbohong. Ceritakanlah! Karena aku sudah menganggapmu sebagai kakakku sendiri!" ujar Furuko yang serius dengan ucapannya. Ia bisa menebak kalau Vitaloka berbohong dari raut wajahnya. "Karena ... karena kamu sudah begitu baik sekali padaku dan sudah banyak membantuku!"
__ADS_1
Setelah mendengar perkataan dari Furuko, air mata Vitaloka menjadi mengalir lebih deras lagi, gadis berambut ungu itu kemudian langsung memeluk Furuko sembari berkata, "Kalau kamu menganggapku sebagai kakakmu, maka aku akan ikut berjuang untuk membantumu dalam mengalahkan raja iblis!"