Pahlawan Di Dunia Lain

Pahlawan Di Dunia Lain
KOMBINASI


__ADS_3

Alhasil, raja iblis itu hanyut di dalam ledakan dari empat serangan tersebut. Ledakan itu terjadi begitu dahsyatnya hingga membuat mereka semua menutup telinganya masing-masing.


"Apakah kita berhasil? Apakah dia mati?" Kenta Ken bertanya dengan penuh harap kalau Raja Iblis itu akan mati setelah terkena serangan dari mereka.


Sebuah Fuma Suriken tiba-tiba saja muncul dari kepulauan asap ledakan itu. Vitaloka yang merupakan pemilik dari suriken lipat itu langsung menangkapnya.


"Kenapa surikenku kembali?" tanya Vitaloka dengan heran.


Tiba-tiba saja ada sebuah sahutan dari kepulan asap ledakan tersebut. "Karena aku yang melemparnya!"


Sontak saja mereka semua langsung melotot tak percaya, ketika mereka melihat sosok Raja Iblis Totemo Hokori berjalan dengan santainya dari kepulauan asap tersebut. Kini, Raja Iblis itu telah berwujud lebih kekar dan lebih besar dari sebelumnya; Zirahnya hancur dan tubuhnya terlihat besar, kekar dan otot-ototnya terlihat.


"Di–di ... dia masih hidup?" Hazuki tak menyangka serangan sedahsyat itu tidak membuat Raja Iblis itu terbunuh.


"Hahahaha! Kalian manusia rendahan ingin mengalahkanku? ... jangan mimpi!" Otot-otot dan tubuh Raja Iblis itu semakin besar setelah berkata seperti itu. Luka-lukanya juga pulih seketika dalam hitungan detik.


Inilah kemudian dari Raja Iblis Totemo Hokori, semakin ia sombong, maka kekuatannya akan meningkat, dan hanya dengan kesombongan saja, ia bisa memulihkan luka-lukanya meskipun itu parah.


Memang sangat menjengkelkan, tapi Sagachi dan teman satu tim-nya tidak berniat kabur atau menyerah begitu saja. Sudah sejauh ini mereka menempuh perjalanan dan rintangan.


"Menyerahlah dan jadilah bagian dari budakku! Karena kalian tidak akan mungkin bisa mengalahkanku, hahahaha! Jika kalian menyerah dan mau menjadi budakku, maka aku tidak akan membunuh kalian!" ucap Raja Iblis Totemo Hokori sembari masih berjalan membawa pedang besarnya mendekati Sagachi dan teman satu tim-nya.


"Menjadi budakmu, siapa sudi? Dan kesombonganmu itu akan segera sirna jika kau sudah tak memiliki nyawa lagi!" Hazuki berucap sembari mengepalkan tangannya kuat-kuat.


"Menyerah itu bukanlah sifatku, apalagi sama iblis jelek sepertimu, siapa sudi juga!" Kenta Ken memang berniat berkata seperti itu untuk memancing amarahnya agar kekuatan dari Raja Iblis itu menurun.


"Apa kalian bilang? Kalian akan merasakan akibatnya." Iblis itu mulai berlari ke arah mereka setelah mendengar perkataan dari Kenta Ken dan Hazuki yang merendahkannya.


Perkataan Kenta Ken dan Hazuki sukses membuat Raja Iblis itu marah, dan dengan begitu, tentu saja kekuatannya akan menurun.


Sembari tersenyum simpul, Hazuki mengedipkan matanya sembari menoleh ke arah Kenta Ken, dan Kenta Ken pun membalasnya dengan melakukan hal yang serupa. Rupanya, sekarang ini mereka telah rukun dan bersatu akan mengalahkan Raja Iblis Totemo Hokori dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


"Mari kita berjuang bersama-sama!" Kenta Ken berseru pada semuanya.


"Baik!" Semua teman satu tim-nya menjawab dengan serempak bersamaan, mereka telah siap untuk pertarungan selanjutnya.


"Furuko, kau jaga jarak! Biar Nisan dan lainnya yang maju," ujar Sagachi pada adiknya.


"Baiklah, Nisan." Furuko langsung berlari ke arah lain untuk mencari tempat yang aman.


Sementara Sagachi dan Vitaloka langsung maju melesat ke arah Raja Iblis Totemo Hokori yang sedang berlari ke arah Kenta Ken dan Hazuki.


"Hyaaaa!" Sagachi melompat sembari mempersiapkan tebasan vertikal-nya.


Dengan refleks cepat, Raja Iblis itu berhasil menangkis serangan Sagachi dengan pedang besarnya. Hal itu pun membuat Sagachi terpental ke belakang, tapi pemuda berambut biru itu pun mendarat sembari bersalto-salto ke belakang.


