
"Jadi, apel pemulih itu sudah habis, ya?" Sagachi bertanya sembari mengingat-ingat tentang apel Shukufu-sha Appuru yang waktu itu digunakan untuk memulihkan Furuko dan Vitaloka.
"Iya, itu sering kami pakai untuk memulihkan mana kami di saat akan menggunakan mana besar. Oleh karena itulah, Ezio butuh banyak pasokan mana untuk mengeluarkan skill itu," jawab Hazuki menjelaskan.
"Jika kamu lapar, ikut saja dengan mereka! Sementara kami ... kami akan menyusri istana ini sembari mencari informasi sesuatu tentang Raj Iblis," kata Kenta Ken. "Ya sudah sana, ikut Vita-san dan adikmu itu! Aku tahu jika kau pasti sudah lapar 'kan?"
"Baiklah, aku akan menyusul mereka." Sagachi pun akhirnya menurut.
"Memang seharusnya begitu. Selain mengalahkan Raja Iblis, kau juga harus bisa melindungi seorang gadis seperti mereka, terutama adikmu." Hazuki sedikit menasehati Sagachi sebelum pemuda berambut biru itu pergi menyusul Furuko dan Vitaloka ke dalam Istana.
"Tentu saja aku akan melindungi mereka. Bukan hanya mereka saja, tetapi juga melindungi kalian juga." Sagachi segera beranjak pergi ke arah bangunan Istana Zephyra.
"Semoga saja apa yang kau katakan itu terwujud, Sagachi-san," gumam Kenta Ken sembari memejamkan kedua matanya.
...***...
__ADS_1
Setelah Sagachi memasuki bangunan Istana Zephyra, ia menengok ke arah kanan dan ke kiri untuk mencari Vitaloka dan juga adiknya yang telah terlebih dahulu masuk ke bangunan ini sebelum dia.
"Ke mana perginya mereka, ya?" Sagachi bertanya pada dirinya sendiri.
Karena belum juga menemukan keberadaan mereka, Sagachi memutuskan untuk menyusuri lebih dalam Istana Zephyra ini. Ia berjalan memasuki ruang singasana.
Ruang singgasana di dalam Istana Zephyra ini terlihat sangat luas sekali. Akan tetapi, Sagachi tidak menemukan satu penghuni pun di sini.
"Di sini juga tidak ada. Emmm ... kira-kira ke mana mereka, ya." Sagachi tampak sedang berpikir.
"Tapi ... di mana, ya, tempat ruang makan itu?" sambung Sagachi dengan bertanya.
Sagachi pun memutuskan untuk menyusuri Istana Zephyra ini. Ia berjalan ke arah pintu lain di area ruang singasana. Karena, di ruangan ini ada beberapa cabang pintu yang ukurannya tidak bisa dibilang kecil.
Setelah Sagachi melewati berbagai cabang ruangan, pada akhirnya pun, ia berhasil menemukan Vitaloka dan adiknya; lebih tepatnya sekarang ia berada di ruang makan Istana Kerajaan Zephyra.
__ADS_1
"Ternyata kalian di sini, ya. Dari tadi aku cari gak ketemu-temu. Istana ternyata ini besar, ya?" Sagachi berkata sembari menatap Vitaloka dan Furuko yang sedang makan di ruangan ini. Ia berdiri sekitar sepuluh meter dari mereka.
"Ooh, Nisan cari kami, ya. Kirain, Nisan belum lapar," sahut Furuko yang menoleh ke arah kakaknya yang kini sedang berdiri menatap ia dan Vitaloka.
"Sini, Sagachi-chan! Mari ikut makan bersama kami!" kata Vitaloka menyambut kedatangan Sagachi.
"Baiklah, aku ikut makan, ya!" Sagachi berjalan ke arah mereka yang sedang duduk di kursi sebelah meja makan di ruangan ini.
"Hmmm." Furuko menjawab dengan menganggukkan kepalanya, karena ia sedang menelan makanannya.
"Silakan!" jawab Vitaloka.
Setelah itu, mereka bertiga pun makan bersama tanpa ada satu pun di antara mereka yang bicara saat makan.
Sagachi berkata dalam hati, "Tampaknya, di Istana Zephyra ini mereka tidak menemukan pelayan. Kalau mamang benar begitu, berarti makanan ini ...."
__ADS_1