Sementara Vitaloka dengan gesitnya berhasil melukai kaki iblis itu dengan menebaskan Kunai-nya ke paha Iblis tersbut. "Hiat!"


"Aaaaakh! Sialan!" Raja Iblis itu memegangi pahanya yang terluka memuncratkan darah segar.


"Sekarang giliranmu, Ezio!" titah Hazuki.


"Baik, Master!" Ezio langsung membuat Lubang Dimensi lagi seperti biasanya, tapi kali ini hanya satu. Meskipun begitu, Lubang Dimensi yang dibuatnya kali ini mengeluarkan sebuah pedang emas.


Ezio langsung menggenggam pedang emas itu, kemudian ....


"Excalibur!" Ezio berteriak sembari melesat ke arah Raja Iblis Totemo Hokori bagaikan cahaya kilatan kuning yang menyambar.


"Aaaaaaaaaakhhh!" Raja Iblis Totemo Hokori menjerit kesakitan karena Ezio menebasnya secara bertubi-tubi dengan sangat cepat hingga ia tak bisa menangkis atau pun menghindari serangannya.


Sementara Kenta Ken tiba-tiba saja berada di sampingnya Sagachi dan dia langsung membisikan sesuaru di telinga pemuda berambut biru itu. "Buat Raja Iblis itu marah Sagachi! Dengan begitu, maka kesombongannya akan berkurang dan tentunya kekuatannya akan menurun. Karena, amarah akan mengurangi kesombongannya."


"Baiklah, aku mengerti," kata Sagachi merespon ucapan Kenta Ken dengan lirih. "Akan aku lakukan!"

__ADS_1


Sagachi kemudian langsung melesat ke arah Raja Iblis Totemo Hokori sembari mengangkat pedangnya. Pemuda berambut biru itu kemudian melompat sembari menyiapkan tebasan horizontal ke arah Raja Iblis dengan pedang birunya yang telah menyala cahaya biru yang sangat terang dan membuat seluruh orang yang berada di sini merasakan hawa dingin. "Minggur Ezio!"


Ezio pun langsung menghentikan serangannya dan membiarkan Sagachi melakukan serangan ke Raja Iblis Totemo Hokori.


Melihat itu, Raja Iblis Totemo Hokori yang kini telah terluka parah dengan ratusan sayatan Pedang Excalibur Ezio berusaha kabur, tapi pancaran cahaya Pedang Naga Es Sagachi sukses membuat Raja Iblis itu menjadi membeku.


"Hiaaaaaaaaaaaaat! Sagachi berseru sembari melancarkan tebasannya ke arah Raja Iblis Totemo Hokori yang telah membeku tak bisa berkutik.


"Berjuanglah, Nisaaaaaan!" Jerit Furuko yang berdiri di atas tembok sembari menahan anak panah yang belum ia lesatkan.


"Berjuanglah, Sagachi. Tunjukkan padaku kalau kau adalah satu-satunya orang yang diramalkan akan membunuh Raja Iblis," gumam Kenta Ken. Pria itu berharap kalau kali ini Raja Iblis itu benar-benar akan mati.


"Berjuanglah, adik angkatku!" seru Vitaloka.


"Berjuanglah, temankuuuu!" seru Hazuki.


"Mereka semua memberi semangat padaku, dan aku ... aku tidak akan mengecewakan mereka," gumam Sagachi dalam hati.


"Rasakan iniiiii!" Sagachi menebaskan pedangnya dengan segenap tenaga dan kekuatannya. "Tebasan Pedang Naga Es Penghancur!"


Duaaaaar!


Hempasan angin dingin yang begitu dahsyatnya terjadi. Hal ini juga mengakibatkan guncangan seperti gempa dalam jangka waktu singkat.


Furuko yang sedang berada di atas tembok hampir saja jatuh, karena ada sebagian tembok besar itu runtuh. Tentu, ia juga terhuyung saat gempa dan hempasan angin dingin yang begitu kuat itu menerpa dirinya.


Sementara Kenta Ken, Hazuki, Ezio dan Vitaloka. Mereka berempat juga menutupi wajahnya karena hempasan angin tersebut.


"Apa yang terjadi di sana? Apakah Sagachi berhasil membunuhnya," ujar Kenta Ken berharap.


"Semoga saja begitu," kata Hazuki merespon ucapan Kenta Ken

__ADS_1


"Itu dia!" Vitaloka menunjuk dengan jari telunjuknya. "Sudah mulai jelas. Sagachi ... Sagachi-san." Entah Vitaloka harus berbicara apa lagi saat melihat hal itu.


__ADS_2